Kamis, 18 Juli 2013

RInjani -> antara Mimpi, Hidup dan Mati (Negeri di Atas Awan)

,
*Memasuki blogger dengan kostum minions* Wuiiih ternyata hampir 4 bulan gue ga ngeblog. Kemana aja kalian?? *Nanyanya Kebalik* Hehhe..

Banyak kejadian-kejadian spektakuler yang gue alami selama 4 bulan ini (pasca postingan terakhir gue, yang ulangtahun dan dapat jodoh itu loh) hahaha.. Salah satunya yang paling spektakuler adalah "GUE UDA SAMPE KE PUNCAK TERTINGGI RINJANI (PUNCAK TERTINGGI KEDUA DI INDONESIA)" penting ini dicapslock smua. *toyor*

Satu-satunya film Indonesia yang tayang di Bioskop yang gue tonton sampe 5 kali adalah "Film 5cm" Saat nonton yang kelima kalinya (Waktu itu gue nonton sama temen2 di Medan) asli gue tidur sepanjang film diputer, setelah film selesai, gue dibangunin. Hahaha.. Dari film ini banyak pelajaran yang bisa gue ambil, salah satunya tentang persahabatan dan karena film ini juga gue bercita-cita untuk "menaklukkan salah satu gunung yang ada di Indonesa"dan pilihan itu jatuh ke Rinjani.

Dengan tekad dan semangat yang kuat, akhirnya salah satu mimpi dan cita-cita gue ini berhasil diwujudkan. Bulan April yg lalu dengan bermodalkan tiket promo citilink 200rb'an, kami mulai nyusun strategi untuk liburan ke rinjani. Kebetulan gue lagi libur kuliah selama 2,5 bulan dan libur kerja selama 34 hari (jangan tanyain gue kerja dimana) hahaa. dari tanggal 30 Juni - 8 Juli agenda libur kami rencanakan 3 hari di Bali, dan 5 hari di Lombok. Gue berangkat dari Batam bareng dengan temen SMP gue namanya Eric (Uda 13 tahun ga pernah ketemuan) dan salah satu personil lagi si Pacar (panggilannya wawa) yang berangkat dari Kalimantan Timur. Ciieee ^_^. Di Bali waktu itu rame karena janjian dan ketemu dengan teman SMU, tmn sekelas kuliah dan keluarganya (Suami istri + 2 anaknya) dan temennya temen namanya Davie. Tapi kali ini gue bukan pengen cerita tentang Balinya :)

Setelah 2 bulan melalui perdebatan panjang dengan wawa yang bersikeras menolak Naik Rinjani dengan alasan "Nanti ada apa2 gimana? Rinjani loh itu, bukan Gunung Bintan! Wewe itu gak pernah jalan kaki, kemana-mana naik motor, ga usah sok gaya la mau naklukin rinjani. Pokoknya gak Mauu!!!! Kita liburan yang wajar-wajar aja la, jangan cari mati" gitu kata wawa.
Tapi bukan Hanna namanya kalo segala sesuatu bisa dihentikan dengan sebegitu gampangnya. Gue yakinkan si wawa, "Kita bakal baik-baik aja, bantu aku mewujudkan salah satu impian besarku ini yaa!! Bla bla blaa blaa blaa. Akhirnya wawa ga bisa ngomong lagi dan terpaksa setuju. Hmmm -__-

Sampe la di Hari H-1, meleset dari rencana tiba-tiba eric ngomong "Na, aku belum puas di Bali, masih banyak tempat yang belum kita jalani disini, besok aja la ya kita ke lomboknya" hhmm akhirnya kami nginep 1 malem lagi di Bali. Hanya Sisa waktu 4 hari untuk mendaki rinjani, awalnya kami juga ga yakin bakal sanggup naklukkin rinjani hanya dalam waktu 4 hari 3 malem, karena tiket kepulangan sudah di Beli. Kalau telat dan kenapa-kenapa di atas gunung pastilah tiket hangus.

Sampe di Lombok kami disambut oleh temennya eric namanya Ifa dan suaminya. Siangya kami istirahat sebentar untuk memulihkan tenaga sebelum memulai pendakian besoknya, dan malemnya kami kerumah porter + guide untuk nego harga dan disepakatilah harga 1,5 juta untuk kami bertiga (all in) sewa tenda, sleeping bag, logistic, transport dan tiket masuk rinjani. Muraahh kan yaa?? ^_^ dalam waktu satu malem jg kami nyiapin semua perlengkapan kayak headlamp, obat-obatan, makanan ringan, tabung oksigen, dll.

Kami berangkat dari rumah ifa jam 7 pagi, terus naik angkutan ke pasar (lupa nama pasarnya), terus ganti angkutan lagi menuju desa sembalun, sampe di desa sembalun sekitar jam 1 Siang, karena mobilnya sempat mogok sejam. Dari Desa Sembalun perjalanan kaki dimulai. Kami mulai berjalan sekitar 5 jam perjalanan dan sampe ke pos 2 setengah sekitar jam 6 sore. Di pos 2 setengah (pos ekstra) kami mendirikan tenda dan nginep semalam untuk melanjutkan perjalanan besok paginya.

Kenapa gue nyebutnya pos dua setengah? karena jarak antara pos 2 dan pos tiga itu jauuhh, diantara pos dua dan pos tiga dbangun pos Ekstra. Dari pos ekstra ke pos 3 butuh waktu 30 menit perjalanan lagi. Kami sengaja nginep di pos ekstra karena sumber air ga jauh dari sini. Hehehe..
Disini masih semangat dan berbunga-bunga. Hahhaha..
Mungkin karena semangatnya jadi capeknya ga terlalu kerasa padahal jalannya terjal, berpasir, nanjak dan kiri-kanan penuh jurang. Di pos 2 setengah aja pemandangannya udah keliatan luar biasa indahnya, gue masih ga bisa ngebayangin gimana keindahan dipuncak rinjani sana. Setelah dirikan tenda, pak guide yang ngerangkap jadi porter + chef nyiapin makan malem. sementara kami sibuk moto-moto karena sunsetnya keren. Malemnya makanan terenak yang pernah gue makan terhidang. Sarden + Indomi + Nasi + telur + Segelas Milo. Ntah kenapa rasanya nikmatt tak terkatakan, mungkin karena makannya diatas gunung, cuaca dingin luar biasa ditambah lagi pemandangan langit yang amazzziiingggg... Bintangnya sebanyak pasir dilaut. Bener-bener indah. Beberapa kali gue neteskan airmata karena kagum dengan kebesaran Tuhan. Seriuuss kereenn bangett ^_^
Pasca pingsan karena kedinginan
Besok paginya setelah sarapan (tetap dengan menu nikmat) kami bongkar tenda dan ngelanjutkan perjalanan menuju plawangan. Perjalanan dari pos ekstra ke pos plawangan memakan waktu sekitar 13 jam (ternasuk istirahat beberapa kali). Plawangan jauhnya ga kira-kira reekk, lagi-lagi gue nangis, antara ga nyangka karena gue sanggup jalan sejauh itu, dan karena kagum dengan keindahan ciptaan Tuhan. Tugas gue sepanjang perjalanan ngasih semangat ke orang-orang "Spirit sir, spirit mom, semangat bang, semangat kak" hahahah.. Sampe di Puncak gue pingsan dan ketemu salah satu orang yang gue semangati itu, terus dia nyeletuk "Ini kan mbak yang dari bawah selalu teriak spirit ke orang-orang itu kan? Dia kenapa pingsan?" Katanya dengan nada mencibir hahhahaha -____- Hannaa hannnaaa *toyor-toyor kepala*
Puncaknya uda keliatan, tapi butuh waktu 3 jam lagi untuk sampe ke atas :(
Akhirnya setelah ngos-ngosan dan napas tinggal satu-satu sampelah kami di perkemahan plawangan. Astagaaaa kereennnyaaa meleleh makkkk e... Luaarrr biasaaa, Badaiii.. Ini pos terakhir sebelum orang-orang bener-bener melakukan pendakian. Jadi dua hari ini kita dianggap belum mendaki -_- pendakian yang sebenarnya dimulai dari plawangan. Dari plawangan ke puncak semua barang-barang harus ditinggal di tenda, karena medan yang terjal. Waktu itu kami cuma bawa 2 kamera SLR. Porternya bijak sekali, dia bawain kompor + sleeping bag. Tau aja dia gue bakal pingsan. hahaha..
Pemandangan dari perkemahan plawangan
Kami memulai pendakian jam 1 malam dengan modal segelas milo dan semangkok indomi, karena persediaan makanan uda menipis. Dinginnya luar biasaa, gue gemeteran padahal uda make 2 jaket tebel + dua kaos tangan panjang + 4 kaos kaki + 2 sarung tangan. Pelawangan rame banget, ada sekitar 30 tenda disekitar tenda kami, dan kami orang yang pertama kali memulai pendakian tapi jadi orang yang terakhir kali turun -____-
ketce kan :p
Guidenya memprediksikan kita bakal nyampe dipuncak jam 5 pagi dan dapat sunrise, nyatanya? Kami nyampe puncak jam 11 pagi, orang-orang uda pada turun dan sangat sepiii. hahahhaa..
Ini si Wawa sang Jagoan. hahahha (TOP Rinjani, 7 Juli 2013)
Jam 6 pagi (posisi masih di badan puncak) gue bener-bener ga bisa nahan dingin yang nusuk kulit. Gue pingsan dan hampir putus harapan, Sanggup gak yaaa!!! Gimana kalo gue mati disini, sementara orang tua sama sekali ga tau kalo gue naik rinjani. 
Eric : "Na, ayolahh semangatt ko wanita dari KEPRI pertama loh sampe bulan Juli di tahun 2013 ini yang berhasil naklukkin rinjani. Bangunlah Na!!! Semangaattt!!"

Wawa : "We, ini kan mimpi besar wewe. Wa uda bantu we untuk mewujudkannya, kenapa kita harus berhenti berjuang setelah berjalan sejauh ini? Ayolaahh we pasti bisa !!! Wewe wanita luar biasa yang wa kenal"

Guide (bang Juen) : Semangatt Hanna, dikitt lagi, liat itu puncaknya !!! Ayoo banguunnn!!!! 

Dengan segenap kekuatan dan motivasi dari diri sendiri n dari eric, wawa n guidenya akhirnya gue bangun dan semangat ngelanjutin perjalanan sampe ke puncak.

Kereeenn kan ^_^
Satu pelajaran besar yang gue dapat setelah berhasil ngelewati rinjani adalah "Hidup ini perjalanan, ada puncak yang nampak jelas yang harus kita tuju, kita uda berjalan sejauh ini, kenapa harus mundur menghadapi kehidupan?? Pandang puncaknya, sedikitt lagi. Kesuksesan itu di depan mata!!" 

*Akhirnya gue direkrut jadi asisten Mario teguh* hahahahha...
Ga mandi 4 hari aja tetap terlihat seperti wanita berkharisma gini. Hahhahahaa
Ini salah satu perjalanan yang ga mungkin gue lupain. Dalam perjalanan turun (jam 4 sore dari plawangan sampe jam 7 paginya di desa sembalun) beberapa kali gue tergelincir dan hampir mati karena terjatuh ke jurang. Tuhan masih ngijinin gue hidup sampe sekarang, itu artinya gue harus jadi orang yang lebih berguna lagi kedepannya. Ini semua gue jadikan pengalaman yang sangat berharga. dan satu pesen gue untuk kalian "Ga usah ke Rinjani la kawan.. Terlalu berbahayaa itu!!" Hikksss... Serius.. Setiap orang yang nanya gue "Gimana rinajni na? Jwaban gue selalu konsisten "Keren, tapi plisss kau jangan kesana yaaa.. terlalu berbahaya untuk mu!!
Cukup gue yang ngalamin dan ngerasain sakitnya...
Benerrr benerrr masihh trauma beraaatttt.....

Beberapa pemuda pecinta alam dari Unbraw (Universitas Brawijaya) yang katanya uda 3 kali bolak balek Mahameru (Puncak tertinggi jawa) yang berpapasan dengan kami di Jalan ngomong "Semeru ga ada apa-apanya!" Rinjani gila-gilaan ini,  ga sanggup aku! Dan akhirnya mereka nyerah ditengah jalan.
Sekali lagi dengan nada sombong dan bangga dikit gue harus akui kalo gue ternyata kuat dan ga manja. hahahhahaa..

Kisah-kisah tragisnya ga bakal mungkin gue ceritain. cukuplah sebagian kenikmatan ini yg gue share.
I will Miss you Rinjani si Pengancam Nyawa yang berkharisma :)

11 comments to “RInjani -> antara Mimpi, Hidup dan Mati (Negeri di Atas Awan)”

  • 18 Juli 2013 06.28
    YouRha says:

    suka ama kata2nya yg ini "Hidup ini perjalanan, ada puncak yang nampak jelas yang harus kita tuju, kita uda berjalan sejauh ini, kenapa harus mundur menghadapi kehidupan?? Pandang puncaknya, sedikitt lagi. Kesuksesan itu di depan mata!!"
    awesome n bijak bangetz..:D

    wah..jgn gtu donk..aku jga mau ke rinjani ne..kasih smngat donk..:D

    oh iya,mau koreksi dkit ne..klo gak salah,rinjani no 3 trtinggi di Indonesia deh. No 2 itu Gn.Kerinci 3805 M, No 3 Rinjani 3726 M..:D

  • 18 Juli 2013 14.23

    walau sy belum pernah naek ke rinjani, padahal warga lombok, tapi sy bisa menikmati keseruannya di sini. sy beberpa kali diajakin naek, tapi gak pernah sempet.. sempat mancing di danau segara anak gak, sob?

  • 18 Juli 2013 20.37
    Kiky Saky says:

    Wow keren sampai muncak ke Rinjani.... Fotonya keren banget terutama di samping danau ^^

    serem juga ya kalau muncak tp kedengerannya asik. *belumpernahsi..

  • 20 Juli 2013 19.48

    lovely blog

  • 25 Juli 2013 04.21
    AuL Howler says:

    kereeennnn!!!

    Kapan yaaa bisa manjat gunung??
    :(

    #envy

  • 25 Juli 2013 19.24

    melihat foto2nya jadi rindu lagi dengan kegiatan kebut gunung....untung judul filmnya 5 cm jadi nontonnya cuma 5 kali saja, coba kalo judulnya 500 cm, bisa2 nontonnya 500 kali .....luarbiasa :-)

  • 26 Juli 2013 11.38

    Waaahh. ka Hana manjat juga dong. Keren banget ka, yang foto terakhir ^^ Sumpah!
    Liburan kemaren (awal Juli), Gia baru aja manjat Gn Pangrango.. :D

  • 30 Juli 2013 19.01

    terimakasih infonya.

  • 4 Agustus 2013 02.10
    AuL Howler says:

    kembali lagi bersama Aul di sini, 90.4 FM

    *(lah?)

    ayo kakak post another storyy!!

  • 25 Oktober 2014 21.40

    traveler ya? sumpah keren keren fotonya.. pasti seru banget ya disana.. ohya mampir juga yaa ke blog saya http://chandstwn.blogspot.com jangan lupa tinggalin jejak juga loh, thanks

  • 26 Oktober 2014 09.30
    Agus Saputra says:

    Hiks, Rinjani oh Rinjani, mimpi yg belum terwujud, cuma pernah sampai Desa Sembalun aja

Posting Komentar

 

All about Me Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates