Jumat, 21 Oktober 2016

Lika-Liku Mengurus Visa Mauritius

,
Mauritius adalah nama sebuah negara kepulauan yang terletak di Samudera Hindia, sebelah tenggara Benua Afrika atau sekitar 900 KM sebelah timur Madagaskar (kata Wikipedia) atau 560 km (kata link berikut). Ntah informasi mana yang benar. Aah sudahlah. Itu ga penting. Keisengan saya untuk ke Mauritius berawal dari dibukanya rute baru oleh Airasia untuk penerbangan dari Kuala Lumpur ke Mauritius seharga Rp 600ribuan saja sekali jalan. Whaattt, Modal 600ribu bisa ke Afrika??? Siapa yg kuat dengan cobaan seperti ini? Singkat cerita, di suatu malam yang gelap tanpa bayang-bayang bintang dan mantan, dalam kondisi susah tidur, tangan lihai saya bekerja cepat mengissued tiket tersebut. 

Peristiwa ini terjadi tanggal 3 September yang lalu
Sebelum issued tiket tersebut saya kira ke Mauritius ga butuh visa karena setahu saya sebagian besar negara di bagian Afrika sana bebas visa untuk kita pemegang paspor hijau. Ternyata saya salah. Lagi-lagi sifat ga terlalu peduli apa-apa dan males kroscek terlebih dahulu membuat saya harus menerima kenyataan pahit ini. Setelah  googling sana-sini sedikit sekali informasi yang bisa saya temukan tentang pengurusan visa Mauritius. Ditambah lagi alamat kedutaan Mauritius di Indonesia yang tercantum di Google telah berubah fungsi menjadi salon kecantikan. Dalam keadaan hampir putus asa saya kembali mencari. Saya menemukan 2 blog orang indonesia yang pernah menceritakan tentang perjalanannya ke Mauritius, yang pertama blognya mba Yelnawati Aslim dan yang kedua blognya om Cecep Em-Ha. Saya yakin bukan cuma mereka berdua yang pernah ke Mauritius. Mungkin banyak orang Indonesia yang sudah pernah kesana tapi tidak menuliskan kisah perjalanan mereka. Itu sebabnya saya merasa terpanggil untuk menuliskan ini. 

Dari blognya Mba Yelnawati saya tidak menemukan sedikitpun informasi bagaimana cara pengurusan visa Mauritius. Saya berusaha mencari kontak beliau melalui beberapa jejaring media sosial seperti facebook, twitter, google plus, dan akhirnya menemukannya di Instagram. Yang membuat saya senang ternyata doi warga Batam (info ini saya dapat dari blognya), Seolah merasa menemukan teman sekampung saya langsung mengirimkan pesan ke beliau. Yang membuat saya sedih, ternyata pesan saya sampai saat ini belum juga di bales -____- Hidup bisa sekejam ini, kawan :( 

Kembali berusaha, saya mencari informasi melalui blog om Cecep Em-Ha. Saya senang karena berhasil mengontak beliau di Facebook dan di respon. Tapi saat tahu bahwa pengurusan visa beliau dulunya semua dilakukan oleh kantor yang artinya dia ga tau sama sekali bagaimana prosedur pengurusan visanya, saya kembali sedih. Koq gini-gini amat -___-

Akhirnya saya mencari kembali. Saya bertanya ke orang-orang yang saya anggap jam terbangnya lebih tinggi dari saya. Ada yang bilang ngurus visa Mauritius bisa melalui embassy UK. Lalu saya telpon embassy UK untuk memastikan, ternyata mereka tidak menerima pengurusan visa Mauritius. Lalu saya bertanya lagi ke teman yang lain, mereka bilang visa Mauritius bisa diurus di Singapore, mereka punya kedutaan disana. Tapi saya pikir-pikir "Aahh paling juga nanti kalo saya ke Singapore dan ngurus disana mereka bakal minta Permanent Resident seperti syarat lumrah pengurusan visa manapun di luar negeri". Akhirnya saya batalkan niat mengurus visa ke Singapore. 

Website resmi Mauritius juga tidak memberikan banyak informsi. Mereka hanya mencantumkan alamat email dari kedutaan mereka di berbagai negara. 
Website kedutaan Mauritius klik disini
Saya mencoba mengirimkan email ke beberapa alamat email yang ada diatas, namun baru mendapat respon 3 hari kemudian. Karena gemes dengan embassy Mauritius yang slow respon banget dan waktu pengurusan visa yang sudah mepet akhirnya saya telpon embassy Mauritius (nomernya ada difoto atas, jangan lupa cantumkan kode 01017 + No telp, biar hemat). Dari hasil percakapan, mereka berjanji akan mengirimkan persyaratan pengurusan visa segera. Menunggu email dari mereka serasa menunggu jodoh - lamaa, melelahkan, dan jauh! Keesokan harinya saya menerima email dari visa section. Di email tersebut mereka menjelaskan dokumen-dokumen yang wajib dilampirkan untuk pengurusan visa Mauritius.


Butuh waktu 2 hari untuk saya mempersiapkan semua dokumen yang dibutuhkan. Setelah semuanya dirasa komplit, dengan rasa percaya diri saya mengirimkan berkas visa saya melalui email. Sehari menunggu, tak kunjung dijawab. 3 hari kemudian saya coba ganti alamat email lain dan ngemail kembali, tak juga di balas. 6 hari kemudian saya email lagi, masih tak juga di balas. Hari ke 12, karena alamat email yg saya punya sudah habis, saya kembali mengirim email lagi dengan alamat email yang pertama sembari dibubuhi curhatan-curhatan panjang. Karena saya curhatnya pake bahasa inggris, saya tuliskan curhatan saya dengan subtitle indonesia. #Hoeekk

"Yang terhormat kedutaan Mauritius di tempat. Ini adalah email ke empat yang saya kirimkan pada anda sejak dua minggu lalu. Penerbangan saya ke Mauritius tinggal 4 hari lagi. Semuanya sudah saya persiapkan mulai dari tiket pesawat, bookingan hotel, print'an tempat-tempat wisata yang nantinya akan saya kunjungi disana. Tegakah kalian menghancurkan semua mimpi saya tentang Mauritius?? Sekejam itukah kalian?? TOLONGLAH! Balas email saya sekali saja"

*email ini disertai emot nangis. #IniSerius. Beberapa jam setelah curhatan tersebut akhirnya email saya dibalas hanya dengan 1 kalimat. #Jleb


Masalah selesai??? BELUM!!! Mereka perlu di therapy shock. Karena waktunya yg sudah sangat mepet akhirnya setiap hari saya telpon mereka untuk menanyakan perkembangan visa saya.

Tgl 18 Okt : Application already received and visa under still process
Tgl 19 Okt : Membantu rendy mengirimakan visanya yang selalu gagal
Sampe 30kali kirim gagal terus. Sudah diemail ke beberapa email embassy yg lain juga gagal terus. Akhirnya file pdfnya dipisah-pisah dan berhasil

Tgl 19 Okt : Menelpon kembali dan menanyakan status visa. Jawabannya masih tetap sama "Visa lagi di proses"
Tgl 20 Okt : Menelpon lagi. Sampai dia hapal suara saya tanpa saya perkenalkan diri. "Oohh madam hanna, don't worry!! I will send your visa tomorrow! Don't worry, don't worry!
Tgl 21 Okt : Menelpon lagi. Baru juga ngomong hallo, dia udah nyeletuk : "Madam, I already sent your visa. Welcome to Mauritius. Hahaha. You look so happy, hahhahah", katanya sambil ketawa-ketawa sendiri. Ntah dari mana dia tau kalo saya senang" -_____-

"Thankyou sir, I Got it. But my friend not yet"

Ohh you mean Mr Putra?? Oke oke oke. Don't worry. Don't worry. Wait wait!! I will send his visa now. You can check your email 5 minutes later. Hahahhaa.. You look so happy, Hahhahah", Katanya lagi -____-

5 menit kemudian akhirnya urusan visa beres. Ppfffttttt..

Baiklah, akhir kata saya akan menjelaskan semua prosedur pengurusan visa Mauritius:

  1. Formulir aplikasi visa bisa di download disini!!
  2. Dokumen yang dibutuhkan : Form/aplikasi visa yg sudah ditempel foto dan ditandatangani, Scan paspor yg berisi biodata, bookingan tiket pesawat (keluar dan masuk indonesia) dan bookingan hotel terkonfirmasi, rekening tabungan dengan saldo minimal 100 usd perhari x jumlah hari tinggal di Mauritius. Semua dokumen dijadikan dalam 1 file pdf dengan ukuran tidak lebih dari 15 MB. 
  3. Alamat email pengiriman visa : piovisa@govmu.org, No telpon pengurusan visa 010172302109312 (01017 itu kode nomer keluar negeri dengan biaya hemat). 
  4. Embassy Mauritius itu pelit banget. Mereka memberikan izin tinggal sesuai jumlah hari yang kita tuliskan di aplikasi. Saya kmaren nulis cuma 5 hari, terus dikasih 7 hari dan single entry.
  5. Enaknya, visa Mauritius GRATIS!!! Uwoowooo 
  6. Setelah ngirimkan email jangan lupa untuk rajin-rajin nanyain lewat email atau telpon, karena mereka bener-bener slow respon

Sekian yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat. Sampai jumpa di Mauritius :)

17 comments to “Lika-Liku Mengurus Visa Mauritius”

  • 21 Oktober 2016 23.50

    Ah apa benar menunggu jodoh semelelahkan itu *komen ini ditulis dalam keadaan ngigo.

    Ih dedek Hanna ini memang duitnya gak berseri. Dompetnya kayak kantong ajaib doraemon yang unlimited. Mau dong diajak ke Mauritius sambil digendong *dipelototin Rendy

    Huaaaa ditunggu cerita-ceritanya di Mauritius. Rombongan temen2 dari Malaysia ke sana dan kayaknya gak seribet itu hidup mereka urusin visa ya *ya iyalaaah.

    OMNDUUT.COM :D

  • 22 Oktober 2016 01.52
    Hana Ester says:

    Genitnya kamu omnduut. gggrrrrr

  • 22 Oktober 2016 14.41

    Eh akhirnya bisa komen. Keren banget deh bisa memecahkan misteri Visa ke Mauritius. Ngakak jg baca email screenshot yg pake emot nangis. Kalo saya mungkin uda hopeless nunggu email selama itu ngga di bls. Tp worth to try yah.
    Pasti yg ngunjungin blog kamu meledak nih utk para traveller yg ingin ke Mauritius.

    Have fun disana.. Foto yg banyak krn saya pasti bakalan balik lg mampir...

  • 22 Oktober 2016 19.17
    Angga Kusuma says:

    "Thankyou sir, I Got it. But my friend not yet" -->> cieee my friends haha

  • Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
    23 Oktober 2016 07.16

    Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

  • 23 Oktober 2016 07.17

    mau nanya dong, tiket seharga 600rb itu sekali jalan? beli kapan? masih ada promonya? aku belum nemu soalnya.

  • 18 November 2016 21.06
    aol says:

    yuhuuuuuuuuuuuu....
    ini tulisan brilliant yang aku baca hari ini,
    sungguh uda hopless ama biutipul mauritius sialan ini,

    tapi sungguh free kah kk.?

  • 12 Januari 2017 20.47
    sHaa says:

    Hi,

    Gimana Mauritius kmrn? Pasti seru ya :)
    Bagi infonya dong sist, pas pemeriksaan imigrasi di sana ribet ngga? Disuruh nunjukin uang yang kita bawa ngga ya? Pengen kesana tapi butuh info ini banget, heheu..

    Thanks :)

  • 28 Januari 2017 02.36
    mimi says:

    halo,

    mau tanya untuk currency kan disana pake mata uang sendiri ya. pasti ga ada kan di money changer di indonesia? baiknya gimana ya? apa kita tuker dolar/euro disini dan dituker ke local currency disana atau siapin credit card aja atau gimana? heheh anyway blog nya helpful sekaliiii. thanks :)

  • 31 Januari 2017 00.06
    Anonim says:

    itu pas fotonya ukuran brp ya?mau apply visa mauritius

  • 1 Februari 2017 22.35
    Anonim says:

    Seneng baca ceritanya, tapi was-was juga begitu tahu bikin visanya ribet. Semoga suatu saat ke Mauritius bisa bebas visa buat WNI.

  • 6 Februari 2017 22.08
    Idris EFENDI says:

    Jadi yang mana nih yang bener kak? Gratis atau Bayar? Ada yang bilang gratis ada yang bilang bayar, hehehe. Thank you.

  • 17 Maret 2017 19.32
    Anonim says:

    Gratis kalau urus via online lansung ke mauritusnya

  • 19 April 2017 02.59
    Tungau pipis says:

    Selamat sore mbak,
    Saya berniat ke Mauritus juni ini sebagai turis, masalahnya adalah saya nemu blog ini dan yang lain bahwa perlu mengurus visa ke Mauritius, sedangkan saya udah mengemail orang imigrasi di Mauritius dia bilang ga usah visa untuk org Indonesia, bingung saya jadinya

  • 19 April 2017 03.01
    Tungau pipis says:

    http://dha.pmo.govmu.org/English/Mandate/Documents/Visa%20regime%20country-wise.pdf

    Nah di link ini ditulis bahwa saya perlu mengurus visa

  • 19 April 2017 03.02
    Tungau pipis says:

    Sedangkan yang balas bahwasanya org Indo ga usah buat visa itu dari piovisa@govmu.org

    Nah kan bingung saya
    hahahahaha

  • 18 Juli 2017 04.57
    Tungau Pipis says:

    Halo mbak,
    Saya udah pulang dari Mauritius dan ternyata TIDAK PERLU VISA, hahahahaha, senang sekali, lautnya bagus sekali, saya dan keluarga keliling pulau sambil sewa mobil dengan modal GPS bisa jalan sana sini, makan dan shopping sesuka hati, yang penting pas tiba di Mauritius, harus bisa menunjukkan bukti print tiket pesawat PP dan hotel dimana kita menginap karena imigrasinya KETAT banget, banyak turis yang ditahan pas saya tiba, recomended banget deh Mauritius

Posting Komentar

 

All about Me Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates