Senin, 18 Juni 2018

Transportasi Keliling Bangkok

Sawadikap πŸ˜‰πŸ˜‰ Bangkok dikenal dalam bahasa Thai yaitu Krungthep yang artinya 'Kota Para Malaikat'.  Thailand khususnya Bangkok merupakan salah satu kota/negara favorit saya, karena semua yang saya butuhkan dan inginkan bisa saya temukan disini. Jangankan saya, malaikat aja betah disini πŸ˜‚πŸ˜‚Kali ini saya pengen sharing tentang transportasi yang bisa kalian gunakan untuk keliling Bangkok. 

Suvarnabhumi Airport Rail Link
Suvarnabhumi airport rail link ini terbagi 2, yaitu : 
  1. Suvarnabhumi Airport Express Service, melayani rute dari Suvarnabhumi airport ke Makassan (City Air Terminal - interchange with MRT Phetchaburi Station) dan dari Suvarnabhumi airport - Phaya Thai (interchange with BTS Phaya Station). Tarif tiketnya 90 Baht oneway atau 150 Baht PP dengan durasi perjalanan sekitar 17 menit.
  2. Suvarnabhumi Airpot City Line Service : Rute itu dari Suvarnabhumi Airport - Ramkhamhaeng - Makkassan - Ratchaprarop - Phaya Thai (interchange with BTS Phaya  Thai Station). Tarif tiketnya mulai dari 15 - 45 baht dengan durasi perjalanan 30 menit. 
Rute dari Suvarnabhumi Airport

Bus Kota (Angkot)
Untuk biskota/angkot ada 2 jenis, yang ber-AC dan yang tidak. Untuk angkot AC tarifnya mulai dari 12 - 24 Baht tergantung rute dan jarak tempuhnya, sementara untuk yang non AC tarifnya flat sebesar 9 Baht (jauh-dekat)

MRT 
Rute MRT ini ada 2 line yaitu blue line dan purple line. Untuk blue line rutenya dari Hua Lamphong hingga Bang Sue dengan 18 stasiun/pemberhentian. 
Untuk rute lengkap blue line bisa kalian lihat disini
Sementara untuk jalur purple line start dari Khiong Bang Phai hingga Bang Son ada 15 stasiun. MRT ini mulai beroperasi dari jam 6.00 pagi s/d 12 malam. Kereta lewat sekitar 5 menit sekali. Tarifnya mulai dari 16 - 40 baht. Info lengkap jalur MRT ini bisa kalian lihat disini
Untuk detail jalur purple line bisa kalian lihat disini
Skytrain (BTS)
Skytrain ini juga punya 2 rute, yaitu:
  • MorChit - Bearing Route melewati Sukhumwit Rd
    Jalur warna hijau muda (tosca)
  • National Stadium - Bang Wa Route melewati Solom Rd
Jalur warna hijau tua
Skytrain ini biasanya lewat setiap 3 - 8 menit sekali, start dari jam 6 pagi hingga 12 malam. Tarifnya mulai dari 15 - 42 baht dan ada extra charge 10 baht untuk rute lanjutan dari On Nut ke Bearing. 

Taksi
Tarif taksi di Bangkok menurut saya lebih murah dari di Indonesia. Untuk taksi kalian bisa pilih uber taxi yang bisa dipesan online melalui aplikasi Uber, atau taksi biasa yang bertanda taxi meter diatas mobilnya. Tarifnya mengikuti harga yang tertera di argo. Tarif minimum 35 baht untuk jarak satu kilometer pertama. 

Samlors/Tuk-Tuk
Tuk-tuk ini semacam bajai. Tarifnya berdasarkan kesepakatan harga (tawar-menawar). Hati-hati dengan supir tuk-tuk yang ada disekitar Grand Palace yaa, biasanya mereka sembarangan aja ngasih harga, harus pandai nawar. 

Kapal
Kapal ini melayani rute sepanjang sungai Chao Phraya diantara Nonthaburi Pier di Utara Bangkok ke Wat Ratcha Singkhon Pier di Selatan Bangkok. Tarifnya juga paling murah, mulai dari 10 Baht - 32 Baht tergantung jarah dan tipe kapalnya. 

Nah semoga informasi diatas berguna. Kalau ada yang pengen ditanya, silahkan tulis di comment box. Selamat menjelajah Bangkok. Selamat khilaf dengan semua yang ada disana 😝😝😝

*NB : Semua kata 'disini' itu bisa diklik

Kamis, 14 Juni 2018

Tips Mengurus Visa Korea Multiple Entry 5 Tahun

Anneyonghaseo Oenni, Oppa. Kali ini saya pengen sharing pengalaman saya mengurus visa Korea Selatan multiple entry dengan masa berlaku 5 tahun. Namun sebelum kalian memutuskan untuk mengurus visa multiple entry 5 tahun ini, kalian harus tau terlebih dahulu apakah kalian masuk kriteria yang berhak mendapatkannya. 
Ini kriteria orang-orang yang bisa mengurus visa Korea 5 tahun
Prosedur mengurus visa single maupun multiple entry sebenarnya sama saja, yang membedakan hanya biayanya. Syarat-syarat mengurus visa Korea bisa kalian lihat dibawah ini : 
Semua dokumen ini disusun berurutan dan distaples yang rapi
Langkah pertama yaitu mengisi formulir aplikasi visa yang bisa kalian download disini. Saya kasih formulir yang sudah terisi komplit supaya kalian tinggal nyontek. *Baiknya saya πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜‹
Formulir yang sudah terisi lengkap bisa didownload disini. Kalau masih ada yang kurang jelas dari isian aplikasi tersebut, anda bisa juga lihat panduannya disini. Setelah mengisi formulir aplikasi dan menyiapkan semua dokumen yang dibutuhkan, langkah selanjutnya adalah menuju Kedutaan Korea Selatan yang beralamat di Jalan Gatot Subroto No. Kav 57, Kuningan. No telp kedutaan 021-29672555. 

Beberapa informasi yang mungkin kalian butuhkan sebelum menyerahkan berkas ke Kedutaan Korea Selatan :
  1. Tidak ada jumlah saldo rekening tabungan mutlak yang harus dimiliki, namun normalnya adalah Rp 1.000.000/hari dikali lama tinggal di Korea. Jadi misalkan kalian berencana tinggal di Korea selama 8 hari, kalian harus memiliki saldo minimal Rp 8.000.000.
  2. Tiket pesawat dan reservasi hotel tidak dibutuhkan dalam pengurusan visa Korea Selatan
  3. Jika anda sudah punya paspor US, UK, Aussie, dan New Zealand, kemungkinannya lebih mudah untuk mendapatkan visa korea. 
  4. Jika kalian ga punya visa-visa yang saya sebutkan diatas, untuk mendapatkan visa multiple entry 5 tahun, minimal kalian sudah 2x ke Korea. 
  5. Proses pengurusan visa Korea multiple entry 5 tahun hanya SEHARI. Jadi misalkan kalian masukin berkas hari ini, keesokan harinya visa kalian sudah bisa diambil. MANTAP!!
  6. Biaya visa sekitar 1,2 Juta.
Selamat mengurus visa Korea Selatan, teman-teman. Good Luck!!


Jumat, 08 Juni 2018

Oppung

2 minggu yang lalu saat saya sedang di Santiago (Chile), beberapa pesan dari keluarga masuk ke ponsel saya yang mengabarkan bahwa oppung (nenek) satu-satunya akhirnya dipanggil Tuhan. Saya membalas pesan tersebut dengan emoticon 😍😍😍

Berdasarkan perhitungan usia anak sulung + perkiraan beliau menikah usia 25 tahun, Oppung saya ini diprediksi berumur 94 tahun. Kami ga tau pasti usianya karena dia lahir jaman dahulu kala, dan sewaktu-waktu (tanpa embel-embel) minta ngerayain ulang tahun. Doi punya 7 anak dan sekitar 40-60an cucu cicit. Dua org anaknya dan empat org cucunya sudah pergi mendahuluinya. Itu sebabnya doi sering kali sebel knapa orang-orang muda yang duluan meninggal bukan dia.  

Oppung saya ini punya kepribadian yang agak ajaib. Kuingin flashback sedikit. Kalimat yang selalu, selalu dan selalu diceritkannya ke cucu-cucunya adalah : "Aku ini bisa berumur panjang begini, karena dulunya aku orang yang sangat baaiiiiiiiikkk. Dulu juga aku yang paling cantik di kampung. Aku mau sama kakekmu karena aku dipelet. Cerita ini diperdengarkan pada kami turun-temurun. Apakah kisah ini benar?? Hanya dia dan Tuhan yang tau. 

Diumurnya yang semakin tua, semakin banyak tipu muslihat yang bisa dikeluarkan Si Oppung. Suatu kali dia ngomong ke anak sulungnya (bapak ku) : "Rasa-rasanya waktu ku sudah tinggal dikit. Kayaknya aku mau meninggal dalam minggu-minggu ini. Tolong kumpulkan smua anak-anak dan cucu-cucu ku. Aku pengen memberi nasihat untuk yg terakhir kalinya ke kalian semua"

Karena dia ngomongnya serius, hebohlah tuh kami ngumpulin semua anak-anak dan cucunya Si Oppung. Dari seluruh pelosok Indonesia diusahakan datang ke Batam. Ga perduli gimanapun caranya harus kumpul!! Akhirnya setelah kami semua kumpul kami nanya ke Oppung "Ayo pung, ini kami sudah kumpul semua, sampaikanlah pesan terakhirmu utk kami"

Terus dengan santai dong yaa Si Oppung jawab "Kayaknya aku ga jadi mati minggu ini. Tiba-tiba aku ngerasa sehat lagi. Pulanglah kalian smua"

Emosi ga dengar jawaban kayak gtu??? Hahahhahah 
Hal yang seperti ini bukan hanya sekali terjadi, tapi beberapa kali.

Pernah suatu kali ada seorang anaknya datang dari siborong-borong utk jenguk Si Oppung. Dari jauh mata anaknya udah berkaca-kaca karena melihat Oppung dan pengen meluk. Saat sudah dekat dan pengen peluk tiba-tiba Si Oppung teriak sambil mencegah si anak itu mendekat "Ehhh sana sana dulu. Kau si *** kan?? Kau kan udah mati, kenapa bisa datang kesini dan hidup lagi??"
Suasana yg harusnya haru malah jadi berantakan karena Si Oppung. Si anak ga jadi terharu malah sebel πŸ˜₯πŸ˜₯


Sering juga Si Oppung mengelabui saya. Kebetulan Si Oppung dulunya tidur bareng saya.Suatu kali tiba-tiba dia ngomong: "Hanna, di usiaku yg tinggal dikit ini, aku mau mencurahkan berkat-berkatku untukmu. Duduk sini mendekat, biar kuberkati kau"
Nah diomongin lah tuh yang baik-baik untuk saya. Setelah selesai terus dia ngomong "Minta lah 50ribu, Kan kau udah kuberkati. Berkat dari orang tua itu susah loh dapatnya 

Yaaa elah pung pung, minta duit aja mesti pake tipu muslihat 😞😞

Oh iya, meski angkatan tua, Oppung saya ini lancar membaca, loh! Katanya dia dulu sekolah sampai kelas 3 SD. Nah pernah suatu hari dia duduk di teras sambil membaca Alkitab. Tiba-tiba dia masuk ke kamar dan ngomong ke saya : "Han. lihat ini! Kayaknya Alkitab ini dipalsukan orang! Ga ada lagi Firman Tuhan yang sama dengan yang ku tahu di dalam Alkitab ini" 
Jelas saya bingung apa maksudnya ucapan Si Oppung. Terus saya tanya : "Dipalsukan gimana pung? Bagian mana yang dipalsukan?"
Lalu dia menyerahkan Alkitab tersebut ke saya: "Nih liat, baca sendiri!"
Yaaelah ternyata dia lagi baca Alkitab berbahasa Inggris, pantes aja dia ga ngerti. Hahhahahaha πŸ˜…πŸ˜…

Pernah jg suatu kali saat abang-abang di perantauan mudik ke Batam. Mereka nongkrong di depan sambil ngobrol-ngobrol. Terus tiba-tiba Si Opung ngomong: "Hendi, ambil ember dan cangkul. Gali paret di depan itu. Di dalam paret itu ada emas 5kg. Kalau sudah dapat emasnya jangan difoya-foyakan. Jual emasnya dan uangnya untuk bangun gereja"

Karena Si Oppung ngomong nya serius dan Si Abang ga berani ngelawan omongan orang tua, akhirnya digalilah itu paret sampe dia keringatan ga karu-karuan. Setelah paret bersih Si Abang nanya ke opung: "Mana pung? Ga ada pun emasnya" 
Terus Si Oppung dengan enteng njawab "Sabarlah. Itu tanah hitam bekas galianmu nanti bakal berubah jadi emas. Tunggu aja!"


Sampe lebaran naga juga ga bakal mungkin tanah hitam berubah jadi emas. Hahahhahahhaa.

Oiya Oppung ini uda berkali-kali minta didoakan biar cepat meninggal, tapi ya gitu tiap hari malah makin sehat Suatu kali pernah dia keliatan seperti udah mau meninggal banget. Dia ngomong sendiri seharian penuh. Ngomongin tentang kampung halamannya, anak-anaknya, cucu-cucu yang diingatnya, dan smua sahabat-sahabatnya di kampung. Akhirnya anak-anaknya sepakat membawa Oppung ke kampung. Alasannya biar gampang dikebumikan disebelah suaminya. Eeh sampe kampung malah dia jadi sehat walafiat dong πŸ˜‚πŸ˜‚

Salah satu cucunya sampe pernah ngomong ke orang tua nya (anaknya Oppung) : "Pa, kayaknya Oppung ini uda ga bsa mati lagi. Masak hampir tiap hari makan Indomie masih sehat-sehat aja? Satu-satunya cara mungkin kita racun aja lah. Atau mungkin Oppung ini punya 'pegangan' yg harus diwariskan dulu, baru dia bisa meninggal πŸ˜‚πŸ˜‚

Keliatannya jahat ya?? Tapi sesungguhnya nggak. Kami jg sudah kasihan dengan tubuhnya yg sudah terlalu tua. Memang sudah seharusnya Oppung beristirahat. 
πŸ˜‡
Aaahh kalau mau dibahas smua tentang kelakuan Oppung mungkin butuh 1 rim kertas untuk menuliskannya. Ini foto waktu Oppung ikut ke nikahan abang di Jogja 3 tahun yang lalu. Sampai saat akhirnya beliau ga sakit apapun. Dia pergi begitu saja dengan tenang πŸ˜™πŸ˜™
πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹
Selamat jalan oppung. Terimakasih utk semua keceriaan yg pernah oppung berikan. Rest in peace πŸ˜‡πŸ˜‡
Gaul amat, sist 😞😞😞

Rabu, 06 Juni 2018

MUDAHNYA MENGURUS VISA BOLIVIA (2)

Cerita sebelumnya ada disni.

Sekitar jam 4 sore saat sudah di pesawat (akan) menuju Lima (Peru), saya mendapat emai approval visa dari Embassy. Sata transit 1 malam di Lima, dan melanjutkan perjalanan ke Cusco keesokan harinya. Sesampainya di Cusco, dengan semangat membara, saya menunjukkan email approval visa tersebut ke petugas. Petugas dengan muka lempeng menjawab "Oohh kalau apply nya di Bogota, berarti kalian ngeprintnya juga harus di Bogota. Ga bisa disini!" #Jleebb. Mendengar itu serasa kesamber petir. Kemudian saya menjelaskan ulang duduk perkaranya mulai dari awal, bagaimana staff embassy Bolivia yang di Bogota telah mempermainkan kami secara brutal. Petugas tampak iba mendengar cerita kami. Lalu dia meminta saya untuk menghubungi staff embassy Bolivia di Bogota. Nelponnya lama banget, pake telpon kantor. Petugas yang di Bogota ngotot bahwa visa bisa tinggal di print sementara petugas yang di Cusco juga ngotot peraturannya tidak seperti itu. Kalau apply di Bogota, harus stampel dan print di Bogota juga. Selidik punya selidik ternyata staff embassy bolivia yang di Bogota itu adalah orang baru, jadi dia belum tau peraturan secara jelas. Singkat cerita, akhirnya petugas menyarankan kami untuk submit online ulang. Lelah kakak, dek 😒😒😒😒😒

Setelah submit ulang, petugas meminta saya menunggu paling lama besok visa sudah selesai. Saat itu lagi-lagi jatuh di hari Jumat. Di hari yang sama sekitar pukul 5 sore visa kami akhirnya beres. Petugas mengontak saya di whatsapp dan menunggu kedatangan saya untuk menempel visa. Cilakanya saat itu saya tidak punya internet, saya membaca pesan dari petugas hari Sabtu paginya dan hari Sabtu tentu saja embassy libur. Di hari Senin, saya kembali ke embassy. Petugas memberikan struk yang harus disetorkan ke Bank. Setelah membayar 30$ ke Bank terdekat yang ditunjuk oleh petugas, akhirnya visa Bolivia bisa tertempel dengan manis di satu-satunya lembar yang tersisa di paspor saya. Ppffttt!!
Haiii 😈😈😈
Ada beberapa informasi yang pengen saya bagikan untuk kalian yang berencana ingin ke Bolivia juga. 
  • Pengurusan visa Bolivia dibedakan atas 3 grup. Indonesia masuk di Grup 3 sejajar dengan negara-negara konflik seperti Irak, Lebanon, Syria, dan lain-lain. Oleh sebab itu pengurusan visa untuk negara-negara di Grup ketiga ini lumayan melelahkan dan dikenai biaya 30$. Sementara untuk negara-negara yang ada di Grup I seperti Denmark, Singapore, Iceland, dan lain-lain bebas visa dan untuk negara-negara yang berada di Grup II seperti China, Malaysia, dan lain-lain tetap harus mengurus visa, namun prosesnya sangat mudah. Bahkan kalau sedang beruntung hanya 5 menit dan GRATIS!!
KITA DISEJAJARKAN DENGAN NEGARA-NEGARA INI
  • Ada beberapa Embassy Bolivia di Amerika selatan, diantaranya di Lima, Cusco, Arequipa, Ilo, Tacna, Calama, Santiago. Kalian bisa ngajuin visa Bolivia di salah satu dari kota-kota tersebut. Atau kalian juga bsa apply di Embassy Bolivia yang ada di Beijing, China. 
  • Jangan percaya akan janji-janji manis petugas Embassy Bolivia yang di Bogota. Duuuh kalau denger nada bicara dan postur tubuhnya kayanya semua serba mudah eehh ternyata tampang mereka hanya tipu muslihat biar kita cepat-cepat pulang. Mereka ga bisa bahasa inggris sama sekali. Kalau mau ngobrol dengan petugas harus pake google translate. Petugas disana juga harus didesak terus-menerus, kalau nggak didesak itu berkas kalian cuma ditumpuk disana tanpa dikerjain. 
  • Petugas Embassy Bolivia di Cusco baiiiiikkkk bangettt. 2 jempol untuk kebaikan beliau. Selain baik doi juga bisa bahasa inggris. Bener-bener super helpful. Aku padamu pak πŸ’˜πŸ’˜
Berikut alamat dan contact person embassy Bolivia yang ada di Bogota dan Cusco.
BOGOTA
Email Tambahan :  consular@embajadaboliviacolombia.org  dan recepcion@embajadaboliviacolombia.org
CUSCO 

Sekian dulu cerita dari saya. Ada apa aja di Bolivia akan saya ceritakan kapan-kapan dipostingan selanjutnya. Salam dari Salar de Uyuni πŸ’‹πŸ’‹

MUDAHNYA MENGURUS VISA BOLIVIA (1)

Hola. Buenos Dias 😊 Kali ini saya pengen sharing pengalaman saya mengurus visa Bolivia. Sebenarnya mengurus visa Bolivia ini mudah, yang membuatnya menjadi sulit adalah sangat sedikit informasi yang menceritakan prosedur pengurusan visa Bolivia untuk pemegang paspor Indonesia. Ditambah lagi belum adanya Embassy Bolivia di Indonesia. Kota terdekat untuk mengurus visa Bolivia adalah Beijing di China. Nah untuk ke Beijing kan butuh visa juga, butuh banyak biaya lagi kalau harus ke China. Ditambah lagi yang paling menyebalkan adalah orang-orang yang sudah pernah ke Bolivia namun pelit banget dimintain informasi, ntah kenapa susah banget ditanyain, dijawab juga separoh-separoh, ntah apa yang ditutup-tutupi 😞😞😞

Beberapa orang yang saya tanyain responnya beragam, mulai dari nakut-nakutin ngurus visa Bolivia susah, butuh waktu 45hari, harus ada surat rekomendasi dari kedutaan kalau mau cepat, mending ga usah ke Bolivia deh, masih banyak negara lain disekitarnya yang ga kalah bagus, dan omong kosong lainnya. Dengan tekad bulat, akhirnya saya hiraukan segala omong kosong tersebut dan berjuang. Dapat nggak dapat urusan belakangan, yang penting saya usaha dulu. Yang pertama saya lakukan adalah mengontak salah satu teman yang bertugas di Kedutaan Indonesia di Bogota untuk meminta surat rekomendasi. Beliau menyanggupi dan akan memberikan surat rekomendasi sesampainya di Bogota. 

Okay, tanpa berlama-lama saya akan jelaskan prosedurnya. Pertama-tama kita harus mengisi aplikasi online dulu melalui link berikut,
(1)
Anda akan menerima email berisi 4 angka kode, masukkan kode tersebut ke kolom berikut :

(2)
Setelah itu isikan data diri anda
(3) Jangan lupa isi kolom pekerjaan dan no hp
Biasanya dibagian ini yang sering bermasalah saat upload photo. Dimensi foto harus dibawah 300x300. Kemaren saya pake ukuruan foto 217 x 217. Kalau sudah masukin foto klik continuar/ continue.
(4)
Masukkan data paspor. No paspor, negara, kota, provinsi, tanggal pembuatan dan tanggal berakhir paspor, lalu klik continuar/ continue.
(5)
Apakah anda pernah memiliki visa Bolivia sebelumnya? Berapa hari di bolivia, pengundang (bila ada).
Lugar de la solicitud artinya tempat dimana kalian mau apply visanya
Masukkan emergency kontak, bisa pacar, saudara, orangtua, dll. Bebas!!
Bagian ini harus agak hati-hati.
Ditahap ini yang harus kalian siapin adalah :
1. Itinerary, kalian bisa nyontek itinerary saya disini
2. Halaman depan paspor dalam bentuk pdf
3. Yellow Fever vaksin (atau buku kuning), kalau di Indonesia kalian bisa suntik di KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan). Silahkan di googling lokasi KKP terdekat di kota anda. Kebetulan kemaren saya ga suntik yellow fever, dan berkas ditolak karena ga ada buku kuning. Untungnya ada fasilitas yellow fever GRATIS di bandara Bogota. Lokasinya di dekat departure hall. Syaratnya cuma bawa paspor, antri sebentar, suntik, terus langsung dikasih buku kuning. Semudah itu!! Padahal teman-teman yang suntik di Indonesia harus bayar ratusan ribu dan nunggu beberapa hari untuk dapatkan buku kuning
4. Rekening koran (saldo tabungan) 3 bulan terakhir. Ga ada keterangan saldo minimalnya berapa sih, tapi saya saranin siapin 1 juta perhari x jumlah hari kalian tinggal di Bolivia. Misalnya kalian 6 hari di Bolivia, berarti usahakan minimal saldo kalian 6juta.
5. Bookingan hotel yang sudah confirmed (Booking lewat booking.com dan pilih pay at property aja biar ga mubazir kalau visanya reject)
6. Formulir yang sudah kalian isi tadi. Ini bisa kalian dapatkan dari ngeklik form print preview

Semua dokumen harus dalam bentuk pdf dan ukurannya harus kurang dari 500kb. Kalau semua sudah oke, klik finish visa application. Tahap terakhir kalian akan dapat nomor aplikasi seperti ini :
Klik display visa application form
Nah formulir aplikasi visa ini yang kalian print dan bawa ke Embassy Bolivia beserta seluruh berkas yang sudah kalian upload tadi. Masa berlaku form aplikasi ini 15 hari. Jadi kalau kalian sudah submit dokumen, kalian harus serahkan berkas ke Embassy sebelum 15 hari dari masa kalian submit, lewat dari 15 hari berkas tersebut expired dan kalian diwajibkan submit ulang.
Selangkah lagi. 
Jadi kemaren saat landing di Bogota, tujuan pertama kami (saya dan 5 orang teman Indonesia lainnya) adalah Embassy Bolivia. Setelah perjalanan 3 hari, badan gerah karena ga mandi, dengan langkah gontai sambil geret-geret koper, petugas Embassy Bolivia mempersilahkan kami masuk ke salah satu ruangan. By the way sebelumnya saya sudah beberapa kali konsultasi dengan salah satu staff Embassy Bolivia lewat email. Doi bilang berkas saya sudah oke dan komplit, tinggal datang saja, proses sehari, lalu visa beres. Saya yang lugu ini percaya-percaya saja. Sampai di Embassy, staf memeriksa kelengkapan dokumen saya dan teman-teman lainnya. Kami semua di imingi-imingi janji surga oleh staff tersebut. Berhubung dokumen saya belum lengkap, saya disuruh balik ke bandara untuk suntik yellow fever dan kembali lagi kalau sudah punya buku kuning. Sementara teman-teman saya yang dokumennya lengkap dijanjikan akan menerima approval visa keesokan harinya. Berhubung mereka akan terbang ke Santiago keesokan harinya, petugas meyakinkan mereka kalau email approval itu hanya perlu ditunjukkan dan diprint oleh staff embassy Bolivia yang ada di Santiago. Saat itu hari Jumat sekitar pukul 2 siang. Hari Sabtu & Minggu embassy tutup, sementara hari Senin saya punya penerbangan ke Cartagena. Demi visa Bolivia, akhirnya saya batalkan trip saya ke Cartagena. Masih agak ikhlas karena harga tiketnya cuma 400ribuan PP.

Hari Seninnya saya datang kembali ke Embassy. Petugas bilang berkas komplit, kamu akan saya kontak melalui email jika visa sudah jadi. Petugas kembali meyakinkan saya kalau proses visa hanya sehari. Hari Selasa saya tidak selera kemana-mana karena was-was menunggu visa dan masih jetlag parah jadi ga kuat mau kemana-mana. Sampai jam 1 siang, email yang saya tunggu-tunggu tidak juga muncul. Akhirnya saya putuskan bertandang ke Embassy lagi. Petugasnya kembali mengatakan visa belum jadi, mohon tunggu sehari lagi. Besok saya yakin pasti jadi, kata petugas. Saya yang lugu ini kembali percaya dengan kata manis petugas. Dalam masa penantian tersebut saya email petugas dan memohon dengan sangat agar proses visa saya disegerakan, karena saya harus terbang ke Peru Rabu siang. Keesokan harinya (Rabu pagi) karena belum ada email balasan, saya kembali ke Embassy.

Saat itu saya sudah tidak percaya lagi dengan janji-janji manis petugas. Saya desak terus dia, karena saya harus terbang siang itu juga ke Peru. Sialnya ternyata berkas visa saya belum diproses sama sekali dan sudah expired. Petugas berbeda dari yang menangani di awal menyuruh saya untuk mengisi formulir aplikasi online ulang seraya menunjukkan lokasi warnet terdekat, saya disuruh submit ulang berkas dan kembali lagi setelahnya. Emosi mulai di ubun-ubun. Lalu saya ke warnet dan memulai proses isi formulir dari awal. Untungnya berkas-berkas saya komplit di flashdisk. Setelah selesai submit dan print semua berkas saya kembali lagi ke embassy. Petugas menyuruh saya menunggu. Setelah menunggu lebih dari 3 jam namun belum juga mendapatkan jawaban, akhirnya kami pamitan karena mengejar penerbangan ke Peru. Petugas kembali berjanji bahwa sore itu (katanya maksimal jam 3 sore) dia akan mengirimkan approval visa.

Bersambung!!
Dramanya masih panjang. Hahahhahaha