Kamis, 15 Agustus 2013

Persahabatan


Tulisasn ini gue dedikasikan untuk para sahabat-sahabat terbaik gue, dalam rangka meredam rasa kangen karena batal ngumpul dengan mereka liburan lebaran kemaren. 

Kita mungkin punya banyak temen, tapi yang sanggup bertahan untuk bener-bener jadi sahabat ga banyak. Gue sendiri hanya punya 7 sahabat karib dan Puji Tuhan persahabatan dengan mereka masih berjalan baik sampe sekarang. Kenalan dengan sahabat-sahabat gue yookk..

Rianto

Rianto atau biasa dipanggil Anto ini sahabat gue dari jaman semester 1 waktu kuliah S1 dulu. Bersahabat dengan Anto menurut gue yang paling fleksibel karena dia bisa menjelma jadi apa aja. Kadang dia terlihat seperti pacar (mau nemeni kemana aja), kadang juga dia bisa jadi musuh bebuyutan, sasaran pembullyan dan kadang dia juga bisa jadi motivator buat gue. Anto pernah 3 kali ditinggal nikah. Katanya 2 orang mantan yang sebelumnya mutusin dia karena cemburu dengan gue. Apa banget yaa -___-. Anto ini kelakuannya aneh, Anto inilah orang yang pernah minta dibuatin twitter dan gue yang harus mention-mention pacarnya, yang pernah gue ceritain disini. Hahahha..
Ini dia Si Anto, tampangnya masih unyu tapi umurnya uda 31 tahun. hahha
Pacar Anto yang ketiga juga ninggalin dia saat mereka udah tunangan, ga jelas sih alasannya apa. Dan pacarnya yang keempat (calon istrinya sekarang) sama sekali belum dikenali ke gue, karena takut kenapa-kenapa. Anto menonaktifkan Fb nya dengan alasan “Ini bibit unggul na, jangan kau cobai lagi”. Hahahahah... Terakhir ketemu Anto tanggal 5 Agustus kemaren, kami buka puasa bareng. Setelah buka puasa, Anto ngajak ke mall minta ditemenin milih sepatu buat calon istrinya. Rasanya nyesek reekk :’( Bulan Oktober ini anto bakal merid dan gue ngerasa sedih luar biasa karena belum rela sahabat gue bakal jadi suami orang lain. Artinya gue ga bisa sesuka hati lagi dengan Anto dan kesedihan memuncak saat dia bilang bakal hijrah dan netap di Palembang. Hiikkss :’(
Maen sepatu roda dengan anto, mbing dan icha (ntah tahun berapa ini)
Rio
Sahabat gue yang kedua adalah Rio. Rio ini temen SMA gue. Kami sekelas sejak kelas 2 SMA dan duduknya selalu dekat-dekatan (tapi ga pernah semeja). Rio orang paling aneh dan lucu yang pernah gue kenal. Segala hal bisa dibuat jadi bahan lawakan. Mulai dari menghadapi guru killer dengan lawakan yang cerdas, melayat orangtua teman yang meninggal (temen-temen yang hampir meneteskan airmata batal nangis karena ulah si Rio ini), dan kelucuan2 lain yang semuanya masih segar dalam ingatan gue. Satu lagi kelebihan Rio adalah PINTER dalam segala hal terutama NGEJEK ORANG. Semua orang bisa dibuatnya menjadi buruk rupa. Ngejek bukan bermaksud menghina sih, Cuma sekedar bahan lawak-lawak aja. Susah sih ngejelasinnya kalo belum kenal orangnya langsung.

Sampe akhirnya persahabatan kami renggang karena diam-diam Rio katanya cinta sama gue. Karena uda terlanjur terlalu akrab dengan Rio, gue ga mau ngerusak persahabatan ini. Selama beberapa tahun kami lost contact. Sampe akhirnya kemaren secara ga sengaja gue dapet lagi nomer rio dari seorang sahabat dan kami cerita banyak hal. Dia masih seperti dulu, kocak, bijak dan lawakannya cerdas. Bedanya kali ini dia uda punya pacar dan mau merid tahun depan. Lagi-lagi gue sedih nerima kenyataan sahabat gue bakal jadi suami orang lain.
Ini Rio waktu jamannya masih alay. hahahha (foto nemu di fb)
Ego, Gokma, Jubel dan Melva
Empat orang ini juga sahabat gue sejak SMA. Ego, melva dan Jubel uda sering gue ceritain di blog ini. Contohnya postingan disini,dan ini. Nahh kalau gokma jarang karena dia jauh di Nias sana. (ga nyambung). Gokma atau biasa menyebut dirinya Jeffry (panggil gokma aja, terlalu keren kalo dia dipanggil jeff) adalah temen sebangkunya Rio waktu SMA. Kalo dilihat sepintas gokma ini kayaknya pendiam, tapi kalo uda kenal lebih jauh hadoohh ampuunn... Memang sih jarang Ngomong, tapi sekali ngomong RUSAKK semua. 

Kalau Ego lain lagi, Ego lebih lasak (ntah apa bahasa indonesianya lasak) dari gokma, Jubel juga hampir sama dengan Ego. Bagi gue, Ga ada yang lebih seru di dunia ini kalo kami berlima uda bergabung (Rio, Gokma, Ego, Hana, Jubel). Pengen banget bisa ngumpul dan liburan bareng lengkap dengan mereka. Ego, Gokma dan Jubel inilah teman hidup gue, karena ketiganya belum punya rencana masa depan (Baca : jomblo). Ego sih uda punya pacar, tapi belum kami restui, jadi bagi kami dia masih tergolong jomblo juga. Hahah.. Selain sama-sama suka ketawa, Kesamaan hobi jalan-jalan yang membuat kami gampang ngumpul (kecuali si Rio).
Ini sahabat  gue : Ego (yang duduk), Jubel (kri), Gokma (Kanan) Waktu liburan di Sabang
Melva yang baju kuning, diatas Ego. (Foto waktu liburan di Sentosa Singapur)
Wawa
Sahabat gue yang lain adalah Wawa atau nama aslinya Jeffry. Wawa ini dulunya salah satu sahabat terakrab juga, sayangnya dengan si wawa melibatkan perasaan. Persahabatan jadi cinta gitu. Hehee. Tapi sekarang uda putus. Setelah sekian lama berjuang mati-matian untuk putus, akhirnya kami bisa putus juga. Puji Tuhan.. Susah memang ya ngerubah siklus dari sahabatan – pacaran – putus – sahabatan lagi. Sekarang mungkin lagi proses kesana. Berbeda dengan gokma, anto, rio dan jubel yang lucu, suka ngelawak dan suka jalan-jalan, si wawa orangnya lebih dingin, kaku, dan sense of humornya ga sebaik tmn-tmn gue yang lain dan yang paling bahaya dia ga suka jalan-jalan. Hahaha. Menurut gue sih, dia bukan ga suka jalan-jalan, tapi dia menganggap jalan-jalan itu bukan prioritas, buktinya waktu kami liburan ke Bali kemaren wawa yang paling excited koq.. Beda dengan Ego, gue, jubel, melva dan gokma yang menyatakan "Traveling adalah gaya hidup" hahahahha...

Ego pernah nyeletuk “Na, si Wawa itu yang kemaren jalan-jalan sama kita ke sidebuk-debuk itu kan? Yang kalau dia mau coba ngelawak, bisa awak tebak arah lawakannya kemana” hahahahha... 
In memoriam :))
 Tapi diluar itu semua, Wawa ini orangnya baik. Dia juga termasuk salah satu orang berilmu tinggi. Kenapa gue bilang gitu? Karena Wawa satu-satunya yang berhasil ngerubah gue hingga jadi unyu, feminim, manis dan so sweet seperti sekarang ini. Hahahahhaa.. Dengan latar belakang gue yang “TOMBOY” tak ada obat, pelan-pelan wawa mengarahkan gimana seharusnya menjadi wanita. Wawa ini juga yang berhasil membuat gue pernah ngerasain jadi “wanita sempurna”. #eeaakkk.. *Janda berguguran* Wawa ini juga cinta pertama dan pacar pertama gue.. Cieee.. hahahaa.. 22 tahun mamen saya menahan diri untuk tidak pacaran sampai akhirnya wawa muncul.
Ini wawa. (Di bukit boker, Rinjani, Lombok)
Meski uda putus, gue bersyukur karena gimanapun wawa berhasil menjadi mentor gue selama 4 tahun ini. Puncak kedewasaan tertinggi itu terletak disini, saat kami bisa ngerubah perasaan dari cinta menjadi persahabatan lagi. Amiinnn... Ini kenapa jadi curhat panjang gini -___-. Hahahha..

Icha

Si Icha ini juga uda sering gue ceritain di blog ini. Salah satunya dipostingan yang ini. Si Icha ini orangnya lucu juga, alay-alay ga jelas gitu. Kealayannya masih awet sampe sekarang. Ini buktinya. 
Kurang alay apa coba ini? WA uda muncul dari jaman SM dan si icha baru bisa WA sekarang. hahhaha
Bulan Desember nanti icha mau merid, dan gue sedih lagi.Hmmm.

Menurut gue sahabat lebih dari saudara kandung sekalipun. Dengan mereka gue bisa jadi diri gue sendiri dan menyampaikan mimpi-mimpi gue. Sahabat yang membuat hidup kita jadi lebih bermakna dan berwarna. Gimana dengan sahabat-sahabat kalian? Share juga dong. 
Camkan ini teman :))
Kalo ini temen-temen gue di kampus :) foto waktu liburan di Malaysia

Kamis, 18 Juli 2013

RInjani -> antara Mimpi, Hidup dan Mati (Negeri di Atas Awan)

*Memasuki blogger dengan kostum minions* Wuiiih ternyata hampir 4 bulan gue ga ngeblog. Kemana aja kalian?? *Nanyanya Kebalik* Hehhe..

Banyak kejadian-kejadian spektakuler yang gue alami selama 4 bulan ini (pasca postingan terakhir gue, yang ulangtahun dan dapat jodoh itu loh) hahaha.. Salah satunya yang paling spektakuler adalah "GUE UDA SAMPE KE PUNCAK TERTINGGI RINJANI (PUNCAK TERTINGGI KEDUA DI INDONESIA)" penting ini dicapslock smua. *toyor*

Satu-satunya film Indonesia yang tayang di Bioskop yang gue tonton sampe 5 kali adalah "Film 5cm" Saat nonton yang kelima kalinya (Waktu itu gue nonton sama temen2 di Medan) asli gue tidur sepanjang film diputer, setelah film selesai, gue dibangunin. Hahaha.. Dari film ini banyak pelajaran yang bisa gue ambil, salah satunya tentang persahabatan dan karena film ini juga gue bercita-cita untuk "menaklukkan salah satu gunung yang ada di Indonesa"dan pilihan itu jatuh ke Rinjani.

Dengan tekad dan semangat yang kuat, akhirnya salah satu mimpi dan cita-cita gue ini berhasil diwujudkan. Bulan April yg lalu dengan bermodalkan tiket promo citilink 200rb'an, kami mulai nyusun strategi untuk liburan ke rinjani. Kebetulan gue lagi libur kuliah selama 2,5 bulan dan libur kerja selama 34 hari (jangan tanyain gue kerja dimana) hahaa. dari tanggal 30 Juni - 8 Juli agenda libur kami rencanakan 3 hari di Bali, dan 5 hari di Lombok. Gue berangkat dari Batam bareng dengan temen SMP gue namanya Eric (Uda 13 tahun ga pernah ketemuan) dan salah satu personil lagi si Pacar (panggilannya wawa) yang berangkat dari Kalimantan Timur. Ciieee ^_^. Di Bali waktu itu rame karena janjian dan ketemu dengan teman SMU, tmn sekelas kuliah dan keluarganya (Suami istri + 2 anaknya) dan temennya temen namanya Davie. Tapi kali ini gue bukan pengen cerita tentang Balinya :)

Setelah 2 bulan melalui perdebatan panjang dengan wawa yang bersikeras menolak Naik Rinjani dengan alasan "Nanti ada apa2 gimana? Rinjani loh itu, bukan Gunung Bintan! Wewe itu gak pernah jalan kaki, kemana-mana naik motor, ga usah sok gaya la mau naklukin rinjani. Pokoknya gak Mauu!!!! Kita liburan yang wajar-wajar aja la, jangan cari mati" gitu kata wawa.
Tapi bukan Hanna namanya kalo segala sesuatu bisa dihentikan dengan sebegitu gampangnya. Gue yakinkan si wawa, "Kita bakal baik-baik aja, bantu aku mewujudkan salah satu impian besarku ini yaa!! Bla bla blaa blaa blaa. Akhirnya wawa ga bisa ngomong lagi dan terpaksa setuju. Hmmm -__-

Sampe la di Hari H-1, meleset dari rencana tiba-tiba eric ngomong "Na, aku belum puas di Bali, masih banyak tempat yang belum kita jalani disini, besok aja la ya kita ke lomboknya" hhmm akhirnya kami nginep 1 malem lagi di Bali. Hanya Sisa waktu 4 hari untuk mendaki rinjani, awalnya kami juga ga yakin bakal sanggup naklukkin rinjani hanya dalam waktu 4 hari 3 malem, karena tiket kepulangan sudah di Beli. Kalau telat dan kenapa-kenapa di atas gunung pastilah tiket hangus.

Sampe di Lombok kami disambut oleh temennya eric namanya Ifa dan suaminya. Siangya kami istirahat sebentar untuk memulihkan tenaga sebelum memulai pendakian besoknya, dan malemnya kami kerumah porter + guide untuk nego harga dan disepakatilah harga 1,5 juta untuk kami bertiga (all in) sewa tenda, sleeping bag, logistic, transport dan tiket masuk rinjani. Muraahh kan yaa?? ^_^ dalam waktu satu malem jg kami nyiapin semua perlengkapan kayak headlamp, obat-obatan, makanan ringan, tabung oksigen, dll.

Kami berangkat dari rumah ifa jam 7 pagi, terus naik angkutan ke pasar (lupa nama pasarnya), terus ganti angkutan lagi menuju desa sembalun, sampe di desa sembalun sekitar jam 1 Siang, karena mobilnya sempat mogok sejam. Dari Desa Sembalun perjalanan kaki dimulai. Kami mulai berjalan sekitar 5 jam perjalanan dan sampe ke pos 2 setengah sekitar jam 6 sore. Di pos 2 setengah (pos ekstra) kami mendirikan tenda dan nginep semalam untuk melanjutkan perjalanan besok paginya.

Kenapa gue nyebutnya pos dua setengah? karena jarak antara pos 2 dan pos tiga itu jauuhh, diantara pos dua dan pos tiga dbangun pos Ekstra. Dari pos ekstra ke pos 3 butuh waktu 30 menit perjalanan lagi. Kami sengaja nginep di pos ekstra karena sumber air ga jauh dari sini. Hehehe..
Disini masih semangat dan berbunga-bunga. Hahhaha..
Mungkin karena semangatnya jadi capeknya ga terlalu kerasa padahal jalannya terjal, berpasir, nanjak dan kiri-kanan penuh jurang. Di pos 2 setengah aja pemandangannya udah keliatan luar biasa indahnya, gue masih ga bisa ngebayangin gimana keindahan dipuncak rinjani sana. Setelah dirikan tenda, pak guide yang ngerangkap jadi porter + chef nyiapin makan malem. sementara kami sibuk moto-moto karena sunsetnya keren. Malemnya makanan terenak yang pernah gue makan terhidang. Sarden + Indomi + Nasi + telur + Segelas Milo. Ntah kenapa rasanya nikmatt tak terkatakan, mungkin karena makannya diatas gunung, cuaca dingin luar biasa ditambah lagi pemandangan langit yang amazzziiingggg... Bintangnya sebanyak pasir dilaut. Bener-bener indah. Beberapa kali gue neteskan airmata karena kagum dengan kebesaran Tuhan. Seriuuss kereenn bangett ^_^
Pasca pingsan karena kedinginan
Besok paginya setelah sarapan (tetap dengan menu nikmat) kami bongkar tenda dan ngelanjutkan perjalanan menuju plawangan. Perjalanan dari pos ekstra ke pos plawangan memakan waktu sekitar 13 jam (ternasuk istirahat beberapa kali). Plawangan jauhnya ga kira-kira reekk, lagi-lagi gue nangis, antara ga nyangka karena gue sanggup jalan sejauh itu, dan karena kagum dengan keindahan ciptaan Tuhan. Tugas gue sepanjang perjalanan ngasih semangat ke orang-orang "Spirit sir, spirit mom, semangat bang, semangat kak" hahahah.. Sampe di Puncak gue pingsan dan ketemu salah satu orang yang gue semangati itu, terus dia nyeletuk "Ini kan mbak yang dari bawah selalu teriak spirit ke orang-orang itu kan? Dia kenapa pingsan?" Katanya dengan nada mencibir hahhahaha -____- Hannaa hannnaaa *toyor-toyor kepala*
Puncaknya uda keliatan, tapi butuh waktu 3 jam lagi untuk sampe ke atas :(
Akhirnya setelah ngos-ngosan dan napas tinggal satu-satu sampelah kami di perkemahan plawangan. Astagaaaa kereennnyaaa meleleh makkkk e... Luaarrr biasaaa, Badaiii.. Ini pos terakhir sebelum orang-orang bener-bener melakukan pendakian. Jadi dua hari ini kita dianggap belum mendaki -_- pendakian yang sebenarnya dimulai dari plawangan. Dari plawangan ke puncak semua barang-barang harus ditinggal di tenda, karena medan yang terjal. Waktu itu kami cuma bawa 2 kamera SLR. Porternya bijak sekali, dia bawain kompor + sleeping bag. Tau aja dia gue bakal pingsan. hahaha..
Pemandangan dari perkemahan plawangan
Kami memulai pendakian jam 1 malam dengan modal segelas milo dan semangkok indomi, karena persediaan makanan uda menipis. Dinginnya luar biasaa, gue gemeteran padahal uda make 2 jaket tebel + dua kaos tangan panjang + 4 kaos kaki + 2 sarung tangan. Pelawangan rame banget, ada sekitar 30 tenda disekitar tenda kami, dan kami orang yang pertama kali memulai pendakian tapi jadi orang yang terakhir kali turun -____-
ketce kan :p
Guidenya memprediksikan kita bakal nyampe dipuncak jam 5 pagi dan dapat sunrise, nyatanya? Kami nyampe puncak jam 11 pagi, orang-orang uda pada turun dan sangat sepiii. hahahhaa..
Ini si Wawa sang Jagoan. hahahha (TOP Rinjani, 7 Juli 2013)
Jam 6 pagi (posisi masih di badan puncak) gue bener-bener ga bisa nahan dingin yang nusuk kulit. Gue pingsan dan hampir putus harapan, Sanggup gak yaaa!!! Gimana kalo gue mati disini, sementara orang tua sama sekali ga tau kalo gue naik rinjani. 
Eric : "Na, ayolahh semangatt ko wanita dari KEPRI pertama loh sampe bulan Juli di tahun 2013 ini yang berhasil naklukkin rinjani. Bangunlah Na!!! Semangaattt!!"

Wawa : "We, ini kan mimpi besar wewe. Wa uda bantu we untuk mewujudkannya, kenapa kita harus berhenti berjuang setelah berjalan sejauh ini? Ayolaahh we pasti bisa !!! Wewe wanita luar biasa yang wa kenal"

Guide (bang Juen) : Semangatt Hanna, dikitt lagi, liat itu puncaknya !!! Ayoo banguunnn!!!! 

Dengan segenap kekuatan dan motivasi dari diri sendiri n dari eric, wawa n guidenya akhirnya gue bangun dan semangat ngelanjutin perjalanan sampe ke puncak.

Kereeenn kan ^_^
Satu pelajaran besar yang gue dapat setelah berhasil ngelewati rinjani adalah "Hidup ini perjalanan, ada puncak yang nampak jelas yang harus kita tuju, kita uda berjalan sejauh ini, kenapa harus mundur menghadapi kehidupan?? Pandang puncaknya, sedikitt lagi. Kesuksesan itu di depan mata!!" 

*Akhirnya gue direkrut jadi asisten Mario teguh* hahahahha...
Ga mandi 4 hari aja tetap terlihat seperti wanita berkharisma gini. Hahhahahaa
Ini salah satu perjalanan yang ga mungkin gue lupain. Dalam perjalanan turun (jam 4 sore dari plawangan sampe jam 7 paginya di desa sembalun) beberapa kali gue tergelincir dan hampir mati karena terjatuh ke jurang. Tuhan masih ngijinin gue hidup sampe sekarang, itu artinya gue harus jadi orang yang lebih berguna lagi kedepannya. Ini semua gue jadikan pengalaman yang sangat berharga. dan satu pesen gue untuk kalian "Ga usah ke Rinjani la kawan.. Terlalu berbahayaa itu!!" Hikksss... Serius.. Setiap orang yang nanya gue "Gimana rinajni na? Jwaban gue selalu konsisten "Keren, tapi plisss kau jangan kesana yaaa.. terlalu berbahaya untuk mu!!
Cukup gue yang ngalamin dan ngerasain sakitnya...
Benerrr benerrr masihh trauma beraaatttt.....

Beberapa pemuda pecinta alam dari Unbraw (Universitas Brawijaya) yang katanya uda 3 kali bolak balek Mahameru (Puncak tertinggi jawa) yang berpapasan dengan kami di Jalan ngomong "Semeru ga ada apa-apanya!" Rinjani gila-gilaan ini,  ga sanggup aku! Dan akhirnya mereka nyerah ditengah jalan.
Sekali lagi dengan nada sombong dan bangga dikit gue harus akui kalo gue ternyata kuat dan ga manja. hahahhahaa..

Kisah-kisah tragisnya ga bakal mungkin gue ceritain. cukuplah sebagian kenikmatan ini yg gue share.
I will Miss you Rinjani si Pengancam Nyawa yang berkharisma :)

Sabtu, 23 Maret 2013

Tugu 0 Km dan Keunikannya

Akhir-akhir ini banyak yang komplen kenapa isi blog gue galau semua. Sebenernya ini bukti kalo gue uda mulai dewasa namun tetap unyu  Gue didewasakan oleh alam dan galau adalah sesuatu yang alamiah. ttsssaahh.. Hahaahaha.. Kali ini gue pengen share tentang sesuatu yang unik dari salah satu pelosok negeri kita indonesia.
Tugu 0 Km
Gue baru aja balik dari negeri paling barat Indonesia, yaitu Pulau Weh "Sabang". Seperti biasa gue ditemeni oleh 3 orang sahabat-sahabat lama (Ego, Jubel n Gokma) mereka ini temen waktu jaman SMA dulu dan sampe sekarang masih solid. Mungkin karena tinggal kami puing-puing manusia yang belum menikah diusia uzur begini, kesamaan nasib diantara kami, membuat kami gampang untuk bersatu.. Hahahha.. Gokma bela-belain datang dari Nias dan cuti mendadak, ninggalin semua kerjaannya demi ikut petualangan ini, dan gue juga jauh-jauh datang dari Batam ninggalin murid-murid gue yang lagi Ujian Mid semester semua demi ini. Kurang solid apa coba?? Hahhaha. 
Tugu 0 km tampak dari bawah.
Perjalanan seluruhnya kapan2 aja yee gue ceritain, kali ini gue pengen nyeritain tentang tugu 0 km atau yang biasa disebut tugu kilometer nol. Nah disini nih ujungnya indonesia, siapa aja yang berhasil kesini bakal dikasih penghargaan dalam bentuk piagam gitu (harganya 20ribu), ga jelas juga apa fungsi piagamnya, kali aja bisa dipake buat ngelamar kerjaan :p  hhahahaa...
Beli piagam dulu biar sah. hahhaha
Seperti yang uda kita tau wilayah Indonesia itu dimulai dari Sabang dan diakhiri di Merauke. Negeri paling  barat ada di Sabang (Aceh) dan negeri paling timur di Merauke (Papua). Tugu kilometer Nol adalah sebuah bangunan setinggi 22,5 meter dengan bentuk lingkaran berjeruji. Bagian tugu dicat putih dan bagian atas lingkaran menyempit seperti mata bor. Puncak tugu ini terdapat patung burung Garuda menggenggam angka nol dilengkapi prasasti marmer hitam yang menunjukkan posisi geografisnya. (Katanya begitu disini) Perjalanan kesini lumayan jauh dan mencekam, ngelewatin hutan-hutan gitu, jauh dari pemukiman penduduk dan yang paling mengkhawatirkan adalah kalo ban motor pecah, siap-siap menderita karena ga tau mau minta tolong kemana. Dan puji Tuhan waktu itu ban motor kami pecah. *Harus bersyukur dalam segala hal :)*
Bapak penulis sertifikat ini matanya biru loh. Waktu ditanyain bpk orang lamno ya dia cuma senyum :')
Ada satu yang paling menarik dan gak biasa yang kami liat ditugu 0 Km ini. Disana, "babi hutan" bebas berkeliaran tanpa takut diburu manusia. Dan warga sekitar sana ngasi nama untuk babi-babi itu. It's cool meennn!! Disaat persaingan hidup yang sengit antar babi-babi dimedan, disini malah babi bisa panjang umur dan berbahagia. Hahhaha.. Kebetulan kami berempat (gue, ego, jubel dan gokma) adalah orang-orang yang dibesarkan oleh saksang (tau saksang kan? Saksang adalah daging babi yang dimasak dengan campuran bumbu-bumbu dewa, gue ga ngerti giman jelasinnya yang jelas saksang adalah "one of the most delicious culiner in indonesia"). Penampakan yang seperti ini wajar membuat kami berdecak kagum. Hhahaha..
Babi ini namanya si "bro" dia adalah babi tertua dan terjinak
Awalnya ngeliat Babi lewat kami kaget dan lari ketakutan, eeh warga disana malah ngingatin ga usah takut, mereka baik koq. (baru kali ini gue denger org ngomong begitu, ntah omongan macem apa ini -___-) Kalau mau foto sama mereka, beli aja kacang terus nanti kasih ke mereka, pasti mereka mendekat dan mau difoto.. Serempak kami menjawab "baaahhh" (dengan logat khas batak) hahahhaa...
Si Bro in action
Bener aja, begitu kami lempar makanan, babinya mendekat dan siap untuk difoto.. Kereeeennn meen!! Andai opung gue tau ada babi yang bebas berkeliaran disini tapi hidupnya masih aman-aman aja pasti hidup oppung gue yang ga tenang.. Gue jamin naluri kebatakannya berkecamuk. Untung oppung ga ngeliat hal ini langsung. (Karena dimana-mana orang batak sering khilaf mata istilahnya) Hahhahah..


Satu lagi yang keren di tugu 0 km ini adalah sunsetnya. Di Sabang malamnya lama, Jam 7 malem masih terang benderang dan matahari baru tenggelam jam 7 lewat. Ajaiibb.. ini nih salah satu penampakan sunsetnya. 
Cantiik yaa :)
Bersambung...
Tunggu kisah selanjutnya tentang indahnya sabang yaa..
Yang pernah kesabang, share ceritanya juga  dong :)