Rabu, 06 Juni 2018

MUDAHNYA MENGURUS VISA BOLIVIA (2)

Cerita sebelumnya ada disni.

Sekitar jam 4 sore saat sudah di pesawat (akan) menuju Lima (Peru), saya mendapat emai approval visa dari Embassy. Sata transit 1 malam di Lima, dan melanjutkan perjalanan ke Cusco keesokan harinya. Sesampainya di Cusco, dengan semangat membara, saya menunjukkan email approval visa tersebut ke petugas. Petugas dengan muka lempeng menjawab "Oohh kalau apply nya di Bogota, berarti kalian ngeprintnya juga harus di Bogota. Ga bisa disini!" #Jleebb. Mendengar itu serasa kesamber petir. Kemudian saya menjelaskan ulang duduk perkaranya mulai dari awal, bagaimana staff embassy Bolivia yang di Bogota telah mempermainkan kami secara brutal. Petugas tampak iba mendengar cerita kami. Lalu dia meminta saya untuk menghubungi staff embassy Bolivia di Bogota. Nelponnya lama banget, pake telpon kantor. Petugas yang di Bogota ngotot bahwa visa bisa tinggal di print sementara petugas yang di Cusco juga ngotot peraturannya tidak seperti itu. Kalau apply di Bogota, harus stampel dan print di Bogota juga. Selidik punya selidik ternyata staff embassy bolivia yang di Bogota itu adalah orang baru, jadi dia belum tau peraturan secara jelas. Singkat cerita, akhirnya petugas menyarankan kami untuk submit online ulang. Lelah kakak, dek 😢😢😢😢😢

Setelah submit ulang, petugas meminta saya menunggu paling lama besok visa sudah selesai. Saat itu lagi-lagi jatuh di hari Jumat. Di hari yang sama sekitar pukul 5 sore visa kami akhirnya beres. Petugas mengontak saya di whatsapp dan menunggu kedatangan saya untuk menempel visa. Cilakanya saat itu saya tidak punya internet, saya membaca pesan dari petugas hari Sabtu paginya dan hari Sabtu tentu saja embassy libur. Di hari Senin, saya kembali ke embassy. Petugas memberikan struk yang harus disetorkan ke Bank. Setelah membayar 30$ ke Bank terdekat yang ditunjuk oleh petugas, akhirnya visa Bolivia bisa tertempel dengan manis di satu-satunya lembar yang tersisa di paspor saya. Ppffttt!!
Haiii 😈😈😈
Ada beberapa informasi yang pengen saya bagikan untuk kalian yang berencana ingin ke Bolivia juga. 
  • Pengurusan visa Bolivia dibedakan atas 3 grup. Indonesia masuk di Grup 3 sejajar dengan negara-negara konflik seperti Irak, Lebanon, Syria, dan lain-lain. Oleh sebab itu pengurusan visa untuk negara-negara di Grup ketiga ini lumayan melelahkan dan dikenai biaya 30$. Sementara untuk negara-negara yang ada di Grup I seperti Denmark, Singapore, Iceland, dan lain-lain bebas visa dan untuk negara-negara yang berada di Grup II seperti China, Malaysia, dan lain-lain tetap harus mengurus visa, namun prosesnya sangat mudah. Bahkan kalau sedang beruntung hanya 5 menit dan GRATIS!!
KITA DISEJAJARKAN DENGAN NEGARA-NEGARA INI
  • Ada beberapa Embassy Bolivia di Amerika selatan, diantaranya di Lima, Cusco, Arequipa, Ilo, Tacna, Calama, Santiago. Kalian bisa ngajuin visa Bolivia di salah satu dari kota-kota tersebut. Atau kalian juga bsa apply di Embassy Bolivia yang ada di Beijing, China. 
  • Jangan percaya akan janji-janji manis petugas Embassy Bolivia yang di Bogota. Duuuh kalau denger nada bicara dan postur tubuhnya kayanya semua serba mudah eehh ternyata tampang mereka hanya tipu muslihat biar kita cepat-cepat pulang. Mereka ga bisa bahasa inggris sama sekali. Kalau mau ngobrol dengan petugas harus pake google translate. Petugas disana juga harus didesak terus-menerus, kalau nggak didesak itu berkas kalian cuma ditumpuk disana tanpa dikerjain. 
  • Petugas Embassy Bolivia di Cusco baiiiiikkkk bangettt. 2 jempol untuk kebaikan beliau. Selain baik doi juga bisa bahasa inggris. Bener-bener super helpful. Aku padamu pak 💘💘
Berikut alamat dan contact person embassy Bolivia yang ada di Bogota dan Cusco.
BOGOTA
Email Tambahan :  consular@embajadaboliviacolombia.org  dan recepcion@embajadaboliviacolombia.org
CUSCO 

Sekian dulu cerita dari saya. Ada apa aja di Bolivia akan saya ceritakan kapan-kapan dipostingan selanjutnya. Salam dari Salar de Uyuni 💋💋

10 komentar:

  1. Wah, melelahkan sekali ya proses pengurusan visanya,untung akhirnya beres ya. Dan ternyata Indonesia masuk Group 3 ya..ckckckc

    BalasHapus
  2. Macam birokrasi di negara mu (dan aku) juga ya Han. ribet dan nggak jelas. Beda orang beda lagi omongannya. Memang Amerika Selatan kayak Asia masih katanya sih, masih negara "berkembang"

    BalasHapus
  3. miris, Indonesia dikategorikan sebagai negara konflik. Rasis juga ya mereka di sana

    BalasHapus
  4. Terima kasih kakak informasinya...

    BalasHapus
  5. Nah ini informasi yang saya cari-cari. Terima kasih udah berbagi info dan tips yang keren!!!

    BalasHapus
  6. luar biasa banget ya kak informasinya, semoga bisa aku terapkan di masa depan

    BalasHapus
  7. aku belum pernah main jauh dari indonesia informasi kayak gini sangat aku butuhkan terima kasih atas informasinya kak

    BalasHapus
  8. kapan ya bisa ngurus visa Bolivia? hihi

    BalasHapus
  9. Ikutan gemes jadinya ama petugas embassy di Bogota, Han.. Nguras emosi banget yak. Tapi untungnya berakhir manis yaa.. Jadi gak sabar nunggu ceritamu di Bolivia

    BalasHapus
  10. Memang butuh perjuangan ya, namanya juga kita butuh...

    Ditunggu ceritanya di Bolivia ya, kk.... Maklum, aku belum bisa jalan jauh2, jadi baca cerita aja udah berasa jalan2 jauh. Hhehe

    BalasHapus