Jumat, 29 Juni 2018

PROSEDUR PERPANJANG PASPOR DI BEDA KOTA

Saya bingung mau bikin judul apa untuk postingan kali ini, yang jelas saya mau cerita pengalaman saya memperpanjang paspor di kota lain dari penerbitan paspor yang pertama. By the way saya adalah pemegang e-KTP batam, pemilik paspor keluaran Batam (sebelumnya), dan bekerja di Sidoarjo. Jadi secara administratif saya WNI ngambang; kadang ngaku-ngaku warga Sidoarjo, kadang juga ngaku-ngaku warga Batam. Usia paspor saya kali ini seperti usia hubunganmu dengan mantanmu yang itu: Singkat dan harus putus pas masih sayang-sayangnya 😂😂 Belum genap 2 tahun paspor saya sudah full dan harus segera diganti. Nah karena sistem pembuatan paspor saat ini (katanya) sudah canggih, jadi setiap orang yang ingin membuat/memperpanjang paspor harus membuat jadwal wawancara terlebih dahulu melalui whatsapp atau mendaftar melalui aplikasi antrian paspor online. Aplikasi tersebut hanya tersedia di Android, belum ada di app store gaes!!

Singkat cerita, mendaftar melalui whatsapp tak semudah yang saya bayangkan. Setiap hari saya nyalakan alarm untuk mendaftar tepat di jam 7.30 namun jawabannya selalu saja :

Mohon Ma'af... saat ini jumlah pemohon sudah terpenuhi. Silahkan melakukan pendaftaran ulang sesuai dengan format pada hari kerja (Senin s/d Jum'at) mulai pukul 07:30 s/d 16:00 !!  🇮🇩 IMIGRASI BATAM 🇮🇩
Kadang juga pesan kita hanya diread dan tidak dibalas, padahal adminnya online. Lelah akutu 😭😭

Karena saya butuh paspor baru segera, akhirnya saya putuskan untuk mendatangi langsung kantor imigrasi Batam untuk meminta saran/solusi. Petugas menyarankan saya untuk mengurus paspor di Belakang Padang, dan tanpa membuang-buang waktu saya langsung meluncur ke Belakang Padang. Ternyata di Belakang Padang juga sama saja. Selain pemilik KTP Belakang Padang, seluruh pemohon wajib membuat jadwal wawancara terlebih dahulu melalui aplikasi. Jadwal yang masih tersedia untuk pembuatan paspor di Belakang adalah tanggal 28 Juni. Saya butuhnya buru-buru dan tidak bisa menunggu selama itu. Saya dibantu petugas imigrasi Belakang Padang akhirnya menemukan jadwal yang masih kosong tanggal 22 Juni di Tanjungpinang. Setelah membuat jadwal wawancara, singkat cerita keesokan harinya jam 1 siang saya bertengger di kantor Imigrasi Kelas 1 Tanjungpinang. Dan lagi-lagi terjadilah drama yang sangat menyedihkan.

👮 : Petugas Imigrasi 
👸 : Saya 

👸 : *Menyerahkan berkas*
👮 : *Mengecek kelengkapan berkas* 
👮 : "Maaf bu, karena KTP ibu bukan Tanjungpinang ibu wajib melampirkan surat domisili. Tanpa surat domisili kami tidak bisa memproses paspor ibu"
👸 : "Tapi kan KTP saya Batam pak? Batam dan Pinang masih sama-sama wilayah Kepulauan Riau. Sebelum kesini saya sudah konsultasi dengan petugas imigrasi Batam, beliau bilang karena KTP saya sudah e-KTP dan KTP saya masih diterbitkan dikawasan Kepulauan Riau saya tidak perlu melampirkan surat domisili"
👮 : "Tidak bisa bu. Semua pemegang KTP selain Tanjungpinang wajib melampirkan surat domisili. Begitu SOP nya"
👸 : "Dimana saya bisa mendapatkan surat domisili pak? Tujuan saya ke Tanjungpinang ini hanya untuk perpanjangan paspor dan bukan untuk tinggal/domisili disini"
👮 : "Silahkan ibu googling sendiri cara pengurusan surat domisili. Ini jaman transparan. Semua informasi bisa dengan mudah ibu dapatkan di internet. Sekarang masih jam 2.30, ibu masih punya waktu 1,5 jam lagi untuk mengurus surat domisili. Jangan buang-buang waktu bu. Saya tunggu sampai jam 4. Silahkan ibu keluar dulu karena banyak yang masih antri untuk wawancara dan foto"
👸 : "Saya yakin bapak orang berpendidikan. Bapak pasti tau untuk mendapatkan surat domisili kita harus ke RT/RW dulu, alamat tinggal disini harus jelas, dan setelah itu ke kelurahan untuk mendapatkan surat domisili itu. Bagaimana mungkin saya bisa dapatkan surat itu sementara saya ga tinggal disini sama sekali? Saya ga punya siapa-siapa disini pak dan sore ini saya langsung pulang ke Batam. Tujuan saya kesini hanya untuk memperpanjang paspor. Saya ga mau keluar sebelum bapak kasih saya solusi!" 

