Selasa, 10 Februari 2015

Legenda Pulau Awi

,
Pulau Awi merupakan pulau kecil yang cukup populer dengan keindahan panorama bawah laut yang terdapat di dalamnya. Pulau ini terletak bagian timur dari Jembatan Barelang atau di bagian selatan dari Pulau Batam dan dapat ditempuh dari Kampung Tua di Pulau Batam yang bernama Kampung Piayu Laut hanya dengan jarak tempuh sekitar 1 kilometer saja dan waktu tempuh berkisar antara 5 – 10 menit. Pulau ini menyimpan wisata bahari yang panoramanya tidak kalah dengan wisata bahari yang terdapat di pantai-pantai yang lainnya. Wisata bahari tersebut berupa pantai yang bernama Pantai Pulau Awi. Pantai Pulau Awi ini bukanlah pantai yang luas, hanya membentang sekitar 100 meter saja. Namun, eksotisme yang terdapat di pantai ini sangat menarik berupa alamnya yang masih fresh, terlihat tanaman bakau yang tumbuh subur di salah satu bagian pulau, pasir putihnya yang tampak mendominasi di sisi pesisir pantai, air laut yang tampak berwarna biru dan jernih membentang dengan indahnya. Tak lupa pula dengan keanekaragaman biota laut yang terdapat di bawah laut seperti berbagai jenis ikan berwarna-warni dan bebatuan karang yang sudah mulai terlihat dengan jarak pandang hanya 15 – 20 meter saja dari pesisir pantai. Bahkan kabarnya ada berpuluh-puluh jenis ikan yang terdapat di bawah laut pantai ini. Sesekali terlihat ikan-ikan kecil yang berenang kesana kemari di sekitar bebatuan karang dengan lincahnya. Sungguh merupakan suatu kombinasi alam yang indah. Di Pantai Pulau Awi ini wisatawan dapat melakukan berbagai kegiatan seperti berenang, menyelam ataupun sekedar bersantai di pasir putihnya yang eksotis sembari merasakan hangatnya sinar matahari. Ya, karena kondisi air lautnya yang jernih dan potensi bahari di dalamnya memungkinkan para wisatawan untuk melakukan kegiatan Snorkling. Namun sayangnya di Pantai Pulau Awi ini sama sekali belum tersedia fasilitas Snorkling bagi para wisatawan, sehingga bagi wisatawan yang ingin melihat panorama bahari di pulau ini harus membawa peralatan snorkling sendiri.
Sumber : Disini
*Backsound : Semua itu bohong, oowwwooo*

Berbekal informasi dari artikel maya diatas, berangkatlah kami segerombolan (31 orang) ke Pulau Awi. Setibanya di pelabuhan Kampung Tua Piayu Laut senyum sumringah masih tampak jelas diwajah kami semua. Air yang jernih, senyum bapak nelayan yang siap mengantar, cukup untuk meyakinkan kami bahwa Pulau Awi bakal sesuai dengan ekspektasi. 7 menit berlalu akhirnya kami mendarat di Pulau Awi, semua terpelongok tak percaya, senyum sumringah berganti dengan muka muram penuh kedurjanaan dunia seakan runtuh
Serius ini Pulau Awi, Pak?
Dimana spot snorklingnya?
Mana pasir putihnya? 
Iyaa ini memang Pulau Awi, Saya sudah 50 tahun tinggal disini, belum ada Pulau Awi lain selain pulau ini. Air lagi pasang, sebentar lagi kalau air surut akan keliatan pasir putihnya. Nanti kalau sudah mau pulang, tinggal telpon saya yaa, saya akan datang lagi. Ujar Pak Nelayan yang mengantar kami sambil berlalu pergi meninggalkan luka mendalam.

Kami berpandang-pandangan satu sama lain. Ada hening yang sangaaattt panjang. Pulau Awi yang sebenarnya adalah hutan belantara yang dipenuhi semak belukar. Hanya ada satu kehidupan masa lampau disana (baca: kuburan). Tak ada pantai, pasir putih, apalagi spot snorkling. Kami harus membabat ilalang yang tumbuh subur agar bisa sekedar duduk dan menikmati makan siang. Satu-persatu kami mulai merenungi dosa dan kesalahan kami selama ini. Mengingat jasa-jasa orang tua yang tinggal jauh di Batam, merenungi kembali mengapa setua ini masih jomblo hidup ini ga adil!! 

Life must go on, gaes!! teriak salah satu teman saya. Daripada menyesali dan mengutuki Pulau ini, lebih baik kita membuat pulau ini jadi tampak asik dan indah. Mulailah kami memperlakukan Pulau Awi layaknya Maldives. Suasana awal yang mencekam berubah menjadi ceria, ketawa cekikikan, main lempar-lemparan bola, berenang kesana kemari layaknya ikan cucut. 
Ini baru sebagian. Sebagian lagi ga tertangkap kamera :) 

Ga ada indahnya. hahaha
Pulau Awi yang tak seberapa itu menjadi sejarah baru. 31 orang telah berhasil merintis jalan bagi para pelancong lain yang mungkin akan jadi korban keganasan indahnya Pulau Awi di dunia maya. Don't trust google too much, gaes!!!
Let's take a groupie 
Oiyaa tarif untuk menyebrang ke Pulau Awi Rp 100.000 PP/kapal. Kapal pompong tersebut bisa diisi 10-12 orang. Tidak ada apa-apa disana selain satu kuburan China. Jadi jika ingin kesini persiapkan segala sesuatunya dengan baik, terutama persediaan makanan dan minuman
Ntah ngetawain apa ini sampe megang-megang perut. haaha
video
Akhir kata : "Kebahagiaan itu menular, jadi usahakan dirimu selalu berbahagia dalam keadaan seburuk apapun. Usahakan juga bergaul dengan orang-orang yang bisa menciptkana kebahagian. Bergaul dengan mereka yang membuat sesuatu 'Hal Buruk' menjadi 'Hal Baik' cukup untuk membuat mu menjadi 'Orang Baik' pula" Amiiiinnn... 

Nb : Blog ini sepertinya dibajak, tulisan hanna ester yang sesungguhnya ga pernah seserius ini. Bhaayyy ^_^

2 comments to “Legenda Pulau Awi”

  • 11 Februari 2015 01.53
    Gia Ghaliyah says:

    OOooo jadi gitu ya kak

  • 24 Maret 2015 22.56
    Eka Handa says:

    Wkkkkkk... Aku baru baca.. Maafkan aku sudah mengabaikan tulisanmu qaqaaaa.. Lol..

    Sampai detik ini masih membekas dihatiku suasana pulau Awi yg sangat mencekam.. -_____-

Posting Komentar

 

All about Me Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates