Rabu, 06 Juni 2018

MUDAHNYA MENGURUS VISA BOLIVIA (1)

Hola. Buenos Dias 😊 Kali ini saya pengen sharing pengalaman saya mengurus visa Bolivia. Sebenarnya mengurus visa Bolivia ini mudah, yang membuatnya menjadi sulit adalah sangat sedikit informasi yang menceritakan prosedur pengurusan visa Bolivia untuk pemegang paspor Indonesia. Ditambah lagi belum adanya Embassy Bolivia di Indonesia. Kota terdekat untuk mengurus visa Bolivia adalah Beijing di China. Nah untuk ke Beijing kan butuh visa juga, butuh banyak biaya lagi kalau harus ke China. Ditambah lagi yang paling menyebalkan adalah orang-orang yang sudah pernah ke Bolivia namun pelit banget dimintain informasi, ntah kenapa susah banget ditanyain, dijawab juga separoh-separoh, ntah apa yang ditutup-tutupi 😞😞😞

Beberapa orang yang saya tanyain responnya beragam, mulai dari nakut-nakutin ngurus visa Bolivia susah, butuh waktu 45hari, harus ada surat rekomendasi dari kedutaan kalau mau cepat, mending ga usah ke Bolivia deh, masih banyak negara lain disekitarnya yang ga kalah bagus, dan omong kosong lainnya. Dengan tekad bulat, akhirnya saya hiraukan segala omong kosong tersebut dan berjuang. Dapat nggak dapat urusan belakangan, yang penting saya usaha dulu. Yang pertama saya lakukan adalah mengontak salah satu teman yang bertugas di Kedutaan Indonesia di Bogota untuk meminta surat rekomendasi. Beliau menyanggupi dan akan memberikan surat rekomendasi sesampainya di Bogota. 

Okay, tanpa berlama-lama saya akan jelaskan prosedurnya. Pertama-tama kita harus mengisi aplikasi online dulu melalui link berikut,
(1)
Anda akan menerima email berisi 4 angka kode, masukkan kode tersebut ke kolom berikut :

(2)
Setelah itu isikan data diri anda
(3) Jangan lupa isi kolom pekerjaan dan no hp
Biasanya dibagian ini yang sering bermasalah saat upload photo. Dimensi foto harus dibawah 300x300. Kemaren saya pake ukuruan foto 217 x 217. Kalau sudah masukin foto klik continuar/ continue.
(4)
Masukkan data paspor. No paspor, negara, kota, provinsi, tanggal pembuatan dan tanggal berakhir paspor, lalu klik continuar/ continue.
(5)
Apakah anda pernah memiliki visa Bolivia sebelumnya? Berapa hari di bolivia, pengundang (bila ada).
Lugar de la solicitud artinya tempat dimana kalian mau apply visanya
Masukkan emergency kontak, bisa pacar, saudara, orangtua, dll. Bebas!!
Bagian ini harus agak hati-hati.
Ditahap ini yang harus kalian siapin adalah :
1. Itinerary, kalian bisa nyontek itinerary saya disini
2. Halaman depan paspor dalam bentuk pdf
3. Yellow Fever vaksin (atau buku kuning), kalau di Indonesia kalian bisa suntik di KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan). Silahkan di googling lokasi KKP terdekat di kota anda. Kebetulan kemaren saya ga suntik yellow fever, dan berkas ditolak karena ga ada buku kuning. Untungnya ada fasilitas yellow fever GRATIS di bandara Bogota. Lokasinya di dekat departure hall. Syaratnya cuma bawa paspor, antri sebentar, suntik, terus langsung dikasih buku kuning. Semudah itu!! Padahal teman-teman yang suntik di Indonesia harus bayar ratusan ribu dan nunggu beberapa hari untuk dapatkan buku kuning
4. Rekening koran (saldo tabungan) 3 bulan terakhir. Ga ada keterangan saldo minimalnya berapa sih, tapi saya saranin siapin 1 juta perhari x jumlah hari kalian tinggal di Bolivia. Misalnya kalian 6 hari di Bolivia, berarti usahakan minimal saldo kalian 6juta.
5. Bookingan hotel yang sudah confirmed (Booking lewat booking.com dan pilih pay at property aja biar ga mubazir kalau visanya reject)
6. Formulir yang sudah kalian isi tadi. Ini bisa kalian dapatkan dari ngeklik form print preview

Semua dokumen harus dalam bentuk pdf dan ukurannya harus kurang dari 500kb. Kalau semua sudah oke, klik finish visa application. Tahap terakhir kalian akan dapat nomor aplikasi seperti ini :
Klik display visa application form
Nah formulir aplikasi visa ini yang kalian print dan bawa ke Embassy Bolivia beserta seluruh berkas yang sudah kalian upload tadi. Masa berlaku form aplikasi ini 15 hari. Jadi kalau kalian sudah submit dokumen, kalian harus serahkan berkas ke Embassy sebelum 15 hari dari masa kalian submit, lewat dari 15 hari berkas tersebut expired dan kalian diwajibkan submit ulang.
Selangkah lagi. 
Jadi kemaren saat landing di Bogota, tujuan pertama kami (saya dan 5 orang teman Indonesia lainnya) adalah Embassy Bolivia. Setelah perjalanan 3 hari, badan gerah karena ga mandi, dengan langkah gontai sambil geret-geret koper, petugas Embassy Bolivia mempersilahkan kami masuk ke salah satu ruangan. By the way sebelumnya saya sudah beberapa kali konsultasi dengan salah satu staff Embassy Bolivia lewat email. Doi bilang berkas saya sudah oke dan komplit, tinggal datang saja, proses sehari, lalu visa beres. Saya yang lugu ini percaya-percaya saja. Sampai di Embassy, staf memeriksa kelengkapan dokumen saya dan teman-teman lainnya. Kami semua di imingi-imingi janji surga oleh staff tersebut. Berhubung dokumen saya belum lengkap, saya disuruh balik ke bandara untuk suntik yellow fever dan kembali lagi kalau sudah punya buku kuning. Sementara teman-teman saya yang dokumennya lengkap dijanjikan akan menerima approval visa keesokan harinya. Berhubung mereka akan terbang ke Santiago keesokan harinya, petugas meyakinkan mereka kalau email approval itu hanya perlu ditunjukkan dan diprint oleh staff embassy Bolivia yang ada di Santiago. Saat itu hari Jumat sekitar pukul 2 siang. Hari Sabtu & Minggu embassy tutup, sementara hari Senin saya punya penerbangan ke Cartagena. Demi visa Bolivia, akhirnya saya batalkan trip saya ke Cartagena. Masih agak ikhlas karena harga tiketnya cuma 400ribuan PP.

Hari Seninnya saya datang kembali ke Embassy. Petugas bilang berkas komplit, kamu akan saya kontak melalui email jika visa sudah jadi. Petugas kembali meyakinkan saya kalau proses visa hanya sehari. Hari Selasa saya tidak selera kemana-mana karena was-was menunggu visa dan masih jetlag parah jadi ga kuat mau kemana-mana. Sampai jam 1 siang, email yang saya tunggu-tunggu tidak juga muncul. Akhirnya saya putuskan bertandang ke Embassy lagi. Petugasnya kembali mengatakan visa belum jadi, mohon tunggu sehari lagi. Besok saya yakin pasti jadi, kata petugas. Saya yang lugu ini kembali percaya dengan kata manis petugas. Dalam masa penantian tersebut saya email petugas dan memohon dengan sangat agar proses visa saya disegerakan, karena saya harus terbang ke Peru Rabu siang. Keesokan harinya (Rabu pagi) karena belum ada email balasan, saya kembali ke Embassy.

Saat itu saya sudah tidak percaya lagi dengan janji-janji manis petugas. Saya desak terus dia, karena saya harus terbang siang itu juga ke Peru. Sialnya ternyata berkas visa saya belum diproses sama sekali dan sudah expired. Petugas berbeda dari yang menangani di awal menyuruh saya untuk mengisi formulir aplikasi online ulang seraya menunjukkan lokasi warnet terdekat, saya disuruh submit ulang berkas dan kembali lagi setelahnya. Emosi mulai di ubun-ubun. Lalu saya ke warnet dan memulai proses isi formulir dari awal. Untungnya berkas-berkas saya komplit di flashdisk. Setelah selesai submit dan print semua berkas saya kembali lagi ke embassy. Petugas menyuruh saya menunggu. Setelah menunggu lebih dari 3 jam namun belum juga mendapatkan jawaban, akhirnya kami pamitan karena mengejar penerbangan ke Peru. Petugas kembali berjanji bahwa sore itu (katanya maksimal jam 3 sore) dia akan mengirimkan approval visa.

Bersambung!!
Dramanya masih panjang. Hahahhahaha

8 komentar:

  1. apa khusus bolivia aja tak ada ketentuan rekening kudu berapa yang tersimpan ? saya kira harus puluhan juta tertanam direkening selama 3 bulan dan tak boleh habis

    BalasHapus
  2. Duh ya ampuuun drama banget sih ya. Itu petugas luar biasa ya janji-janji surganya.

    BalasHapus
  3. Wah sepertinya perlu di bookmark neh kalau2 holiday kesana dah Tau bagaimana syarat ngurus visa

    BalasHapus
  4. OMG Han! Ikut deg-degan bacanya. Buruan lanjutin donk ceritanya..

    BalasHapus
  5. lengkap sekali kak infonya.. noted banget ni

    BalasHapus
  6. Infortif banget nih. Buat bekal sebelum traveling ke Amerika Selatan

    BalasHapus
  7. Kalo boleh tau budget ke bolvia brp ya kak?
    Yuk lah kawan2 yg ada rencana ke bolivia boleh lah kita sharing2

    BalasHapus
  8. untung aku baca ini.. rencana 2019 kesana kian... hmmm negara kismin juga ,, belagu juga ,, bye bye bolivia,, i will never to your country

    BalasHapus