*By the way sebelum saya masuk, ada juga sepasang suami istri yang kasusnya sama seperti saya. Mereka juga dari Batam. Mereka marah-marah karena disuruh pulang begitu saja, tanpa solusi*

👮 : "Saya bekerja sesuai SOP. Tolong ibu keluar sekarang, kerjaan saya masih banyak. Lihat diluar yang antri masih banyak! Ibu coba saja dulu ke RT/RW. Usaha dulu, masih ada waktu 1,5 jam lagi"
👸 : *kekeuh ga mau keluar*
👮 : *Mulai emosi lalu memanggil temannya* "Tolong bawa ibu ini ketemu pak T. Minta solusi dari si Bapak"

Lalu saya dibawa keruangan Pak T. Pak T ini adalah Kepala Imigrasi Tanjungpinang. Pembawaannya tenang, arif dan bijaksana.

👳 : *Pak T*
Petugas yang membawa saya memperkenalkan saya pada Pak T dan menceritakan permasalahan saya.

👳 : "Jadi gini bu, selain pemegang KTP Tanjungpinang semua pemohon paspor memang wajib melampirkan surat domisili. Prosedurnya memang seperti itu. 
👸 : *Menjelaskan hal yang sama seperti ke petugas pertama*
👳 : "Surat domisili itu sebenarnya surat lapor inap 1x24 jam ke RT/RW. Orang-orang menyebutnya surat domisili, namun singkatnya hanyalah surat lapor karena ibu menginap disini. Jadi ga mesti bertempat tinggal disini"
👸 : "Tapi saya kesini ga nginap pak. Saya langsung pulang sore ini. Bisa ga surat domisili diganti surat yang lain. Surat pernyataan bermaterai misalnya. Jadi saya bertanggungjawab dan bersedia dihukum bila dikemudian hari terbukti menyalahgunakan paspor. Atau surat apapun deh pak selain surat domisili"
👳 : "Ibu kerja dimana? Kalau saya minta surat keterangan kerja apa ibu bisa membuatnya sekarang? Tapi saya maunya yang di stampel dan ditandatanganin dengan tinta basah. "
👸 : "Nah kalau ini saya bisa pak. Saya bisa minta tolong HRD kantor saya untuk ngemailin surat keterangan kerjanya sekarang, tapi yang di scan pak. Surat aslinya akan saya serahkan saat saya datang lagi kesini untuk mengambil paspor"
👳 : "Okay. Silahkan kontak kantornya dan print sekarang. Kalau sudah beres datang lagi kesini!"

*Meluncur ke warnet, bikin sendiri surat kerja, tinggal edit-edit dikit karena stok surat kerja banyak di email (surat kerja bekas ngurus visa). 15 menit setelah ngedit dan ngeprint saya kembali lagi ke Imigrasi. Jam menunjukkan pukul 15.55. Imigrasi sudah sepi, tidak ada lagi pengunjung. Yang tersisa hanya para petugas imigrasi yang sedang bersiap-siap untuk pulang. Saya dilayani oleh petugas yang lain lagi*

👧 : *membolak-balikkan paspor saya* Waah paspor ibu masa berlakunya masih 3,5 tahun lagi tapi udah full banget yaa? Ibu kerjanya apa? Ini paspornya masih ada visanya ga? Kalau ga ada biar saya gunting!"
👸 : "Jangan digunting bu, banyak visa yang masih berlaku didalamnya!"
👧 : "Okay, sini lihat kamera bu. Badannya tegak, rambutnya tolong dirapikan ke belakang telinga, jangan keliatan gigi" 
👧 : "Ini resinya. Kalau ibu bayar sekarang, paspor ibu bisa diambil 3 hari kemudian. Hari Kamis ya bu, karena hari Rabu kami libur pemilu"

*Saya diwawancarai sedikit lalu difoto. Gak sampe 5 menit semua proses beres. Petugas memberikan resi dan saya langsung meluncur ke ATM untuk melakukan pembayaran*

4 days later. Saya kembali ke Imigrasi, mengambil antrian di loket pengambilan paspor. Petugas mencari paspor saya, kemudian memanggil nama saya.

👲 : "Bu, paspor ibu belum dicetak. Ibu ada kekurangan berkas ya kemaren? Ini paspornya ga  bisa selesai hari ini bu karena dokumen ibu masih ada yang kurang"
👸 : "Oh iya pak. Saya disuruh melampirkan surat keterangan kerja yang asli. Ini saya bawa sekarang. Paspor saya harus selesai hari ini juga pak karena besok saya harus keluar negeri"

Petugas terlihat kasak-kusuk. Dia melapor ke temannya yang lain. Hampir sejam saya menunggu, kemudian nama saya dipanggil lagi.
👲 : *Menyerahkan paspor* "Silahkan ditandatangan disini bu!"
👸 : *Tandatangan sambil sumringah bahagia. Membolak-balikkan paspor yang masih terasa hangat karena baru dicetak* "Terimakasih banyak pak.

Demikianlah secuplik drama dan perjuangan saya mendapatkan paspor baru. Punya paspor baru Ga pernah sebahagia ini sebelumnya. Untuk teman-teman yang sedang berjuang membuat/memperpanjang paspor semangat yaa. Nikmati setiap prosesnya. Jangan pulang sebelum dapat. Memang perlu sedikit ngotot kalau mau dilancaarkan 👊👊
Masih panas ✊✊

19 komentar:

  1. wkwkwk kakak ini selalu memberikan kejutan dalam hidup eh, mantap lah yang penting sudah dapat pasport barunya sekarang yuk lah kak ajak2 aku melanglang buananya hahaha

    BalasHapus
  2. Wouw, drama queen banget yah ko na. Huahahahahaha...

    BalasHapus
  3. Beginilah negeri kita kak, dengan segala drama sinetronnya, hehe
    Yang penting akhirnya kelar jugak ya, udah bisa melanglangbuana lagi menyusuri penjuru dunia ini.. take care selalu ya kak Hanna..

    BalasHapus
  4. Ngakak baca komen si Luluk diatas, hidup mu memang penuh drama ya Han. Btw kadang memang kita harus brani ngotot. Jadi berhasil deh dapat wakakaka...ngakak bacanya, memaglah ko han

    BalasHapus
  5. "silahkan googling aja..." wkwkwkwk
    Mantep banget yak. Tapi salut, pantang menyerah!

    BalasHapus
  6. Syukurlah akhirnya ada solusi dan pasportnya bisa selesai hari itu juga.. :)

    BalasHapus
  7. Alamakkkk cepat banget penuh cop passpornya. Singkat banget ya. Pasti karena banyak traveling nih ke luar negeri. Betewe, judulnya udah benar kok! :)

    BalasHapus
  8. Perjuangan banget nih buat dapetin paspor baru. untungnya berhasil juga

    BalasHapus
  9. "Silahkan ibu googling sendiri cara pengurusan surat domisili. Ini jaman transparan. Semua informasi bisa dengan mudah ibu dapatkan di internet. Sekarang masih jam 2.30, ibu masih punya waktu 1,5 jam lagi untuk mengurus surat domisili. Jangan buang-buang waktu bu. Saya tunggu sampai jam 4. Silahkan ibu keluar dulu karena banyak yang masih antri untuk wawancara dan foto"


    sumpah gua emosi baca ini, kalau era transparan tulis dong prosedur lalu tempel untuk memudahkan pembuat paspor. ini nih kebanyaakn aparat kita nggak ada jiwa melaytani mau enaknya aja

    BalasHapus
  10. Wah akhirnya jadinya bikin paspor di pulau sebelah yaa.. Perjuangan banget ya, Han..

    BalasHapus
  11. Wkwkwkwkwk... selalu ada drama di dalamnya yak. syukurlah paspornya kelar.

    BalasHapus
  12. Wow ribet juga ya kak.... Perjuangan yang berat pun akhirnya berakhir dengan gembira ya hihihihi.... Memang ngurus sendiri agak susah ya

    BalasHapus
  13. kalau paspornya terlanjur gak diperpanjang, apa harus bikin baru lagi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. paspor penuh ga di ijinin masuk ke negara manapun kak. Jd wajib di perpanjang

      Hapus
  14. Wouww penuh drama ka ya hhe iyaa kmarin saya juga pas bkin paspor memang susah dapat no antrian hampir sebulan.

    BalasHapus
  15. dan ternyata memang ribet ya hehe

    BalasHapus
  16. memang terasa sulit ya kak ... akan tetapi kalau sudah di jalani
    jadi paham dan akhir nya bisa memberikan rekomendasi dan tips yang terkini
    tuk teman teman

    BalasHapus
  17. ternyata ribet jg ya, tp btw makasih infonya mba

    BalasHapus
  18. oh jd seperti itu ya caranya, btw makasih ka informasinya :)

    BalasHapus