Jumat, 29 Juni 2018

PROSEDUR PERPANJANG PASPOR DI BEDA KOTA

Saya bingung mau bikin judul apa untuk postingan kali ini, yang jelas saya mau cerita pengalaman saya memperpanjang paspor di kota lain dari penerbitan paspor yang pertama. By the way saya adalah pemegang e-KTP batam, pemilik paspor keluaran Batam (sebelumnya), dan bekerja di Sidoarjo. Jadi secara administratif saya WNI ngambang; kadang ngaku-ngaku warga Sidoarjo, kadang juga ngaku-ngaku warga Batam. Usia paspor saya kali ini seperti usia hubunganmu dengan mantanmu yang itu: Singkat dan harus putus pas masih sayang-sayangnya ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ Belum genap 2 tahun paspor saya sudah full dan harus segera diganti. Nah karena sistem pembuatan paspor saat ini (katanya) sudah canggih, jadi setiap orang yang ingin membuat/memperpanjang paspor harus membuat jadwal wawancara terlebih dahulu melalui whatsapp atau mendaftar melalui aplikasi antrian paspor online. Aplikasi tersebut hanya tersedia di Android, belum ada di app store gaes!!

Singkat cerita, mendaftar melalui whatsapp tak semudah yang saya bayangkan. Setiap hari saya nyalakan alarm untuk mendaftar tepat di jam 7.30 namun jawabannya selalu saja :

Mohon Ma'af... saat ini jumlah pemohon sudah terpenuhi. Silahkan melakukan pendaftaran ulang sesuai dengan format pada hari kerja (Senin s/d Jum'at) mulai pukul 07:30 s/d 16:00 !!  ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ IMIGRASI BATAM ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
Kadang juga pesan kita hanya diread dan tidak dibalas, padahal adminnya online. Lelah akutu ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Karena saya butuh paspor baru segera, akhirnya saya putuskan untuk mendatangi langsung kantor imigrasi Batam untuk meminta saran/solusi. Petugas menyarankan saya untuk mengurus paspor di Belakang Padang, dan tanpa membuang-buang waktu saya langsung meluncur ke Belakang Padang. Ternyata di Belakang Padang juga sama saja. Selain pemilik KTP Belakang Padang, seluruh pemohon wajib membuat jadwal wawancara terlebih dahulu melalui aplikasi. Jadwal yang masih tersedia untuk pembuatan paspor di Belakang adalah tanggal 28 Juni. Saya butuhnya buru-buru dan tidak bisa menunggu selama itu. Saya dibantu petugas imigrasi Belakang Padang akhirnya menemukan jadwal yang masih kosong tanggal 22 Juni di Tanjungpinang. Setelah membuat jadwal wawancara, singkat cerita keesokan harinya jam 1 siang saya bertengger di kantor Imigrasi Kelas 1 Tanjungpinang. Dan lagi-lagi terjadilah drama yang sangat menyedihkan.

๐Ÿ‘ฎ : Petugas Imigrasi 
๐Ÿ‘ธ : Saya 

๐Ÿ‘ธ : *Menyerahkan berkas*
๐Ÿ‘ฎ : *Mengecek kelengkapan berkas* 
๐Ÿ‘ฎ : "Maaf bu, karena KTP ibu bukan Tanjungpinang ibu wajib melampirkan surat domisili. Tanpa surat domisili kami tidak bisa memproses paspor ibu"
๐Ÿ‘ธ : "Tapi kan KTP saya Batam pak? Batam dan Pinang masih sama-sama wilayah Kepulauan Riau. Sebelum kesini saya sudah konsultasi dengan petugas imigrasi Batam, beliau bilang karena KTP saya sudah e-KTP dan KTP saya masih diterbitkan dikawasan Kepulauan Riau saya tidak perlu melampirkan surat domisili"
๐Ÿ‘ฎ : "Tidak bisa bu. Semua pemegang KTP selain Tanjungpinang wajib melampirkan surat domisili. Begitu SOP nya"
๐Ÿ‘ธ : "Dimana saya bisa mendapatkan surat domisili pak? Tujuan saya ke Tanjungpinang ini hanya untuk perpanjangan paspor dan bukan untuk tinggal/domisili disini"
๐Ÿ‘ฎ : "Silahkan ibu googling sendiri cara pengurusan surat domisili. Ini jaman transparan. Semua informasi bisa dengan mudah ibu dapatkan di internet. Sekarang masih jam 2.30, ibu masih punya waktu 1,5 jam lagi untuk mengurus surat domisili. Jangan buang-buang waktu bu. Saya tunggu sampai jam 4. Silahkan ibu keluar dulu karena banyak yang masih antri untuk wawancara dan foto"
๐Ÿ‘ธ : "Saya yakin bapak orang berpendidikan. Bapak pasti tau untuk mendapatkan surat domisili kita harus ke RT/RW dulu, alamat tinggal disini harus jelas, dan setelah itu ke kelurahan untuk mendapatkan surat domisili itu. Bagaimana mungkin saya bisa dapatkan surat itu sementara saya ga tinggal disini sama sekali? Saya ga punya siapa-siapa disini pak dan sore ini saya langsung pulang ke Batam. Tujuan saya kesini hanya untuk memperpanjang paspor. Saya ga mau keluar sebelum bapak kasih saya solusi!" 

*By the way sebelum saya masuk, ada juga sepasang suami istri yang kasusnya sama seperti saya. Mereka juga dari Batam. Mereka marah-marah karena disuruh pulang begitu saja, tanpa solusi*

๐Ÿ‘ฎ : "Saya bekerja sesuai SOP. Tolong ibu keluar sekarang, kerjaan saya masih banyak. Lihat diluar yang antri masih banyak! Ibu coba saja dulu ke RT/RW. Usaha dulu, masih ada waktu 1,5 jam lagi"
๐Ÿ‘ธ : *kekeuh ga mau keluar*
๐Ÿ‘ฎ : *Mulai emosi lalu memanggil temannya* "Tolong bawa ibu ini ketemu pak T. Minta solusi dari si Bapak"

Lalu saya dibawa keruangan Pak T. Pak T ini adalah Kepala Imigrasi Tanjungpinang. Pembawaannya tenang, arif dan bijaksana.

๐Ÿ‘ณ : *Pak T*
Petugas yang membawa saya memperkenalkan saya pada Pak T dan menceritakan permasalahan saya.

๐Ÿ‘ณ : "Jadi gini bu, selain pemegang KTP Tanjungpinang semua pemohon paspor memang wajib melampirkan surat domisili. Prosedurnya memang seperti itu. 
๐Ÿ‘ธ : *Menjelaskan hal yang sama seperti ke petugas pertama*
๐Ÿ‘ณ : "Surat domisili itu sebenarnya surat lapor inap 1x24 jam ke RT/RW. Orang-orang menyebutnya surat domisili, namun singkatnya hanyalah surat lapor karena ibu menginap disini. Jadi ga mesti bertempat tinggal disini"
๐Ÿ‘ธ : "Tapi saya kesini ga nginap pak. Saya langsung pulang sore ini. Bisa ga surat domisili diganti surat yang lain. Surat pernyataan bermaterai misalnya. Jadi saya bertanggungjawab dan bersedia dihukum bila dikemudian hari terbukti menyalahgunakan paspor. Atau surat apapun deh pak selain surat domisili"
๐Ÿ‘ณ : "Ibu kerja dimana? Kalau saya minta surat keterangan kerja apa ibu bisa membuatnya sekarang? Tapi saya maunya yang di stampel dan ditandatanganin dengan tinta basah. "
๐Ÿ‘ธ : "Nah kalau ini saya bisa pak. Saya bisa minta tolong HRD kantor saya untuk ngemailin surat keterangan kerjanya sekarang, tapi yang di scan pak. Surat aslinya akan saya serahkan saat saya datang lagi kesini untuk mengambil paspor"
๐Ÿ‘ณ : "Okay. Silahkan kontak kantornya dan print sekarang. Kalau sudah beres datang lagi kesini!"

*Meluncur ke warnet, bikin sendiri surat kerja, tinggal edit-edit dikit karena stok surat kerja banyak di email (surat kerja bekas ngurus visa). 15 menit setelah ngedit dan ngeprint saya kembali lagi ke Imigrasi. Jam menunjukkan pukul 15.55. Imigrasi sudah sepi, tidak ada lagi pengunjung. Yang tersisa hanya para petugas imigrasi yang sedang bersiap-siap untuk pulang. Saya dilayani oleh petugas yang lain lagi*

๐Ÿ‘ง : *membolak-balikkan paspor saya* Waah paspor ibu masa berlakunya masih 3,5 tahun lagi tapi udah full banget yaa? Ibu kerjanya apa? Ini paspornya masih ada visanya ga? Kalau ga ada biar saya gunting!"
๐Ÿ‘ธ : "Jangan digunting bu, banyak visa yang masih berlaku didalamnya!"
๐Ÿ‘ง : "Okay, sini lihat kamera bu. Badannya tegak, rambutnya tolong dirapikan ke belakang telinga, jangan keliatan gigi" 
๐Ÿ‘ง : "Ini resinya. Kalau ibu bayar sekarang, paspor ibu bisa diambil 3 hari kemudian. Hari Kamis ya bu, karena hari Rabu kami libur pemilu"

*Saya diwawancarai sedikit lalu difoto. Gak sampe 5 menit semua proses beres. Petugas memberikan resi dan saya langsung meluncur ke ATM untuk melakukan pembayaran*

4 days later. Saya kembali ke Imigrasi, mengambil antrian di loket pengambilan paspor. Petugas mencari paspor saya, kemudian memanggil nama saya.

๐Ÿ‘ฒ : "Bu, paspor ibu belum dicetak. Ibu ada kekurangan berkas ya kemaren? Ini paspornya ga  bisa selesai hari ini bu karena dokumen ibu masih ada yang kurang"
๐Ÿ‘ธ : "Oh iya pak. Saya disuruh melampirkan surat keterangan kerja yang asli. Ini saya bawa sekarang. Paspor saya harus selesai hari ini juga pak karena besok saya harus keluar negeri"

Petugas terlihat kasak-kusuk. Dia melapor ke temannya yang lain. Hampir sejam saya menunggu, kemudian nama saya dipanggil lagi.
๐Ÿ‘ฒ : *Menyerahkan paspor* "Silahkan ditandatangan disini bu!"
๐Ÿ‘ธ : *Tandatangan sambil sumringah bahagia. Membolak-balikkan paspor yang masih terasa hangat karena baru dicetak* "Terimakasih banyak pak.

Demikianlah secuplik drama dan perjuangan saya mendapatkan paspor baru. Punya paspor baru Ga pernah sebahagia ini sebelumnya. Untuk teman-teman yang sedang berjuang membuat/memperpanjang paspor semangat yaa. Nikmati setiap prosesnya. Jangan pulang sebelum dapat. Memang perlu sedikit ngotot kalau mau dilancaarkan ๐Ÿ‘Š๐Ÿ‘Š
Masih panas ✊✊

Selasa, 26 Juni 2018

Cara Hemat Traveling Ke Iceland

Iceland (Islandia) adalah sebuah negara yang terletak di sebelah barat laut Eropa dan sebelah utara Samudera Atlantik, yang terdiri dari Pulau Islandia dan beberapa pulau kecil disekitarnya. Letaknya 300 Km di sebelah timur Greendland dan 1.000 Km dari Norwegia. Iceland ini sendiri adalah salah satu negara yang sangat sedikit penduduknya, sehingga ketika Iceland tercatat sebagai salah satu negara peserta piala dunia saya sempat kaget. Koq bisa yaa? Dimana mereka latihan main bola?  Siapa yang ngajarin mereka main bola dingin-dingin begitu? Ntahlah ๐Ÿ˜ฐ๐Ÿ˜ฐ

Negara Iceland ini merupakan salah satu negara TERMAHAL didunia. Eeeh tapi waktu saya googling 10 negara termahal di dunia, saya sedikit heran kenapa iceland ga masuk. Padahal menurut saya Iceland itu mahal buaaangeeettt !!
Saya sudah hampir ke semua negara diatas, tapi menurut saya Iceland tetap lebih mahal dari negara-negara ini. 
Namun, semahal-mahalnya Iceland, kalian ga perlu khawatir karena saya akan bocorin gimana caranya agar kalian juga bisa kesana dengan biaya hemat. 

1. Cari Tiket Murah
Tiket pesawat menuju Iceland menjadi salah satu komponen termahal. Bandara utama Iceland terletak di kota Reykjavik. Di Reykjavik sendiri terdapat 2 bandara yaitu Reykjavik Keflavik (KEF) sebagai bandara internasional dan Reykjavik domestik (RKV) sebagai bandara dengan penerbangan domestiknya. Harga tiket normal dari Jakarta ke Keflavik berkisar antara 11 - 25 Juta PP. By the way kalau kalian nemu harga tiket ke Keflavik dibawah 8,5jt itu termasuk kategori murah. Ada beberapa opsi rute agar ke Iceland menjadi sedikit murah, yaitu melalui Singapur. Jika sedang promo, tiket dari Singapore ke Keflavik itu hanya sekitar 7 jutaan saja ditambah tiket dari Indonesia ke Singapore sekitar 1jt - 1,5jt.
Kalian bisa gunakan situs skyscanner.com untuk mencari tiket murah
Opsi lainnya adalah melalui Oslo. Singapore ke oslo biasanya sekitar 6jutaan, dari Oslo ke Keflavik sekitar 1,5 - 2jutaan. Jadi sekali merengkuh dayung 2 - 3 negara terlampaui. By the way Norway juga cantik banget, loh! ๐Ÿ˜๐Ÿ˜
Ini murahh!!
2. Menginap di Rumah Warga
Di Iceland itu penginapan juga mahal-mahal buangeett. Penginapan/hostel termurah yang saya tinggali seharga 600ribu/malam, dengan kamar minimalis, tanpa penghangat/heater, toilet diluar (sharing dengan yang lain), dan fasilitas seadanya. Mencari hostel/hotel harga dibawah 400ribu/malam itu seperti mencari jarum ditumpukan jerami. Oh iya kalau kalian sewa mobil selama di Iceland, jangan lupa cari penginapan yang ada fasilitas free parking karena biaya parkir permalam di hotel-hotel di Iceland hampir sama dengan harga penginapannya. Nah untuk solusi penginapan, saya rekomendasikan kalian untuk menginap dirumah warga.

Di Eropa dan beberapa negara maju lainnya, menginap di rumah warga bukanlah hal yang tabu, oleh sebab itu diciptakanlah aplikasi bernama AirBnB. Melalui aplikasi ini kalian bisa menginap dengan harga lebih murah daripada menginap di hotel/hostel. Menginap dirumah warga tidak sebebas menginap di hotel/hostel, karena tuan rumah biasanya menetapkan aturan-aturan yang berlaku di rumah tersebut.  Enaknya menginap dengan AirBnB adalah fasilitasnya lengkap dan suasana yang homey banget. Kalian juga bisa berinteraksi langsung dengan tuan rumah, biasanya tuan rumah senang bercerita banyak hal tentang wisata-wisata di daerah tersebut, syukur-syukur kalau diajak ngopi/ngeteh. Seperti yang saya bilang diawal, penduduk di Iceland itu dikit banget, sehingga penginapan baik hostel, hotel, dan AirBnB juga sedikit. Kalian harus mempersiapkan dengan baik dimana kalian akan tinggal selama di Iceland, karena jika kalian ga booking jauh-jauh hari dikhawatirkan kalian ga dapat tempat menginap atau menginap di hostel/hotel dengan harga yang mahal.

Saya sangat menikmati menginap dengan AirBnB saat di Iceland kemaren. Saya mendapat rumah dengan suasana yang buaguuussss banget. Sanking bagusnya, saya ngerasa sekitar rumah itu adalah kepingan surga yang tercecer ke bumi. Beneran, bagus bangett! Sayang saya lupa apa nama rumah dan daerahnya. Oiyaa kalau lagi beruntung kita bisa melihat aurora hanya dari kamar jendela ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
Di Iceland banyak rumah/penginapan berlatar gunung begini 
3. Masak/Bawa Bekal
Makan di cafe/restoran juga menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar di Iceland. Rata-rata untuk sekali makan dengan menu sederhana seperti kentang + fish/chicken + secangkir teh berkisar antara 300rb - 500rb rupiah. Bayangkan kalau sehari 3 kali makan? Cepat bangkrut, kisanak!! Nah untuk menghemat biaya makan ini kalian harus rajin masak. Ada 3 supermarket/grocery store yang saya rekomendasikan untuk belanja kebutuhan sehari-hari kalian, yaitu Kronan, Bonus, dan Netto. Yang termurah diantara ketiga ini adalah Bonus, yaa tapi gosah lah banding-bandingin harganya dengan Giant or Hypermart di Indonesia ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Kebetulan kemaren saya punya stok sambel terasi lumayan banyak, jadi saya hanya beli ikan dori yang lumayan murah, udang kemasan, telur, sosis, bawang bombay, roti bantal, pisang, dan nutella. Pagi hari saya usahakan masak untuk bekal makan siang. Sementara saya sarapan Roti isi pisang + Nutela, siangnya saya makan bekal mie goreng/nasi goreng + Sosis/telur goreng, malemnya saya makan yang agak enak kayak ikan or mie rebus campur udang. Menu sesederhana ini bakal kerasa nikmat kalau dimakan disana. Hahahaha

4. Sewa Mobil
Menurut saya sewa mobil adalah satu-satunya solusi terbaik dan termurah untuk explore iceland. Di Iceland ga ada angkot, tcoy! Tempat wisatanya juga jauh-jauh, yang paling dekat dengan bandara cuma blue lagoon. Nah sewa mobil ini wajib banget kalau kalian mau muterin iceland dari ujung ke ujung. Kemaren saya di Iceland 7 malam, dan saya puas banget bisa ngelilingi iceland satu putaran penuh. Kami menghabiskan hampir 2000 kilometer, biaya bensin sekitar 4-5juta untuk 7 hari dan sewa mobil sekitar 5jutaan untuk 7 hari. Mahal sih, tapi puaasss. Bisa berhenti dimanapun yang bagus buat foto, bisa selonjoran, dan bisa nyanyi-nyanyi sekeras-kerasnya dimobil. Jangan lupa kalau sewa mobil kalian harus sewa rantai ban biar ga tergelincir. Kira-kira semenyeramkan ini rute yang bakal kalian lewati nanti
*Ga bisa upload video, kalian bisa tonton di youtube saja disini

Segitu dulu tips-tips dari saya, enjoy Iceland teman-teman ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Senin, 18 Juni 2018

Transportasi Keliling Bangkok

Sawadikap ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰ Bangkok dikenal dalam bahasa Thai yaitu Krungthep yang artinya 'Kota Para Malaikat'.  Thailand khususnya Bangkok merupakan salah satu kota/negara favorit saya, karena semua yang saya butuhkan dan inginkan bisa saya temukan disini. Jangankan saya, malaikat aja betah disini ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚Kali ini saya pengen sharing tentang transportasi yang bisa kalian gunakan untuk keliling Bangkok. 

Suvarnabhumi Airport Rail Link
Suvarnabhumi airport rail link ini terbagi 2, yaitu : 
  1. Suvarnabhumi Airport Express Service, melayani rute dari Suvarnabhumi airport ke Makassan (City Air Terminal - interchange with MRT Phetchaburi Station) dan dari Suvarnabhumi airport - Phaya Thai (interchange with BTS Phaya Station). Tarif tiketnya 90 Baht oneway atau 150 Baht PP dengan durasi perjalanan sekitar 17 menit.
  2. Suvarnabhumi Airpot City Line Service : Rute itu dari Suvarnabhumi Airport - Ramkhamhaeng - Makkassan - Ratchaprarop - Phaya Thai (interchange with BTS Phaya  Thai Station). Tarif tiketnya mulai dari 15 - 45 baht dengan durasi perjalanan 30 menit. 
Rute dari Suvarnabhumi Airport

Bus Kota (Angkot)
Untuk biskota/angkot ada 2 jenis, yang ber-AC dan yang tidak. Untuk angkot AC tarifnya mulai dari 12 - 24 Baht tergantung rute dan jarak tempuhnya, sementara untuk yang non AC tarifnya flat sebesar 9 Baht (jauh-dekat)

MRT 
Rute MRT ini ada 2 line yaitu blue line dan purple line. Untuk blue line rutenya dari Hua Lamphong hingga Bang Sue dengan 18 stasiun/pemberhentian. 
Untuk rute lengkap blue line bisa kalian lihat disini
Sementara untuk jalur purple line start dari Khiong Bang Phai hingga Bang Son ada 15 stasiun. MRT ini mulai beroperasi dari jam 6.00 pagi s/d 12 malam. Kereta lewat sekitar 5 menit sekali. Tarifnya mulai dari 16 - 40 baht. Info lengkap jalur MRT ini bisa kalian lihat disini
Untuk detail jalur purple line bisa kalian lihat disini
Skytrain (BTS)
Skytrain ini juga punya 2 rute, yaitu:
  • MorChit - Bearing Route melewati Sukhumwit Rd
    Jalur warna hijau muda (tosca)
  • National Stadium - Bang Wa Route melewati Solom Rd
Jalur warna hijau tua
Skytrain ini biasanya lewat setiap 3 - 8 menit sekali, start dari jam 6 pagi hingga 12 malam. Tarifnya mulai dari 15 - 42 baht dan ada extra charge 10 baht untuk rute lanjutan dari On Nut ke Bearing. 

Taksi
Tarif taksi di Bangkok menurut saya lebih murah dari di Indonesia. Untuk taksi kalian bisa pilih uber taxi yang bisa dipesan online melalui aplikasi Uber, atau taksi biasa yang bertanda taxi meter diatas mobilnya. Tarifnya mengikuti harga yang tertera di argo. Tarif minimum 35 baht untuk jarak satu kilometer pertama. 

Samlors/Tuk-Tuk
Tuk-tuk ini semacam bajai. Tarifnya berdasarkan kesepakatan harga (tawar-menawar). Hati-hati dengan supir tuk-tuk yang ada disekitar Grand Palace yaa, biasanya mereka sembarangan aja ngasih harga, harus pandai nawar. 

Kapal
Kapal ini melayani rute sepanjang sungai Chao Phraya diantara Nonthaburi Pier di Utara Bangkok ke Wat Ratcha Singkhon Pier di Selatan Bangkok. Tarifnya juga paling murah, mulai dari 10 Baht - 32 Baht tergantung jarah dan tipe kapalnya. 

Nah semoga informasi diatas berguna. Kalau ada yang pengen ditanya, silahkan tulis di comment box. Selamat menjelajah Bangkok. Selamat khilaf dengan semua yang ada disana ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

*NB : Semua kata 'disini' itu bisa diklik

Kamis, 14 Juni 2018

Tips Mengurus Visa Korea Multiple Entry 5 Tahun

Anneyonghaseo Oenni, Oppa. Kali ini saya pengen sharing pengalaman saya mengurus visa Korea Selatan multiple entry dengan masa berlaku 5 tahun. Namun sebelum kalian memutuskan untuk mengurus visa multiple entry 5 tahun ini, kalian harus tau terlebih dahulu apakah kalian masuk kriteria yang berhak mendapatkannya. 
Ini kriteria orang-orang yang bisa mengurus visa Korea 5 tahun
Prosedur mengurus visa single maupun multiple entry sebenarnya sama saja, yang membedakan hanya biayanya. Syarat-syarat mengurus visa Korea bisa kalian lihat dibawah ini : 
Semua dokumen ini disusun berurutan dan distaples yang rapi
Langkah pertama yaitu mengisi formulir aplikasi visa yang bisa kalian download disini. Saya kasih formulir yang sudah terisi komplit supaya kalian tinggal nyontek. *Baiknya saya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜‹
Formulir yang sudah terisi lengkap bisa didownload disini. Kalau masih ada yang kurang jelas dari isian aplikasi tersebut, anda bisa juga lihat panduannya disini. Setelah mengisi formulir aplikasi dan menyiapkan semua dokumen yang dibutuhkan, langkah selanjutnya adalah menuju Kedutaan Korea Selatan yang beralamat di Jalan Gatot Subroto No. Kav 57, Kuningan. No telp kedutaan 021-29672555. 

Beberapa informasi yang mungkin kalian butuhkan sebelum menyerahkan berkas ke Kedutaan Korea Selatan :
  1. Tidak ada jumlah saldo rekening tabungan mutlak yang harus dimiliki, namun normalnya adalah Rp 1.000.000/hari dikali lama tinggal di Korea. Jadi misalkan kalian berencana tinggal di Korea selama 8 hari, kalian harus memiliki saldo minimal Rp 8.000.000.
  2. Tiket pesawat dan reservasi hotel tidak dibutuhkan dalam pengurusan visa Korea Selatan
  3. Jika anda sudah punya paspor US, UK, Aussie, dan New Zealand, kemungkinannya lebih mudah untuk mendapatkan visa korea. 
  4. Jika kalian ga punya visa-visa yang saya sebutkan diatas, untuk mendapatkan visa multiple entry 5 tahun, minimal kalian sudah 2x ke Korea. 
  5. Proses pengurusan visa Korea multiple entry 5 tahun hanya SEHARI. Jadi misalkan kalian masukin berkas hari ini, keesokan harinya visa kalian sudah bisa diambil. MANTAP!!
  6. Biaya visa sekitar 1,2 Juta.
Selamat mengurus visa Korea Selatan, teman-teman. Good Luck!!


Jumat, 08 Juni 2018

Oppung

2 minggu yang lalu saat saya sedang di Santiago (Chile), beberapa pesan dari keluarga masuk ke ponsel saya yang mengabarkan bahwa oppung (nenek) satu-satunya akhirnya dipanggil Tuhan. Saya membalas pesan tersebut dengan emoticon ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Berdasarkan perhitungan usia anak sulung + perkiraan beliau menikah usia 25 tahun, Oppung saya ini diprediksi berumur 94 tahun. Kami ga tau pasti usianya karena dia lahir jaman dahulu kala, dan sewaktu-waktu (tanpa embel-embel) minta ngerayain ulang tahun. Doi punya 7 anak dan sekitar 40-60an cucu cicit. Dua org anaknya dan empat org cucunya sudah pergi mendahuluinya. Itu sebabnya doi sering kali sebel knapa orang-orang muda yang duluan meninggal bukan dia.  

Oppung saya ini punya kepribadian yang agak ajaib. Kuingin flashback sedikit. Kalimat yang selalu, selalu dan selalu diceritkannya ke cucu-cucunya adalah : "Aku ini bisa berumur panjang begini, karena dulunya aku orang yang sangat baaiiiiiiiikkk. Dulu juga aku yang paling cantik di kampung. Aku mau sama kakekmu karena aku dipelet. Cerita ini diperdengarkan pada kami turun-temurun. Apakah kisah ini benar?? Hanya dia dan Tuhan yang tau. 

Diumurnya yang semakin tua, semakin banyak tipu muslihat yang bisa dikeluarkan Si Oppung. Suatu kali dia ngomong ke anak sulungnya (bapak ku) : "Rasa-rasanya waktu ku sudah tinggal dikit. Kayaknya aku mau meninggal dalam minggu-minggu ini. Tolong kumpulkan smua anak-anak dan cucu-cucu ku. Aku pengen memberi nasihat untuk yg terakhir kalinya ke kalian semua"

Karena dia ngomongnya serius, hebohlah tuh kami ngumpulin semua anak-anak dan cucunya Si Oppung. Dari seluruh pelosok Indonesia diusahakan datang ke Batam. Ga perduli gimanapun caranya harus kumpul!! Akhirnya setelah kami semua kumpul kami nanya ke Oppung "Ayo pung, ini kami sudah kumpul semua, sampaikanlah pesan terakhirmu utk kami"

Terus dengan santai dong yaa Si Oppung jawab "Kayaknya aku ga jadi mati minggu ini. Tiba-tiba aku ngerasa sehat lagi. Pulanglah kalian smua"

Emosi ga dengar jawaban kayak gtu??? Hahahhahah 
Hal yang seperti ini bukan hanya sekali terjadi, tapi beberapa kali.

Pernah suatu kali ada seorang anaknya datang dari siborong-borong utk jenguk Si Oppung. Dari jauh mata anaknya udah berkaca-kaca karena melihat Oppung dan pengen meluk. Saat sudah dekat dan pengen peluk tiba-tiba Si Oppung teriak sambil mencegah si anak itu mendekat "Ehhh sana sana dulu. Kau si *** kan?? Kau kan udah mati, kenapa bisa datang kesini dan hidup lagi??"
Suasana yg harusnya haru malah jadi berantakan karena Si Oppung. Si anak ga jadi terharu malah sebel ๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ


Sering juga Si Oppung mengelabui saya. Kebetulan Si Oppung dulunya tidur bareng saya.Suatu kali tiba-tiba dia ngomong: "Hanna, di usiaku yg tinggal dikit ini, aku mau mencurahkan berkat-berkatku untukmu. Duduk sini mendekat, biar kuberkati kau"
Nah diomongin lah tuh yang baik-baik untuk saya. Setelah selesai terus dia ngomong "Minta lah 50ribu, Kan kau udah kuberkati. Berkat dari orang tua itu susah loh dapatnya 

Yaaa elah pung pung, minta duit aja mesti pake tipu muslihat ๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž

Oh iya, meski angkatan tua, Oppung saya ini lancar membaca, loh! Katanya dia dulu sekolah sampai kelas 3 SD. Nah pernah suatu hari dia duduk di teras sambil membaca Alkitab. Tiba-tiba dia masuk ke kamar dan ngomong ke saya : "Han. lihat ini! Kayaknya Alkitab ini dipalsukan orang! Ga ada lagi Firman Tuhan yang sama dengan yang ku tahu di dalam Alkitab ini" 
Jelas saya bingung apa maksudnya ucapan Si Oppung. Terus saya tanya : "Dipalsukan gimana pung? Bagian mana yang dipalsukan?"
Lalu dia menyerahkan Alkitab tersebut ke saya: "Nih liat, baca sendiri!"
Yaaelah ternyata dia lagi baca Alkitab berbahasa Inggris, pantes aja dia ga ngerti. Hahhahahaha ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

Pernah jg suatu kali saat abang-abang di perantauan mudik ke Batam. Mereka nongkrong di depan sambil ngobrol-ngobrol. Terus tiba-tiba Si Opung ngomong: "Hendi, ambil ember dan cangkul. Gali paret di depan itu. Di dalam paret itu ada emas 5kg. Kalau sudah dapat emasnya jangan difoya-foyakan. Jual emasnya dan uangnya untuk bangun gereja"

Karena Si Oppung ngomong nya serius dan Si Abang ga berani ngelawan omongan orang tua, akhirnya digalilah itu paret sampe dia keringatan ga karu-karuan. Setelah paret bersih Si Abang nanya ke opung: "Mana pung? Ga ada pun emasnya" 
Terus Si Oppung dengan enteng njawab "Sabarlah. Itu tanah hitam bekas galianmu nanti bakal berubah jadi emas. Tunggu aja!"


Sampe lebaran naga juga ga bakal mungkin tanah hitam berubah jadi emas. Hahahhahahhaa.

Oiya Oppung ini uda berkali-kali minta didoakan biar cepat meninggal, tapi ya gitu tiap hari malah makin sehat Suatu kali pernah dia keliatan seperti udah mau meninggal banget. Dia ngomong sendiri seharian penuh. Ngomongin tentang kampung halamannya, anak-anaknya, cucu-cucu yang diingatnya, dan smua sahabat-sahabatnya di kampung. Akhirnya anak-anaknya sepakat membawa Oppung ke kampung. Alasannya biar gampang dikebumikan disebelah suaminya. Eeh sampe kampung malah dia jadi sehat walafiat dong ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Salah satu cucunya sampe pernah ngomong ke orang tua nya (anaknya Oppung) : "Pa, kayaknya Oppung ini uda ga bsa mati lagi. Masak hampir tiap hari makan Indomie masih sehat-sehat aja? Satu-satunya cara mungkin kita racun aja lah. Atau mungkin Oppung ini punya 'pegangan' yg harus diwariskan dulu, baru dia bisa meninggal ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Keliatannya jahat ya?? Tapi sesungguhnya nggak. Kami jg sudah kasihan dengan tubuhnya yg sudah terlalu tua. Memang sudah seharusnya Oppung beristirahat. 
๐Ÿ˜‡
Aaahh kalau mau dibahas smua tentang kelakuan Oppung mungkin butuh 1 rim kertas untuk menuliskannya. Ini foto waktu Oppung ikut ke nikahan abang di Jogja 3 tahun yang lalu. Sampai saat akhirnya beliau ga sakit apapun. Dia pergi begitu saja dengan tenang ๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™
๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹
Selamat jalan oppung. Terimakasih utk semua keceriaan yg pernah oppung berikan. Rest in peace ๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡
Gaul amat, sist ๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž

Rabu, 06 Juni 2018

MUDAHNYA MENGURUS VISA BOLIVIA (2)

Cerita sebelumnya ada disni.

Sekitar jam 4 sore saat sudah di pesawat (akan) menuju Lima (Peru), saya mendapat emai approval visa dari Embassy. Sata transit 1 malam di Lima, dan melanjutkan perjalanan ke Cusco keesokan harinya. Sesampainya di Cusco, dengan semangat membara, saya menunjukkan email approval visa tersebut ke petugas. Petugas dengan muka lempeng menjawab "Oohh kalau apply nya di Bogota, berarti kalian ngeprintnya juga harus di Bogota. Ga bisa disini!" #Jleebb. Mendengar itu serasa kesamber petir. Kemudian saya menjelaskan ulang duduk perkaranya mulai dari awal, bagaimana staff embassy Bolivia yang di Bogota telah mempermainkan kami secara brutal. Petugas tampak iba mendengar cerita kami. Lalu dia meminta saya untuk menghubungi staff embassy Bolivia di Bogota. Nelponnya lama banget, pake telpon kantor. Petugas yang di Bogota ngotot bahwa visa bisa tinggal di print sementara petugas yang di Cusco juga ngotot peraturannya tidak seperti itu. Kalau apply di Bogota, harus stampel dan print di Bogota juga. Selidik punya selidik ternyata staff embassy bolivia yang di Bogota itu adalah orang baru, jadi dia belum tau peraturan secara jelas. Singkat cerita, akhirnya petugas menyarankan kami untuk submit online ulang. Lelah kakak, dek ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข

Setelah submit ulang, petugas meminta saya menunggu paling lama besok visa sudah selesai. Saat itu lagi-lagi jatuh di hari Jumat. Di hari yang sama sekitar pukul 5 sore visa kami akhirnya beres. Petugas mengontak saya di whatsapp dan menunggu kedatangan saya untuk menempel visa. Cilakanya saat itu saya tidak punya internet, saya membaca pesan dari petugas hari Sabtu paginya dan hari Sabtu tentu saja embassy libur. Di hari Senin, saya kembali ke embassy. Petugas memberikan struk yang harus disetorkan ke Bank. Setelah membayar 30$ ke Bank terdekat yang ditunjuk oleh petugas, akhirnya visa Bolivia bisa tertempel dengan manis di satu-satunya lembar yang tersisa di paspor saya. Ppffttt!!
Haiii ๐Ÿ˜ˆ๐Ÿ˜ˆ๐Ÿ˜ˆ
Ada beberapa informasi yang pengen saya bagikan untuk kalian yang berencana ingin ke Bolivia juga. 
  • Pengurusan visa Bolivia dibedakan atas 3 grup. Indonesia masuk di Grup 3 sejajar dengan negara-negara konflik seperti Irak, Lebanon, Syria, dan lain-lain. Oleh sebab itu pengurusan visa untuk negara-negara di Grup ketiga ini lumayan melelahkan dan dikenai biaya 30$. Sementara untuk negara-negara yang ada di Grup I seperti Denmark, Singapore, Iceland, dan lain-lain bebas visa dan untuk negara-negara yang berada di Grup II seperti China, Malaysia, dan lain-lain tetap harus mengurus visa, namun prosesnya sangat mudah. Bahkan kalau sedang beruntung hanya 5 menit dan GRATIS!!
KITA DISEJAJARKAN DENGAN NEGARA-NEGARA INI
  • Ada beberapa Embassy Bolivia di Amerika selatan, diantaranya di Lima, Cusco, Arequipa, Ilo, Tacna, Calama, Santiago. Kalian bisa ngajuin visa Bolivia di salah satu dari kota-kota tersebut. Atau kalian juga bsa apply di Embassy Bolivia yang ada di Beijing, China. 
  • Jangan percaya akan janji-janji manis petugas Embassy Bolivia yang di Bogota. Duuuh kalau denger nada bicara dan postur tubuhnya kayanya semua serba mudah eehh ternyata tampang mereka hanya tipu muslihat biar kita cepat-cepat pulang. Mereka ga bisa bahasa inggris sama sekali. Kalau mau ngobrol dengan petugas harus pake google translate. Petugas disana juga harus didesak terus-menerus, kalau nggak didesak itu berkas kalian cuma ditumpuk disana tanpa dikerjain. 
  • Petugas Embassy Bolivia di Cusco baiiiiikkkk bangettt. 2 jempol untuk kebaikan beliau. Selain baik doi juga bisa bahasa inggris. Bener-bener super helpful. Aku padamu pak ๐Ÿ’˜๐Ÿ’˜
Berikut alamat dan contact person embassy Bolivia yang ada di Bogota dan Cusco.
BOGOTA
Email Tambahan :  consular@embajadaboliviacolombia.org  dan recepcion@embajadaboliviacolombia.org
CUSCO 

Sekian dulu cerita dari saya. Ada apa aja di Bolivia akan saya ceritakan kapan-kapan dipostingan selanjutnya. Salam dari Salar de Uyuni ๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹

MUDAHNYA MENGURUS VISA BOLIVIA (1)

Hola. Buenos Dias ๐Ÿ˜Š Kali ini saya pengen sharing pengalaman saya mengurus visa Bolivia. Sebenarnya mengurus visa Bolivia ini mudah, yang membuatnya menjadi sulit adalah sangat sedikit informasi yang menceritakan prosedur pengurusan visa Bolivia untuk pemegang paspor Indonesia. Ditambah lagi belum adanya Embassy Bolivia di Indonesia. Kota terdekat untuk mengurus visa Bolivia adalah Beijing di China. Nah untuk ke Beijing kan butuh visa juga, butuh banyak biaya lagi kalau harus ke China. Ditambah lagi yang paling menyebalkan adalah orang-orang yang sudah pernah ke Bolivia namun pelit banget dimintain informasi, ntah kenapa susah banget ditanyain, dijawab juga separoh-separoh, ntah apa yang ditutup-tutupi ๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž

Beberapa orang yang saya tanyain responnya beragam, mulai dari nakut-nakutin ngurus visa Bolivia susah, butuh waktu 45hari, harus ada surat rekomendasi dari kedutaan kalau mau cepat, mending ga usah ke Bolivia deh, masih banyak negara lain disekitarnya yang ga kalah bagus, dan omong kosong lainnya. Dengan tekad bulat, akhirnya saya hiraukan segala omong kosong tersebut dan berjuang. Dapat nggak dapat urusan belakangan, yang penting saya usaha dulu. Yang pertama saya lakukan adalah mengontak salah satu teman yang bertugas di Kedutaan Indonesia di Bogota untuk meminta surat rekomendasi. Beliau menyanggupi dan akan memberikan surat rekomendasi sesampainya di Bogota. 

Okay, tanpa berlama-lama saya akan jelaskan prosedurnya. Pertama-tama kita harus mengisi aplikasi online dulu melalui link berikut,
(1)
Anda akan menerima email berisi 4 angka kode, masukkan kode tersebut ke kolom berikut :

(2)
Setelah itu isikan data diri anda
(3) Jangan lupa isi kolom pekerjaan dan no hp
Biasanya dibagian ini yang sering bermasalah saat upload photo. Dimensi foto harus dibawah 300x300. Kemaren saya pake ukuruan foto 217 x 217. Kalau sudah masukin foto klik continuar/ continue.
(4)
Masukkan data paspor. No paspor, negara, kota, provinsi, tanggal pembuatan dan tanggal berakhir paspor, lalu klik continuar/ continue.
(5)
Apakah anda pernah memiliki visa Bolivia sebelumnya? Berapa hari di bolivia, pengundang (bila ada).
Lugar de la solicitud artinya tempat dimana kalian mau apply visanya
Masukkan emergency kontak, bisa pacar, saudara, orangtua, dll. Bebas!!
Bagian ini harus agak hati-hati.
Ditahap ini yang harus kalian siapin adalah :
1. Itinerary, kalian bisa nyontek itinerary saya disini
2. Halaman depan paspor dalam bentuk pdf
3. Yellow Fever vaksin (atau buku kuning), kalau di Indonesia kalian bisa suntik di KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan). Silahkan di googling lokasi KKP terdekat di kota anda. Kebetulan kemaren saya ga suntik yellow fever, dan berkas ditolak karena ga ada buku kuning. Untungnya ada fasilitas yellow fever GRATIS di bandara Bogota. Lokasinya di dekat departure hall. Syaratnya cuma bawa paspor, antri sebentar, suntik, terus langsung dikasih buku kuning. Semudah itu!! Padahal teman-teman yang suntik di Indonesia harus bayar ratusan ribu dan nunggu beberapa hari untuk dapatkan buku kuning
4. Rekening koran (saldo tabungan) 3 bulan terakhir. Ga ada keterangan saldo minimalnya berapa sih, tapi saya saranin siapin 1 juta perhari x jumlah hari kalian tinggal di Bolivia. Misalnya kalian 6 hari di Bolivia, berarti usahakan minimal saldo kalian 6juta.
5. Bookingan hotel yang sudah confirmed (Booking lewat booking.com dan pilih pay at property aja biar ga mubazir kalau visanya reject)
6. Formulir yang sudah kalian isi tadi. Ini bisa kalian dapatkan dari ngeklik form print preview

Semua dokumen harus dalam bentuk pdf dan ukurannya harus kurang dari 500kb. Kalau semua sudah oke, klik finish visa application. Tahap terakhir kalian akan dapat nomor aplikasi seperti ini :
Klik display visa application form
Nah formulir aplikasi visa ini yang kalian print dan bawa ke Embassy Bolivia beserta seluruh berkas yang sudah kalian upload tadi. Masa berlaku form aplikasi ini 15 hari. Jadi kalau kalian sudah submit dokumen, kalian harus serahkan berkas ke Embassy sebelum 15 hari dari masa kalian submit, lewat dari 15 hari berkas tersebut expired dan kalian diwajibkan submit ulang.
Selangkah lagi. 
Jadi kemaren saat landing di Bogota, tujuan pertama kami (saya dan 5 orang teman Indonesia lainnya) adalah Embassy Bolivia. Setelah perjalanan 3 hari, badan gerah karena ga mandi, dengan langkah gontai sambil geret-geret koper, petugas Embassy Bolivia mempersilahkan kami masuk ke salah satu ruangan. By the way sebelumnya saya sudah beberapa kali konsultasi dengan salah satu staff Embassy Bolivia lewat email. Doi bilang berkas saya sudah oke dan komplit, tinggal datang saja, proses sehari, lalu visa beres. Saya yang lugu ini percaya-percaya saja. Sampai di Embassy, staf memeriksa kelengkapan dokumen saya dan teman-teman lainnya. Kami semua di imingi-imingi janji surga oleh staff tersebut. Berhubung dokumen saya belum lengkap, saya disuruh balik ke bandara untuk suntik yellow fever dan kembali lagi kalau sudah punya buku kuning. Sementara teman-teman saya yang dokumennya lengkap dijanjikan akan menerima approval visa keesokan harinya. Berhubung mereka akan terbang ke Santiago keesokan harinya, petugas meyakinkan mereka kalau email approval itu hanya perlu ditunjukkan dan diprint oleh staff embassy Bolivia yang ada di Santiago. Saat itu hari Jumat sekitar pukul 2 siang. Hari Sabtu & Minggu embassy tutup, sementara hari Senin saya punya penerbangan ke Cartagena. Demi visa Bolivia, akhirnya saya batalkan trip saya ke Cartagena. Masih agak ikhlas karena harga tiketnya cuma 400ribuan PP.

Hari Seninnya saya datang kembali ke Embassy. Petugas bilang berkas komplit, kamu akan saya kontak melalui email jika visa sudah jadi. Petugas kembali meyakinkan saya kalau proses visa hanya sehari. Hari Selasa saya tidak selera kemana-mana karena was-was menunggu visa dan masih jetlag parah jadi ga kuat mau kemana-mana. Sampai jam 1 siang, email yang saya tunggu-tunggu tidak juga muncul. Akhirnya saya putuskan bertandang ke Embassy lagi. Petugasnya kembali mengatakan visa belum jadi, mohon tunggu sehari lagi. Besok saya yakin pasti jadi, kata petugas. Saya yang lugu ini kembali percaya dengan kata manis petugas. Dalam masa penantian tersebut saya email petugas dan memohon dengan sangat agar proses visa saya disegerakan, karena saya harus terbang ke Peru Rabu siang. Keesokan harinya (Rabu pagi) karena belum ada email balasan, saya kembali ke Embassy.

Saat itu saya sudah tidak percaya lagi dengan janji-janji manis petugas. Saya desak terus dia, karena saya harus terbang siang itu juga ke Peru. Sialnya ternyata berkas visa saya belum diproses sama sekali dan sudah expired. Petugas berbeda dari yang menangani di awal menyuruh saya untuk mengisi formulir aplikasi online ulang seraya menunjukkan lokasi warnet terdekat, saya disuruh submit ulang berkas dan kembali lagi setelahnya. Emosi mulai di ubun-ubun. Lalu saya ke warnet dan memulai proses isi formulir dari awal. Untungnya berkas-berkas saya komplit di flashdisk. Setelah selesai submit dan print semua berkas saya kembali lagi ke embassy. Petugas menyuruh saya menunggu. Setelah menunggu lebih dari 3 jam namun belum juga mendapatkan jawaban, akhirnya kami pamitan karena mengejar penerbangan ke Peru. Petugas kembali berjanji bahwa sore itu (katanya maksimal jam 3 sore) dia akan mengirimkan approval visa.

Bersambung!!
Dramanya masih panjang. Hahahhahaha

Senin, 04 Juni 2018

TOLERANSI

Beberapa minggu yang lalu saat di Kashmir, tepat di hari Minggu pagi, sebelum kami memulai tour, saya minta izin ke guide dan peserta tour untuk ibadah (ke gereja) terlebih dahulu. Singkat cerita si guide dengan senang hati mengiyakan sambil berkata: "Ayok ku temeni, aku sudah 27 tahun tinggal di Kashmir dan belum pernah sekalipun mampir ke gereja. Aku pengen tau berapa banyak umat Kristen di kota ini"

Akhirnya sampailah kami di gereja. Para peserta tour menunggu di dalam mobil (diseberang jalan gereja), sementara saya dan Amir si guide masuk ke gereja. Awalnya saya kira Amir hanya akan mengantar saya sampai ke pintu depan gereja, namun ternyata saya salah. Doi ikut masuk juga ibadah bareng saya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Setelah ibadah selesai, saya tanya ke Amir "Tadi pak pendeta ngomong apa?"
Karena ibadahnya pake bahasa India dan saya ga ngerti sepatah katapun isi khotbah dr pak pendeta.
Si Amir jawab : "Pak Pendeta bicara tentang Iman. Iman itu dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang BELUM kita lihat"
Terus saya tanya lagi : "Kamu ga takut imanmu berubah karena ikut ibadah barusan?"
Terus dia jawab : "Oh tentu aja nggak. Saya malah bersyukur karena pendeta malah menguatkan imanku"

Lalu Kami kembali ke mobil dan peserta trip saya yg tidak seiman itu memeluk saya sambil bertanya: "Gimana Han? Lega? Seneng udah ibadah?"

Duuhh meleleh. Perhatian yg simple tp nyess banget di hati. By the way di Kashmir 97.16% warganya adalah muslim, 1.84% Hindu, 0.88% Sikh, 0.11% Buddha, dan 0,01% nya Kristen (info dari gugel). Saat beribadah di gereja Kashmir kemaren 99% wanita mengenakan Jilbab. Sementara yang 1% nya yaitu saya sendiri yang ga berhijab ๐Ÿ˜จ๐Ÿ˜จ
Jemaat di Kashmir
Sedikit berbeda dengan Kashmir, beberapa hari lalu, saat di Bolivia, rekan saya pamit pengen ke mesjid untuk taraweh dan saya ngotot pengen ikut. Di Bolivia hanya ada 2 mesjid dengan 0,01% warganya yang beragama muslim. Tempatnya sangat kecil dan hanya ada 3 orang di mesjid tersebut. Saya ikut masuk kedalam sambil menunggu mereka shalat. By the way nama mesjid nya keren "Jesus (Isa) hijo de Maria" yang artinya "Yesus Putra Maria"
Mungkin kalau di Indonesia ada mesjid dengan nama begini bakal jd kontroversi dan polemik berkepanjangan ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
Plank nama di mesjid Bolivia
Lain lagi ceritanya saat saya berkunjung ke Manila beberapa hari yang lalu. Saya nginap di salah satu perkampungan muslim di Manila lokasinya di daerah Quiapo. Disana ada sebuah masjid bernama Quiapo Golden Mosque. Yang menarik dari masjid ini adalah profile picture dari fanspage masjid ini.
Yesus cinta kita semua ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š
Akhir-akhir ini saya sangat sedih ngeliat keadaan negara kita yang super sensitif terutama mengenai agama. Beberapa ceramah para pemuka agama yang ga segan-segan mengkafirkan orang. Yang mengatakan darah orang kafir ‘halal’ dan ujaran kebencian lainnya.Komentar-komentar di medsos yang ga terkontrol. Yang paling sering saya dapati adalah komentar yang  menjelek-jelekkan Yesus.  Orang-orang yang sering berkomentar jelek seperti ini biasanya mainnya kurang jauh.

Banyak juga contoh lain misalnya ada org non muslim yang pake hijab terus berbondong-bondonglah itu netizen Indonesia mengomentari "Subhanallah yaa ukhti cantik banget. Semoga dapat hidayah dengan hijabnya. Diih koq bukan muslim pake hijab? Penistaan agama nih, dll" Padahal yang dikomentari orang Thailand dan ga ngerti bahasa indonesia sama sekali. *Saya screenshot salah satu contohnya dibawah*





Netizen berantem ga ada habisnya

Sampe puncaknya rentetan bom yg terjadi beberapa hari yang lalu. Kita ga bisa nutup mata dengan mengatakan "Mereka (teroris) itu tidak beragama" karena faktanya jelas sekali "Mereka itu beragama. Agama mereka islam" Namun keimanan mereka terhadap islam salah. Islamnya mereka tidak semenyejukkan Guide saya si Amir, peserta tour saya, rekan saya, dan teman-teman dekat muslim saya lainnya. Ga hanya umat islam. Umat Kristen dan agama lain juga banyak yang kehidupan beragamanya bukan menjadi berkat malah menyusahkan orang lain. Banyak loh pastor/ pendeta/ biksu/ dan pemuka agama lain yang radikal. Bukannya menyebarkan kebaikan malah menebar kebencian. Cuma bisa ngelus dada kalau nemu orang yg seperti ini.

Inti dari tulisan yang panjang ini adalah yukk lah kita jdi umat beragama yang menyejukkan, menjaga toleransi, kalau ga bisa bikin damai setidaknya jangan bikin kacau.
Udah itu aja, capek ngetiknya. Selamat menjalankan ibadah puasa untuk semua rekan muslim saya. Semoga ibadahnya lancar. Yukk kita sama-sama mendoakan bangsa kita ini ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š

Minggu, 03 Juni 2018

THR DAN HARAPAN DIDALAMNYA


Sekarang Indoanesia lagi chaos. Rusuh karena ga terima presiden bagi-bagi THR. Hal yang seharusnya disyukuri, malah berujung petaka. Itu bagi-bagi THR duitnya dari mana? Jangan blunder! Begitu secuplik kalimat yang saya dengar sekilas di Youtube. Saya sebagai sobat qismin mania hanya bisa ngakak. Hahahhaha

Ribut-ribut masalah THR ini ga hanya terjadi di lingkungan istana merdeka, kami sebagai pengusaha newbie juga mengalaminya, hanya saja kejadiannya sedikit berbeda.

๐Ÿ‘ณ : Pak Bos
๐Ÿ‘ธ : Saya

๐Ÿ‘ณ : “Ini udah tanggal 1 loh. Gaji anak-anak apa sudah kamu transfer?”
๐Ÿ‘ธ : “Oiya, okay meluncur!! By the way, ini THR mereka sekalian ku transfer aja atau gimana?”
๐Ÿ‘ณ : “Transfer gaji pokoknya aja dulu. Nanti THR kita serahin langsung, sekalian nanti kasih *** sensor juga untuk orang tuanya. Biar kita didoain orangtua mereka. Biasanya kalau ngasih ke orang tua gitu doa-doanya lebih kenceng. Lebih mujarab!”
๐Ÿ‘ธ : “Oh. Okay! Eeh bentar, bentar!! Tapi aku koq ga setuju dengan motivasi kamu. Kalau memang mau ngasih yaa ngasih aja! Gausah ngarep di doain atau macem-macem. Kamu ngasih koq kayak pamrih gitu!”
๐Ÿ‘ณ : “Loh macem-macem gimana? Didoain kan bagus? Justru kita harus minta didoain. Minta doa itu bukan sesuatu yang salah!”
๐Ÿ‘ธ : “Yaa bukan gitu. Masalah mereka mendoakan atau tidak itu bukan urusan kita. Yang jadi urusan kita itu memberi tanpa ngarep apapun! Ga ada embel-embel biar supaya begini begitu sama sekali. Ngasih yaa ngasih aja!”
๐Ÿ‘ณ : “Gapapa minta didoain itu bukan dosa!”

Kalian team mana nih gaes?? ๐Ÿ‘ณ or ๐Ÿ‘ธ ???

baiqq bu 

HAL YANG TABU


“Aku turun di satu stasiun setelah ini!” Kata Eryk, teman saya yang dulunya lama tinggal di Korea, dan sekarang sedang berlibur ke Jakarta.
“Nanti dari stasiun kamu naik gojek?” tanya saya
“Enggaklah. Jalan kaki aja. Deket koq. Eeh tapi disini ini jalan kaki koq kayaknya jadi hal yang tabu yaa?” tanya Eryk seraya menggeretu.
“Tabu gimana?” Jawab saya
“Orang-orang pada ngeliatin aku di jalan. Koq kayaknya mereka rada aneh dan kasihan gitu ngeliat orang jalan kaki sendirian. Padahal jalan kaki itu kan hal yang biasa banget.” Jawab Eryk.

Setelah saya pikir-pikir benar juga yang diomongin Si Eryk. Di Indonesia ini banyak hal yang harusnya ‘biasa banget’ jadi ‘tabu’ untuk dilakukan, dibicarakan, dan diucapkan. Misalnya jalan kaki sendirian (apalagi cewe), sering kali disuit-suitin, pake celana pendek atau baju agak ngepas dipelototin dari atas sampe bawah, iklan susu sapi, payudara sapinya di blur. Itu payudara sapi di blur faedahnya apa coba?? Apa ada Warga Negara Indonesia yang horny liat payudara sapi?

Contoh lain lagi, banyak orang tua yang memilih untuk tidak mengajarkan anaknya  mengenal dan menyebut bagian tubuh dengan benar (terutama yang menyangkut bagian vital). Padahal memperkenalkan dan menyebutkan bagian tubuh dengan nama yang benar adalah salah satu pelajaran seks mendasar bagi anak. Anak-anak berhak mengetahuinya. Jangan ganti nama penis jadi burung, atau vagina jadi meki, atau payudara jadi susu. Ajarkan anak dengan sebutan yang benar, bund!! Mengajarkan anak nama bagian vital itu bukan hal yang tabu dan dosa, bund!

Itu hanya sebagian contoh, masih banyak lagi hal-hal biasa yang di’tabu’kan di Indonesia ini.  Ada pengalaman lain? Tulis dikolom komen yaaa ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

Jumat, 01 Juni 2018

RESOLUSI


Hari ini 1 Juni 2018, telat banget kayaknya mau ngomongin resolusi dipertengahan tahun gini. Eeh tapi gapapalah yaa, it's never too late to start over. 

Setahun belakangan ini saya mengagumi salah seorang facebooker bernama Nas. Nama facebooknya “Nas Daily”. Doi ini seorang traveler berkebangsaan Israel yang konsisten  mengabdikan hidupnya untuk traveling setiap hari lalu mengabadikan perjalanannya dalam video berdurasi 1 menit yang diupload ke Facebook. Videonya keren-keren dan diupload tiap hari tcooyy!! Yeess, doi cuma upload videonya ke facebook, bukan ke Youtube ataupun Instagram. Melalui video-video tersebut dan mungkin beberapa usaha sampingannya, dia bisa traveling keliling dunia, meski ada beberapa negara yang ga bisa dikunjunginya karena kesulitan mendapatkan visa dengan paspor Israel.

Dari Nas saya belajar bahwa kita bisa menjadi expert atau ahli dalam sesuatu jika tekun dan konsisten. Saya coba kepo stalking video-video Nas 3 tahun yang lalu. Videonya 3 tahun yang lalu dengan videonya yang sekarang sungguh sangat jauh bedanya. 3 tahun lalu videonya cupuuu banget, gambar goyang-goyang. Kualitas video, cara dia bercerita di video dan lain sebagainya sangat sangat beda dengan yang sekarang!!

Hampir sama dengan Nas, satu lagi anak muda yang konsisten adalah Awkarin. Awal mula Awkarin muncul dengan segala kebobrokannya. Anak muda galau yang diputusin sepihak oleh kekasih, terus nangis-nangis ngasih surprise ulangtahun mantan, bikin klarifikasi di Youtube, dicaci-maki se Indonesia Raya, namun sekarang dia bisa berdiri gagah, ketawa-ketawa ngabisin 55juta sehari tanpa mikir besok makan apa, ada duit buat bayar kontrakan ga bulan depan? Ada duit buat isi bensin ga? Ada duit buat bayar gaji karyawan ga? Sobat misqinQu pasti sedih kalau nonton video Awkarin dibawah ini. Umur berapa yaa kira-kira hamba dan sobat misqinQu bisa ngabisin duit sehari 55juta sambil ketawa-ketawa tak berdosa?

Awkarin ini juga orang yang konsisten, men! Di usianya yang belum 20 tahun dia sudah punya mungkin lebih dari 20an pegawai dengan bayaran mahal banget untuk sekali endorse. Gileeee!! Dia berusaha bangkit dari keterpurukannya dan jadi orang seperti sekarang. Kita ga lagi ngomongin kelakuannya yang jelek yaa. Cara dia bangkit dan sukses perlu ditiru.

Ada lagi satu teman saya di Facebook yang juga konsisten nulis di blog. Tulisannya singkat-singkat banget, kadang juga ceritanya antiklimaks, tapi enak dibaca. Setahun ada 365 hari kan? 365 tulisan juga di blognya. Keren!! Blognya bisa dibaca disini. Meski doi belum sehebat Nas Daily dan Awkarin, setidaknya saya terinspirasi dari kekonsistenan beliau dalam menulis. #eeeakk.

Naah mungkin belum terlalu terlambat kalau saya ingin memulai konsisten seperti mereka. Saya juga mau konsisten. Resolusi saya mulai hari ini adalah mau coba posting 1 tulisan perhari di blog. Rencananya sih tulisan-tulisan receh doang tanpa tema tertentu. Bisa tentang traveling, makanan, tcurhat, dll. Doakan saya yaah! Semoga saya istiqomah dan kuat. 

Happy reading Gaes! Kalau mampir kesini minta tolong tinggalin komen kek, biar saya tau kalau ternyata blog saya yang ga seberapa ini ada yang baca.

Muchas Gracias ^_^