Minggu, 03 Juni 2018

HAL YANG TABU


“Aku turun di satu stasiun setelah ini!” Kata Eryk, teman saya yang dulunya lama tinggal di Korea, dan sekarang sedang berlibur ke Jakarta.
“Nanti dari stasiun kamu naik gojek?” tanya saya
“Enggaklah. Jalan kaki aja. Deket koq. Eeh tapi disini ini jalan kaki koq kayaknya jadi hal yang tabu yaa?” tanya Eryk seraya menggeretu.
“Tabu gimana?” Jawab saya
“Orang-orang pada ngeliatin aku di jalan. Koq kayaknya mereka rada aneh dan kasihan gitu ngeliat orang jalan kaki sendirian. Padahal jalan kaki itu kan hal yang biasa banget.” Jawab Eryk.

Setelah saya pikir-pikir benar juga yang diomongin Si Eryk. Di Indonesia ini banyak hal yang harusnya ‘biasa banget’ jadi ‘tabu’ untuk dilakukan, dibicarakan, dan diucapkan. Misalnya jalan kaki sendirian (apalagi cewe), sering kali disuit-suitin, pake celana pendek atau baju agak ngepas dipelototin dari atas sampe bawah, iklan susu sapi, payudara sapinya di blur. Itu payudara sapi di blur faedahnya apa coba?? Apa ada Warga Negara Indonesia yang horny liat payudara sapi?

Contoh lain lagi, banyak orang tua yang memilih untuk tidak mengajarkan anaknya  mengenal dan menyebut bagian tubuh dengan benar (terutama yang menyangkut bagian vital). Padahal memperkenalkan dan menyebutkan bagian tubuh dengan nama yang benar adalah salah satu pelajaran seks mendasar bagi anak. Anak-anak berhak mengetahuinya. Jangan ganti nama penis jadi burung, atau vagina jadi meki, atau payudara jadi susu. Ajarkan anak dengan sebutan yang benar, bund!! Mengajarkan anak nama bagian vital itu bukan hal yang tabu dan dosa, bund!

Itu hanya sebagian contoh, masih banyak lagi hal-hal biasa yang di’tabu’kan di Indonesia ini.  Ada pengalaman lain? Tulis dikolom komen yaaa 😅😅😅

Tidak ada komentar:

Posting Komentar