Minggu, 21 Mei 2017

Tips Sebelum Traveling ke India

,
Saya ga pernah kepikiran dan membayangkan sebelumnya akan berada di India hampir sebulan, mengingat India bukan negara yang ada di bucket list saya. Belum lagi dengar-dengar cerita tidak mengenakkan dari para traveller yang pernah ke India. Jadi saya ga punya ekspektasi macam-macam tentang India dan ga punya bekal (itinerary) sama sekali. Kejadian ini berawal saat saya mendapatkan tiket promo dengan rute Singapore - Amritsar seharga beberapa ratus ribu saja (lupa tepatnya berapa), disusul kasus error Kiwi yang membuat saya khilaf untuk issued tiket dari Delhi ke Dubai, disusul lagi promo Airasia yang buka rute baru dari Muscat ke Bangkok, dll.

Rencana awal perjalanan adalah saya akan menghabiskan waktu sekitar 4 hari di Kashmir, lalu berlanjut ke Delhi untuk transit menuju Dubai, dan tiket akhir (kembalinya) dari Muscat (Oman) ke Bangkok, terus ke Indonesia. Untuk semua rute ini tiket pesawat sudah ditangan. Namun karena sesuatu hal, akhirnya rencana ini BERANTAKAN TOTAL!!

Karena ini adalah perjalanan kurang lebih sebulan dan mustahil saya bisa nyeritain semua detailnya hanya dalam satu postingan, saya akan singkat cerita pengalaman ini dengan berbagi tips dan sedikit hal-hal yang perlu kalian ketahui sebelum traveling ke India. Mengutip quote nya teman saya "There is two things about India. Either you like it or you hate it! There is nowhere in between" Naah saya di posisi yang "BENCI" dengan India (kecuali Kashmir) Hahahahah.

1. Visa
Sebelum ke India, pastikan kalian sudah mengantongi visa. Visa India bisa didapatkan dengan mengisi formulir online yang ada di sini https://indianvisaonline.gov.in/evisa/tvoa.html. Ga susah koq ngisi formulirnya. Biaya pengurusan visa India sering gonta-ganti. Dijamannya saya biaya pengurusan visa sebesar 60 USD + 2USD utk processing fee. Dua bulan lalu biaya visa turun menjadi 49 USD, dan di bulan Mei ini naik kembali menjadi 50 USD (untuk info lengkap mengenai biaya pengurusan visa, silahkan langsung ke website resminya).

2. Tujuan yang jelas 
India itu luuuuuaaaaasssss bangett. Jadi sebelum kalian memutuskan ke India, kalian sudah harus tau jelas interest-nya, pengen ngeliat apa, kemana, jarak tempuh untuk berpindah kota, dll. Jangan sampai kalian yang punya cuti hanya 5 hari, pengen ke Kashmir, tapi tiket yang kalian beli turun di Kochi dengan alasan tiketnya murah. Itu sama dengan BUNUH DIRI! Dari Kochi ke Kashmir itu jaraknya puluhan ribu kilometer, dari ujung ke ujung. Jangan naif anak muda!!

3. Biaya hidup di India murah 
Traveling ke India sangat cocok untuk traveller budget pas-pasan seperti kalian. Selain karena segalanya disana murah banget, juga daerahnya komplit. Pengen udara yang segar-segar? Silahkan ke Kashmir. Pengen belajar sejarah? Silahkan ke Agra atau Delhi. Pengen mampir ke rumah artis-artis Bollywood? Silahkan ke Mumbai, dll. Yang harus kalian tahu adalah di India ada jurang pemisah yang sangat kentara antara si Kaya dan si Miskin. Kalau kalian tajir banget, yaa tinggal naik pesawat yang harganya mahal banget dari satu kota ke kota lainnya. Kalau kalian BPJS (backpacker pas-pasan jiwa sosialita) yaa tinggal siapkan pengganjal pantat anti tepos untuk naik kereta berpuluh-puluh jam. Harganya tersedia dari yang termurah sampai yang termahal. Semua bisa diatur!

4. Waspada Scam
Kata orang, India terkenal dengan scam atau tipu-tipunya. Hal ini ga sepenuhnya benar! Hampir sebulan di India. saya tidak mengalami scam sama sekali. Nah seandainya kalian berpotensi untuk terkena scam, ada jurus ampuh untuk menghindarinya. Yang pertama bisa dengan mengancam "I Call Police!" Sambil nunjuk-nunjuk mukanya dan dengan nada suara harus lebih tinggi dari suara si Penipu. Kalau cara yang pertama ini ga mempan, pakai cara kedua. Yaitu "lari atau tinggalkan orang tersebut" Cara ini bisa diimprovisasi dengan teriak agar didengarkan oleh orang-orang sekitar seolah-olah kita sedang dizolimi. Cara ini terbukti sangat ampuh.

5. Awas Rabies!
Di India, khususnya Delhi dan Goa Banyaaaaakkkk sekali anjing liar. Anjing-anjing ini biasanya menumpuk di kolong mobil. Biasanya bisa sampai 10 anjing dalam 1 kolong mobil. Anjing sebenarnya hewan yang sangat lucu dan menggemaskan, bukan? Benar! Tapi kalau mereka sudah bergerombolan sambil julur-julurin lidahnya dan ngejar-ngejar, sudah ga ada lucunya sama sekali! Sereeemmm 😔😔
Suatu subuh sekitar pukul 2 atau 3 dini hari, rekan saya keluar sendirian untuk nyari makan sahur. Saat jalan tiba-tiba puluhan ekor anjing menyerbu doi. Kaki rekan saya digigit dengan brutalnya sampai celananya sobek. Warga sekitar yang melihat berusaha menolong dan panik karena takut rekan saya ini kena rabies. Dimana saya saat kejadian tersebut? Jelas lagi tidurlah 😂😂
Saya baru tahu pagi harinya. Paginya, kami segera bergerak ke Rumah Sakit terdekat untuk vaksin. Di India, penyakit rabies ternyata adalah masalah yang serius. Di dinding-dinding rumah sakit tertulis jelas "25.000 warga India meninggal setiap tahunnya karena rabies, segera vaksin jika anda digigit anjing" kira-kira gitulah, yang membuat saya makin parno. Kelakuan anjing-anjing brutal ini membuat rencana perjalanan kami menjadi berantakan. Rekan saya harus menjalani vaksin secara berkala, hari pertama, ketiga, ketujuh, ke-14. dan seterusnya. Kami mencoba untuk kembali ke Indonesia, namun setelah mencoba telpon kesana-kemari, sebagian besar rumah sakit di Surabaya tidak memilik vaksin rabies. Akhirnya kami harus tinggal di Delhi sampai jadwal vaksin tuntas. (by the way vaksin rabies di India Gratis. Anda hanya perlu membayar biaya registrasi sebesar 30 rupee atau sekitar Rp 6.000).

6. Melihat kemanusiaan yang sesungguhnya
Di India saya bisa belajar tentang kemanusiaan yang sesungguhnya. Pernah nonton film Slumdog Millionaire? Persis begitu kerasnya kehidupan disana. Terutama di Rumah Sakitnya yang sangat memprihatinkan. Banyak manusia bertubuh kering kerontang tergeletak dikasur-kasur busuk rumah sakit sambil meringis kesakitan, mungkin busung lapar. Belum lagi kehidupan di stasiun kereta yang susah diungkapkan dengan kata-kata. Yaa Tuhaan ampuni hamba yang masih sering mengeluh 

7. Makanan ga enak
Di India, susah sekali menemukan makanan yang lezat. Selama hampir sebulan disana, saya hampir ga menemukan makanan enak sama sekali. Dalam perjalanan darat dari Amritsar ke Kashmir, kami menemui banyak sekali restoran/rumah makan bertuliskan "Breakfast - Lunch - Dinner" Tapi yaa gitulah. Menunya cuma sejenis. Nasi yang disendok terus diaduk-adik pakai tangan si pelayan restoran terus dituang kuah kari 
Selain ga enak, juga kotor alias tidak higienis. Yaa gitulah pokoknya. Pengen nangis kalau diingat-ingat lagi. Hahahha. Suatu kali saya pengen banget makan pisang goreng. Akhirnya saya beli pisang, minyak goreng, telur, dan tepung. Terus saya goreng pakai mini rice cooker andalan saya. Hampir sejam saya bolak balik pisangnya, ga mateng-mateng. Saya sedih ga karuan. Hahhahaha
Satu-satunya makanan yang sedikit masuk akal adalah sate domba. Selain itu wassalam.
(Catatan penting: Sebelum ke India persiapan logistik harus mumpuni, biar kalian ga kurus)

8. Kashmir Surga Dunia
Cerita sedikit tentang Kashmir. Kashmir adalah perbatasan antara India dan Pakistan yang masing sering konflik hingga hari ini. Wajar sih India dan Pakistan sering ribut, wong daerahnya baggguuuuussss bangeeeettt 😍😍
Untuk menempuh Kashmir yang terdekat adalah terbang dari Amritsar ke Srinagar (hanya 50 menit perjalanan). Bisa juga ditempuh dengan jalur darat (24 jam). Dengan alasan kenyamanan dan ingin menikmati pemandangan, saya memilih jalur darat dari Amritsar ke Kashmir. Sebelum ke Kashmir terlebih dahulu harus transit di Jammu. Dari Amritsar ke Jammu saya memilih bus dengan harga termahal (sleeper bus) agar bisa istirahat dengan tenang. Meski busnya sudah agak reyot, tapi lumayan nyaman. Dari Jammu masih harus melanjutkan perjalanan lagi sekitar 8 jam menuju Kashmir. Kami naik taksi (mobil Avanza) yang dipaksa diisi 10 orang sesak-sesakan. Bagian ini paling menyebalkan. Supir bisa sesuka hatinya berhenti. Tengah malam yang sangat gelap si supir tiba-tiba berhenti, kirain mau kencing ternyata dia berhenti untuk tidur. Kapan perjalanan dilanjutkan lagi? Sampai dia kebangun dan seger kembali. 6 jam yang sangat mencekam dengan bau keringat remaja-remaja india yang aduhai. Ppfffttt 🤕🤕🤕

9. Perhatikan Musim & Cuaca
Sebelum memutuskan ke India, ada baiknya anda memperhatikan unsur musim juga. Musim panas di India itu pannnaaassss banget. Kalau lagi panas-panasnya suhu bisa mencapai 55 derajat celcius, ga heran banyak orang yang meninggal di India karena kepanasan. Puncak suhu terpanas itu bulan Juni & Juli. Mungkin bulan yang pas untuk ke India adalah Maret - April atau September - November. Kecuali Kashmir loh yaa. Kalau Kashmir keindahannya bermetamorfosis sesuai musimnya. Musim apapun di Kashmir itu bagus.

Panorama Kashmir ^_^
Demikian yang bisa saya bagikan, silahkan isi comment box jika ada pertanyaan. Semoga tulisan ini berguna 👌👌


0 comments to “Tips Sebelum Traveling ke India ”

Posting Komentar

 

All about Me Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates