Minggu, 11 Juni 2017

Traveling & Menghasilkan Duit

,
Saat ini traveling bukan lagi sekedar hobi. Bahkan sudah banyak orang yang menjadikan traveling sebagai sumber penghasilan atau sumber nafkah, meski ga sedikit juga orang yang kembali bokek dan berhutang kesana-kemari pasca traveling. Nah kali ini saya pengen sharing apa saja yang bisa kalian lakukan saat traveling agar pundi-pundi keuangan tetap terjaga Semoga info ini berguna. Cekidot!

1. Jasa Titip/Pre Order/Bistip
Jasa titip ini adalah cara menghasilkan duit yang paling sering digunakan oleh para traveler. Selain mudah, untungnya juga lumayan. Metodenya adalaah : umumin ke orang-orang kalau kalian akan mengunjungi negara-negara A,B,C,D, dll dan bersedia dititipin barang sesuai request customer. Tarif untuk jasa titip ini ada 2 macam: Yang pertama tarif buka-bukaan : kalian kirimkan foto bill/struk dari harga barang tersebut dan tarik fee untuk setiap item barang. Normalnya sih 25% s/d 30% dari harga barang. Jadi misalkan ada yang nitip dibelikan Iphone seharga 10 juta, kalian bisa menarik biaya pembeliannya 2,5 juta - 3 juta. Yang kedua tarif fixed : dalam hal ini orang-orang ga perlu tahu harga asli barang tersebut karena kalian sudah mematok harga tiap item barang. By the way jika setelah kalian umumin ke orang-orang dan ternyata ga ada yang minat nitip, kalian bisa pakai jasa titip online. Ada banyak yang nawarin jasa titip salah satunya bistip.com 

Tips : 
- Pertimbangkan barang bawaan kalian, apakah akan kena bea masuk atau tidak. Amannya sih jangan mau dititipin barang-barang besar, berat, dan branded. Selain karena susah dibawah, boros bagasi, juga rentan diinterogasi petugas bea cukai di imigrasi dan disuruh bayar pajak yang lumayan.
- Jangan habiskan waktu hanya untuk mencari barang-barang titipan sehingga mengabaikan jadwal liburan anda. Ingat esensi yang paling utama dari liburan adalah menikmatinya bukan rempong dengan titipan belanjaan orang lain.
- Jangan belikan barang kalau orangnya belum transfer, untuk menghindari penipuan atau pembatalan sepihak dari orang tersebut. Ga lucu kan kalau kita udah susah-susah bawa barang tersebut dari luar benua terus tiba-tiba orangnya cancel dan menghilang. 
Contoh jasa titip online : bistip.com

2. Jasa Tulis Ucapan
Jasa tulis ucapan ini adalah metode cari duit yang paling gampang. Selain mudah juga tidak butuh modal sama sekali.. Metodenya adalah : tulis ucapan sesuai request, serapi mungkin dan fotoin di icon negara yang kalian kunjungi. Tarif untuk satu ucapan berkisar antara Rp 50.000 s/d Rp 150.000. Tips : Karena ini adalah pekerjaan, tolong tetap profesional, jangan nulis asal, pake kertas bekas, dan tulisan amburadul. Berikan hasil foto terbaik agar customer puas dengan hasil kerja anda. Liburan anda pastinya akan lebih berwarna, tidak hanya dipenuhi oleh foto-foto selfie yang ga jelas 😆
Gambar Nyomot di Google 

3. Buat Video Liputan dan Kirimkan ke Net Tv
Netcj.co.id ini menjadikan setiap orang punya kesempatan yang sama untuk jadi junarlis. Nah kalian bisa meliput hal-hal menarik disekitar kita, bisa tentang kuliner khas, keindahan alam, berita perampokan, dan lain-lain. Tarif untuk setiap tayangan yang tampil di Net mulai dari Rp 250.000 s.d Rp 1.000.000. Tips untuk nampang di NetTv (sumber: www.emakmbolang.com)

  • Shoot video dengan perlahan. Hindari goyangan. Shoot keseluruhan tempat dan juga shoot detail obyek atau tempat secara detail
  • Tulisan atau deskripsi tempat mengandung unsur 5W + 1 H. Tulisan sesuai dengan kaidah jurnalistik sistem pyramid. Tuliskan informasi penting dan menarik di paragraf pertama, paragraf kedua penjelasan lebih lanjut. Panjang video yang dikirim sekitar 2 - 3 menitan. Nanti yang dittayangkan sekitar 1 - 2 menitan. 
  • Pendaftaran anggota net melalui netcj.co.id. Gunakan nama lengkap sesuai KTP dan email beneran, jangan yang alay. Nomor handphone jangan gonta-ganti, nantinya akan ada proses verifikasi.
  • Video yang dipilih adalah video dengan shoot yang bagus dan deskripsi yang kece pula. Kalau moment seperti festival, kejadian seperti pembunuhan harus dikirim segera. Biasanya kirim malam paginya langsung tayang. Kalau tentang traveling biasanya menunggu beberapa hari
  • Narasi nantinya dibacakan oleh team dari NetTv, kita hanya perlu menulis deskripsi.
  • Judul karangan harus menarik 
Contoh tayangan di NetTV

4. Jadi Dosen di Universitas Terbuka
Jadi dosen (tutor) di Universitas Terbuka ini asyik banget. Kita ga perlu hadir di kelas untuk memberikan materi kuliah, karena semuanya dilakukan secara online. Materi sudah tersedia dan tinggal diposting sesuai tanggalnya. Kita hanya perlu ngasih pertanyaan untuk didiskusikan oleh mahasiswa-mahasiswa. Yang agak repot mungkin saat memberikan nilai karen jumlah siswa perkelas sekitar 150 orang. Ga terlalu repot sih sebenarnya karena sudah tersedia sistem untuk input nilai. Penilaian berdasarkan keaktifan mahasiswa berdiskusi di forum, pengerjaan tugas, nilai mid semester, dan nilai akhir. Nanti lagi asyik-asyik main sama komodo tiba-tiba transferan masuk. Hahaha. 

Untuk kualifikasi dan pendaftaran menjadi tutor di UT silahkan langsung ke website resminya 😚
Komunikasi dengan sesama dosen juga hanya via whatsapp :)
Naah mungkin ini dulu beberapa tips nyari duit dari traveling, kalau ada tips yang lain jangan sungkan untuk berbagi di comment box 😬😬😣😢😘

Minggu, 21 Mei 2017

Tips Sebelum Traveling ke India

,
Saya ga pernah kepikiran dan membayangkan sebelumnya akan berada di India hampir sebulan, mengingat India bukan negara yang ada di bucket list saya. Belum lagi dengar-dengar cerita tidak mengenakkan dari para traveller yang pernah ke India. Jadi saya ga punya ekspektasi macam-macam tentang India dan ga punya bekal (itinerary) sama sekali. Kejadian ini berawal saat saya mendapatkan tiket promo dengan rute Singapore - Amritsar seharga beberapa ratus ribu saja (lupa tepatnya berapa), disusul kasus error Kiwi yang membuat saya khilaf untuk issued tiket dari Delhi ke Dubai, disusul lagi promo Airasia yang buka rute baru dari Muscat ke Bangkok, dll.

Rencana awal perjalanan adalah saya akan menghabiskan waktu sekitar 4 hari di Kashmir, lalu berlanjut ke Delhi untuk transit menuju Dubai, dan tiket akhir (kembalinya) dari Muscat (Oman) ke Bangkok, terus ke Indonesia. Untuk semua rute ini tiket pesawat sudah ditangan. Namun karena sesuatu hal, akhirnya rencana ini BERANTAKAN TOTAL!!

Karena ini adalah perjalanan kurang lebih sebulan dan mustahil saya bisa nyeritain semua detailnya hanya dalam satu postingan, saya akan singkat cerita pengalaman ini dengan berbagi tips dan sedikit hal-hal yang perlu kalian ketahui sebelum traveling ke India. Mengutip quote nya teman saya "There is two things about India. Either you like it or you hate it! There is nowhere in between" Naah saya di posisi yang "BENCI" dengan India (kecuali Kashmir) Hahahahah.

1. Visa
Sebelum ke India, pastikan kalian sudah mengantongi visa. Visa India bisa didapatkan dengan mengisi formulir online yang ada di sini https://indianvisaonline.gov.in/evisa/tvoa.html. Ga susah koq ngisi formulirnya. Biaya pengurusan visa India sering gonta-ganti. Dijamannya saya biaya pengurusan visa sebesar 60 USD + 2USD utk processing fee. Dua bulan lalu biaya visa turun menjadi 49 USD, dan di bulan Mei ini naik kembali menjadi 50 USD (untuk info lengkap mengenai biaya pengurusan visa, silahkan langsung ke website resminya).

2. Tujuan yang jelas 
India itu luuuuuaaaaasssss bangett. Jadi sebelum kalian memutuskan ke India, kalian sudah harus tau jelas interest-nya, pengen ngeliat apa, kemana, jarak tempuh untuk berpindah kota, dll. Jangan sampai kalian yang punya cuti hanya 5 hari, pengen ke Kashmir, tapi tiket yang kalian beli turun di Kochi dengan alasan tiketnya murah. Itu sama dengan BUNUH DIRI! Dari Kochi ke Kashmir itu jaraknya puluhan ribu kilometer, dari ujung ke ujung. Jangan naif anak muda!!

3. Biaya hidup di India murah 
Traveling ke India sangat cocok untuk traveller budget pas-pasan seperti kalian. Selain karena segalanya disana murah banget, juga daerahnya komplit. Pengen udara yang segar-segar? Silahkan ke Kashmir. Pengen belajar sejarah? Silahkan ke Agra atau Delhi. Pengen mampir ke rumah artis-artis Bollywood? Silahkan ke Mumbai, dll. Yang harus kalian tahu adalah di India ada jurang pemisah yang sangat kentara antara si Kaya dan si Miskin. Kalau kalian tajir banget, yaa tinggal naik pesawat yang harganya mahal banget dari satu kota ke kota lainnya. Kalau kalian BPJS (backpacker pas-pasan jiwa sosialita) yaa tinggal siapkan pengganjal pantat anti tepos untuk naik kereta berpuluh-puluh jam. Harganya tersedia dari yang termurah sampai yang termahal. Semua bisa diatur!

4. Waspada Scam
Kata orang, India terkenal dengan scam atau tipu-tipunya. Hal ini ga sepenuhnya benar! Hampir sebulan di India. saya tidak mengalami scam sama sekali. Nah seandainya kalian berpotensi untuk terkena scam, ada jurus ampuh untuk menghindarinya. Yang pertama bisa dengan mengancam "I Call Police!" Sambil nunjuk-nunjuk mukanya dan dengan nada suara harus lebih tinggi dari suara si Penipu. Kalau cara yang pertama ini ga mempan, pakai cara kedua. Yaitu "lari atau tinggalkan orang tersebut" Cara ini bisa diimprovisasi dengan teriak agar didengarkan oleh orang-orang sekitar seolah-olah kita sedang dizolimi. Cara ini terbukti sangat ampuh.

5. Awas Rabies!
Di India, khususnya Delhi dan Goa Banyaaaaakkkk sekali anjing liar. Anjing-anjing ini biasanya menumpuk di kolong mobil. Biasanya bisa sampai 10 anjing dalam 1 kolong mobil. Anjing sebenarnya hewan yang sangat lucu dan menggemaskan, bukan? Benar! Tapi kalau mereka sudah bergerombolan sambil julur-julurin lidahnya dan ngejar-ngejar, sudah ga ada lucunya sama sekali! Sereeemmm 😔😔
Suatu subuh sekitar pukul 2 atau 3 dini hari, rekan saya keluar sendirian untuk nyari makan sahur. Saat jalan tiba-tiba puluhan ekor anjing menyerbu doi. Kaki rekan saya digigit dengan brutalnya sampai celananya sobek. Warga sekitar yang melihat berusaha menolong dan panik karena takut rekan saya ini kena rabies. Dimana saya saat kejadian tersebut? Jelas lagi tidurlah 😂😂
Saya baru tahu pagi harinya. Paginya, kami segera bergerak ke Rumah Sakit terdekat untuk vaksin. Di India, penyakit rabies ternyata adalah masalah yang serius. Di dinding-dinding rumah sakit tertulis jelas "25.000 warga India meninggal setiap tahunnya karena rabies, segera vaksin jika anda digigit anjing" kira-kira gitulah, yang membuat saya makin parno. Kelakuan anjing-anjing brutal ini membuat rencana perjalanan kami menjadi berantakan. Rekan saya harus menjalani vaksin secara berkala, hari pertama, ketiga, ketujuh, ke-14. dan seterusnya. Kami mencoba untuk kembali ke Indonesia, namun setelah mencoba telpon kesana-kemari, sebagian besar rumah sakit di Surabaya tidak memilik vaksin rabies. Akhirnya kami harus tinggal di Delhi sampai jadwal vaksin tuntas. (by the way vaksin rabies di India Gratis. Anda hanya perlu membayar biaya registrasi sebesar 30 rupee atau sekitar Rp 6.000).

6. Melihat kemanusiaan yang sesungguhnya
Di India saya bisa belajar tentang kemanusiaan yang sesungguhnya. Pernah nonton film Slumdog Millionaire? Persis begitu kerasnya kehidupan disana. Terutama di Rumah Sakitnya yang sangat memprihatinkan. Banyak manusia bertubuh kering kerontang tergeletak dikasur-kasur busuk rumah sakit sambil meringis kesakitan, mungkin busung lapar. Belum lagi kehidupan di stasiun kereta yang susah diungkapkan dengan kata-kata. Yaa Tuhaan ampuni hamba yang masih sering mengeluh 

7. Makanan ga enak
Di India, susah sekali menemukan makanan yang lezat. Selama hampir sebulan disana, saya hampir ga menemukan makanan enak sama sekali. Dalam perjalanan darat dari Amritsar ke Kashmir, kami menemui banyak sekali restoran/rumah makan bertuliskan "Breakfast - Lunch - Dinner" Tapi yaa gitulah. Menunya cuma sejenis. Nasi yang disendok terus diaduk-adik pakai tangan si pelayan restoran terus dituang kuah kari 
Selain ga enak, juga kotor alias tidak higienis. Yaa gitulah pokoknya. Pengen nangis kalau diingat-ingat lagi. Hahahha. Suatu kali saya pengen banget makan pisang goreng. Akhirnya saya beli pisang, minyak goreng, telur, dan tepung. Terus saya goreng pakai mini rice cooker andalan saya. Hampir sejam saya bolak balik pisangnya, ga mateng-mateng. Saya sedih ga karuan. Hahhahaha
Satu-satunya makanan yang sedikit masuk akal adalah sate domba. Selain itu wassalam.
(Catatan penting: Sebelum ke India persiapan logistik harus mumpuni, biar kalian ga kurus)

8. Kashmir Surga Dunia
Cerita sedikit tentang Kashmir. Kashmir adalah perbatasan antara India dan Pakistan yang masing sering konflik hingga hari ini. Wajar sih India dan Pakistan sering ribut, wong daerahnya baggguuuuussss bangeeeettt 😍😍
Untuk menempuh Kashmir yang terdekat adalah terbang dari Amritsar ke Srinagar (hanya 50 menit perjalanan). Bisa juga ditempuh dengan jalur darat (24 jam). Dengan alasan kenyamanan dan ingin menikmati pemandangan, saya memilih jalur darat dari Amritsar ke Kashmir. Sebelum ke Kashmir terlebih dahulu harus transit di Jammu. Dari Amritsar ke Jammu saya memilih bus dengan harga termahal (sleeper bus) agar bisa istirahat dengan tenang. Meski busnya sudah agak reyot, tapi lumayan nyaman. Dari Jammu masih harus melanjutkan perjalanan lagi sekitar 8 jam menuju Kashmir. Kami naik taksi (mobil Avanza) yang dipaksa diisi 10 orang sesak-sesakan. Bagian ini paling menyebalkan. Supir bisa sesuka hatinya berhenti. Tengah malam yang sangat gelap si supir tiba-tiba berhenti, kirain mau kencing ternyata dia berhenti untuk tidur. Kapan perjalanan dilanjutkan lagi? Sampai dia kebangun dan seger kembali. 6 jam yang sangat mencekam dengan bau keringat remaja-remaja india yang aduhai. Ppfffttt 🤕🤕🤕

9. Perhatikan Musim & Cuaca
Sebelum memutuskan ke India, ada baiknya anda memperhatikan unsur musim juga. Musim panas di India itu pannnaaassss banget. Kalau lagi panas-panasnya suhu bisa mencapai 55 derajat celcius, ga heran banyak orang yang meninggal di India karena kepanasan. Puncak suhu terpanas itu bulan Juni & Juli. Mungkin bulan yang pas untuk ke India adalah Maret - April atau September - November. Kecuali Kashmir loh yaa. Kalau Kashmir keindahannya bermetamorfosis sesuai musimnya. Musim apapun di Kashmir itu bagus.

Panorama Kashmir ^_^
Demikian yang bisa saya bagikan, silahkan isi comment box jika ada pertanyaan. Semoga tulisan ini berguna 👌👌


Sabtu, 29 April 2017

TIPS LIBURAN MURAH KE EROPA TANPA HARUS NUNGGU TIKET PROMO

,
Eropa. Siapa sih yang ga pengen ke Benua Biru tersebut? Bagi sebagian orang malah berlibur ke Eropa masuk dalam rukun iman ke-7 bunyinya: "Percaya bisa ke Eropa suatu saat nanti" Bukankah manusia adalah tentang apa yang diimaninya? #Eaaak *direkrut mama dedeh

Seperti yang kita ketahui bersama, berlibur ke Eropa butuh biaya yang mahal. Biasanya biaya termurah untuk keliling beberapa negara di Eropa berkisar antara 20jt - 40jutaan. Setara biaya pernikahan sederhana di Indonesia. Ogah banget kan ngabisin duit segitu kalau belum nikah? :'(  

Nah untuk mengobati kegundahan kalian yang pengen banget ke Eropa, kali ini saya pengen sharing cara murah liburan ke Eropa. Cara ini bisa digunakan kapan saja alias bisa berangkat kapan aja, tanpa harus nunggu tiket promo, tanpa harus jadi Sispai juga. 

Tau Sispai kan? Itu loh cewe yang belagak sosialita, keliling dunia dengan modal ngutang sana-sini, nonton konser coldplay ke Bangkok, lalu kemudian digerebek di Soeta pasca balik dari konser Coldplay. (Baca beritanya disini) #OjoDitiru

Ide ini muncul saat transit 12 jam di Iran beberapa hari yang lalu. Ingat kata pepatah "Banyak Jalan ke Roma". Ungkapan pepatah ini ternyata tepat sekali. Salah satu cara murah untuk mencapai Eropa adalah melalui Iran/Teheran. Dari Kuala Lumpur ke Teheran kalau lagi promo hanya 1,5juta PP. Kalau tidak sedang promo harganya hanya 2,5jt PP. Dengan catatan kalian harus punya 1.000 point big Airasia. 

Lalu kalau tidak punya point Airasia, gimana?? Tenang, kalian bisa join di group facebook tiket murah yang saya kelola (klik disini). Untuk reservasi kalian bisa kontak salah satu admin di grup tersebut. #Trusted

Harga tiket Kuala Lumpur - Iran saat promo hanya 453 ringgit atau setara 1,5jt PP
Harga tiket Kuala Lumpur - Iran saat tidak promo hanya 753 Ringgit atau setara 2,5jt PP
Iran kita jadikan sebagai batu loncatan saja untuk menuju Eropa, jadi kita ga perlu mengurus visa Iran. Setelah tiba di Iran, kalian langsung saja menuju ke lantai atas (posisi eskalator/tangganya sebelum antrian imigrasi) untuk melaporkan kalau kalaian adalah penumpang transit. Nanti petugas akan membantu kalian untuk check in ke pnerbangan lanjutan sekaligus memindahkan bagasi kalian. 

Nah, kalu sudah sampai di Iran kemana-mana saja sudah murah. Kalian bisa keliling ke Turki dulu, atau bisa juga menikmati indahnya Georgia (lihat Gambar)

Contoh penerbangan lanjutan dari Turki

Contoh penerbangan lanjutan dari Tehran

Contoh penerbangan lanjutan dari Georgia

Pesawat-pesawat murah untuk keliling Eropa ada banyak. Yang paling murah biasanya Ryan Air atau Wizz Air. Pegasus juga murah sih. Saya pernah dapat tiket dari Brussels ke Denmark seharga 80ribuan, pernah juga dari Stockholm ke Poland cuma 70ribuan. Tinggal pinter-pinter milih rute dan waktunya. Jangan sampai pengen ke banyak tempat tapi malah kelelahan karena sebagian waktu hanya digunakan di pesawat. Ingat esensi traveling yang haqiqi adalah menikmati setiap perjalanannya. Jadi tak perlu tamak dan tergesa-gesa yaa.

Saya mau kasihh beberapa tips untuk kalian yang pengen keliling Eropa melalui Iran : 
  1. Biasanya rute-rute yang dilewati orang-orang yang traveing melalui Iran itu begini : Iran - Azerbaijan - Armenia - Georgia (jalur darat). Belum banyak sih orang Indonesia yang mau traveling ke negara-negara ini, makanya wajib kalian coba biar antimainstream
  2. Jika kalian transit di Iran (Teheran) dan ingin melanjutkan penerbangan ke negara lainnya, pastikan connecting time nya tidak terlalu lama. Karena menunggu di bandara Teheran itu sangat membosankan (tidak ada wifi, ga boleh keluar dari ruang tunggu sampai petugas yang membantu check in tersebut memberikan boarding pass baru)
  3. Jika kalian ingin keliling-keliling Iran dulu, kalian wajib punya visa. Bagi WNI visa bisa didapatkan dengan mengurus di Kedutaan Iran di Jakarta (ini nomor whatsapp petugas visa nya 081519102804), namanya Pak Abdul. Silahkan di whatsapp dulu untuk menanyakan persyaratannya. Biaya visa 20 Euro. Jika kalian terlalu malas untuk mengurus visa di Embassy Jakarta, kalian juga bisa mengurus visa saat tiba di Airport Iran (biaya visa 45 Euro belum termasuk Asuransi). Siap-siap ngantri panjang.
  4. Jika kalian ingin keliling Eropa dengan pesawat budget, perhatikan ukuran koper/ransel kalian. Low cost carrier di Eropa itu biasanya ketat banget urusan bagasi. Koper tidak boleh lebih dari 20 inch atau berartnya ga boleh lebih dari 10kg
  5. Penghematan terbesar di Eropa adalah urusan perut. Biasanya untuk menyiasatinya saya selalu bawa rice cooker mini dan rendang kemana-mana (indomie, sambel, dll juga wajib ikut serta). Selain karena mempertahankan selera nusantara, biasanya saya kurang cocok dengan makanan-makanan disana.
  6. Untuk mencari tiket murah biasanya saya mnggunakan situs skyscanner.com. Website tersebut bisa menampilkan harga tiket selama sebulan, jadi saya bisa mengatur perjalanan sehemat-hematnya.
  7. Kalau sudah sampai di Eropa jangan SOMBONG!!! Klik like, amin dan share tips ini ke orang lain supaya mereka juga bisa ke Eropa :) 
Sekian tips-tips dari saya, kalau ada yang mau ditanyakan jangan sungkan kontak saya di whatsapp (085265558303), biasanya komen-komen di blog jarang saya buka. Hahahahha

Cuss liburan, jangan ngantor muluk, kaya juga kagak!!

Kamis, 17 November 2016

Bombardir Belanja Oleh Mr.Importir

,
Tau film Kabhi Kushi Kabhie Gham yang sempat fenomenal 6 tahunan yang lalu, ga? Pasti taulah yaa. Lagu Kabhi Kushi Kabhie Gum ini satu-satunya lagu yang ada diplaylist mobil sewaan kami selama 7 hari muterin Mauritius beberapa waktu yang lalu. Imbasnya, lagu ini masih terus berdendang di telinga hingga sekarang.

Aa aa aa aa aa aa, kabhi khushi gham
Na judaa honge hum, kabhi khushi kabhi gham
Aa aa aa, aa aa aa, aa aa aa aa


Menyebalkan 😠

Perjalanan saya keliling Amerika Timur, China dan Afrika beberapa waktu yang lalu membuat saya menyadari kalau ternyata dunia ini sudah dikuasai oleh produk China. Barang-barang yang dijual di mall-mall yang saya singgahi 90% made in china. Bahkan souvenir khas yg identik dengan negara/kota tersebut juga made in china. Gantungan kunci Newyork made in China, tempelan kulkas Mauritius made in china,  snow ball Boston made in China, bahkan kartu pos juga made in China. Hal ini membuat saya penasaran mati-matian dengan China. Kenapa mereka bisa selihai itu menciptakan apapun, lalu kemudian menjualnya dengan harga yang gak masuk akal murahnya, dan negara-negara lain berbondong-bondong mengimpor produk-produk buatan China?

Aa aa aa aa aa aa, kabhi khushi gham
Na judaa honge hum, kabhi khushi kabhi gham
Aa aa aa, aa aa aa, aa aa aa aa


Untuk mengobati rasa penasaran saya, akhirnya saya dan dia (baginda Mr.Importir) memutuskan untuk mengunjungi salah satu sentral perdagangan terbesar sedunia, yaitu Kota Yiwu di China. Kisah perjalanan saya ke Yiwu bisa dibaca disini. Untuk saya yang masih awam dengan dunia impor-imporan fokus utama saya adalah mencari barang-barang yang saya anggap lucu, sementara untuk si Doi yang sudah malang melintang di dunia impor-imporan fokus utamanya mencari forwarder yang bisa menjembatani pengiriman barang dari China ke Indonesia. Oiya sebelum saya lanjutkan, saya ceritakan dulu profil singkat Sang Baginda Mr.importir ini.

Rendy Bharata Putra namanya, dia adalah penggagas http://mrimportir.com/ yang pernah mengenyam pendidikan selama kurang lebih 3 tahun di Beihang University, Beijing, China. Saat ini beliau hidup nomaden. Pekerjaan utamanya saat ini adalah traveling keliling dunia, belanja, dan mentoring (cara mudah menjadi importir produk-produk dari China) baik melalui kelas online maupun kelas private yang rencananya akan diadakan di 34 provinsi dan 60 kota di Indonesia. Saat ini beliau sudah melahirkan lebih dari 300 importir aktif. Apa yang membedakannya dari mentor importir lainnya?? Dia berani memberikan garansi "Uang Kembali" jika peserta yang dibimbingnya tidak bisa impor barang sendiri setelah mengikuti kelas online maupun private dr Mr.Importir. Simak apa kata mereka-mereka yang telah bergabung di mrimportir.com berikut ini:  

Testimony Member Mrimportir.com

Testimony Member Mrimportir.com

Testimony Member Mrimportir.com
Aa aa aa aa aa aa, kabhi khushi gham
Na judaa honge hum, kabhi khushi kabhi gham
Aa aa aa, aa aa aa, aa aa aa aa


Kembali ke cerita saya tentang Yiwu diatas, mengunjungi langsung sentral perdagangan terbesar di China tak lantas membuat si baginda Mr.importir puas, pasalnya harga yang ditawarkan oleh pedagang disana tidak lebih murah dari berbelanja online melalui website market place China. Alih-alih ingin memborong belanjaan, malah kami pulang tanpa membawa barang-barang berarti yang bisa dijual. Namun kunjungan tersebut tidak sia-sia. Setidaknya sang baginda Mr.Importir mendapatkan mangsanya yaitu para forwarder ^_^

Penasaran dan pengen jadi importir juga?? :p 

Minggu, 23 Oktober 2016

Yiwu, Surga Belanja Yang (Tak) Dirindukan

,
Saya Hanna Ester, gadis yang tak terlalu suka dengan gemerlapnya dunia mall. Jika gadis-gadis lain seperti kesurupan ketika masuk mall, melihat sale 80% + 20%, atau rela bangun pagi-pagi buta demi tenggelam dalam jubelan manusia Morning Sale, atau  merasa seperti 'hidup baru' pasca keluar dari mall dengan tentengan penuh ditangan kanan dan kiri, saya malah sebaliknya. Hal-hal yang seperti itu tidak terlalu menarik bagi saya. Beruntungnya calon suami saya kelak. #Eehhm. Ditambah lagi zaman sekarang ini semua serba gampang. Mau belanja? Tinggal klik. Sambil masak-masak dan baca-baca komen di fanspage Jonru, barang pesanan tiba-tiba saja sudah dianter ke depan rumah. Aaah indahnya. 

Kunjungan saya ke Amerika Timur dua minggu yang lalu menyisakan banyak penyesalan di hati teman-teman saya. Iya, yang menyesal teman-teman saya, bukan saya. Mereka menyayangkan mengapa saya ga mau dititipin barang-barang branded khas Amerika? Harusnya bistip (bisnis titipan) seperti itu bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengisi pundi-pundi kas saya, ujar mereka sambil menghela nafas panjang. Hmm. Satu-satunya alasannya yaa itu, barang di Amerika mahal saya males ke mall!! Tapi waktu di Amerika kemaren bukan berarti saya tidak masuk mall sama sekali, loh ya. Masuk juga, tapi pas keluar sama seperti pas masuk - Membawa nama baik. #Eaakk. 

Satu-satunya yang saya beli di mall Amerika kemaren adalah sepatu. Eehh ralat, bukan saya beli sih, tapi dibeliin. Hahhahaha. Sepatu ini adalah sepatu termahal saya sejauh ini. Dengan sepatu baru ini kadar percaya diri saya meningkat sekian persen. Sepatu ini juga berhasil membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi, Tidak lagi terlalu sering selfie dengan muka sepenuh layar handpone. Objek foto saya sekarang berpindah ke sepatu. Siapapun yang saya minta untuk motoin selalu saya bilang "Fotonya sampe kebawah, nampak'in sepatunya yaa!" See??
Difoto dengan gaya pura-pura ga ngeliat kamera masih menjadi trend hingga saat ini. Tolong fokus ke sepatunya :)
Setelah balik dari Amerika, perjalan saya selanjutnya adalah china. Kali ini kota yang ingin saya kunjungi adalah Yiwu. Mungkin untuk kalian yang hobinya ngomongin dan ngurusin hidup orang lain, Kota Yiwu ini tidak terlalu familiar. Namun bagi pebisnis, pelaku expor-impor, dan pedagang-pedagang besar, kota Yiwu ini sudah tidak asing lagi. Yiwu adalah kota perdagangan internasional terbesar di China. Berasa dejavu, saat mau check in di Bandara JFK (John F Kenedy, New York), saya melihat baliho besar tentang Yiwu.

Pantes sebagian besar barang yang dijual di mall-mall besar Amerika made in China, belanjanya di Yiwu sih :)
Untuk sampai ke Yiwu bandara terdekatnya adalah melalui Hangzhou. Dari bandara Hangzhou anda bisa naik bus langsung ke Yiwu dengan waktu tempuh sekitar 2 - 3 jam (tergantung macet tidaknya jalan). Bus terakhir beroperasi jam 10.30 malam. Jika anda mendarat tengah malam dan tidak keburu naik bus, anda juga bisa menuju Yiwu dengan kereta. Caranya: dari Bandara naik bus menuju stasiun kereta (sekitar 30 menit), dari stasiun ke Yiwu hanya 30 menit dengan kereta cepat atau 2 jam dengan kereta biasa. Stasiun kereta buka 24 jam dan keberangkatan terakhir ada di jam 2.30 subuh. (Maaf saya lupa nama stasiunnya, akan saya edit secepatnya kalo sudah ingat lagi).

By the way, sebelum saya lanjutkan cerita, saya ingin jelaskan dulu situasi Yiwu. Jadi Yiwu ini benar-benar dikhususkan sebagai kota belanja, ga ada wisata lain selain wisata belanja. Luas pusat perbelanjaannya sekitar 4juta m2, terdiri atas 5 distrik, lebih kurang 62.000 toko, 100.000 penjual dan 400.000 jenis produk yang diperjual-belikan. Yiwu Market beroperasi dari pukul 9 pagi sampai 5 sore. Karena luasnya, untuk berpindah dari satu distrik ke distrik lainnya harus naik mobil, kalau jalan kaki dipastikan betis membengkak. Tapi jangan khawatir! Pengelola atau pemerintah sudah menyediakan shuttle bus gratis yang beroperasi hingga pukul 4 sore. Masing-masing distrik mempunyai spesialisasi barang, bisa dilihat digambar berikut: 
Barang-barang di district 1 
Barang-barang di district 2
Barang-barang di district 3
Barang-barang di district 4
Barang-barang di district 5
Hari pertama di Yiwu, tujuan pertama kami adalah distrik 3 yang letaknya persis didepan penginapan. Saya masih sangat excited mengenakan sepatu baru saya ini. Seolah ingin menunjukkan kepada seluruh warga Yiwu bahwa sepatu saya ini belinya di Amerika. Gaya jalan juga sengaja saya atur sedemikian rupa demi eksistensi sepatu baru saya. District 3 tidak terlalu menarik buat saya karena barang-barang yang dijual berbagai kosmetik dan stationary gitu. Lalu kami bergerak menuju district 4. Di district 4 saya mulai tercengang-cengang sambil tak henti-hentinya mengucapkan "wuiih murah, wuiih murah, wuiih murah". Rasanya semua pengen dibeli. Di district 4 ini pusatnya perlengkapan winter yg lucu-lucu, mulai dari longjohn, scarf, sarung tangan yang lucu-lucu, kaos kaki, jaket bulu angsa, sepatu segala rupa, dll. Kami berkeliling menyusuri toko demi toko. Kemudian langkah saya terhenti disebuah toko yang menjual sepatu yang sama persis dengan sepatu kebanggan yang sedang saya kenakan saat itu. Kerongkongan saya tercekat saat tahu harganya hanya 19 Yuan atau senilai 38ribu rupiah. Sakit sekali rasanya. Ingin teriak sekuat-kuatnya. Tuhan ini ga adil :'( 

Setelah mengalami peristiwa tragis tersebut, saya langsung lemas dan ingin pulang saja. Ditambah lagi keadaan tubuh yang masih jetlag parah. Akhirnya kami kembali ke penginapan, padahal berangkatnya jam 11 dan saat itu baru jam 2 siang. Kejadian itu membuat saya tidur pulas hingga 16 jam. #terus apa hubungannya, han? Gaa tauukk -___-

Hari kedua dalam kondisi yang sudah lumayan segar kami kembali melakukan penjelajahan. Tujuan kami kali ini adalah district 5. District 5 ini gudangnya onderdil kendaraan. Ada motor listrik yang lucu dan belum ada di Indonesia juga disini. Pengen beli tapi bawanya susah, ongkirnya mayan. Hehhe. Saya sih ga betah ditempat beginian, ga tau kalo Mas Anang. Berbeda dengan saya, si doi semangat bener di district 5 ini. Hampir 5 jam kami menghabiskan waktu hanya untuk nyari angel eyes mobilnya doi. Dapat angel eyes nya? Yaa dapetlah, wong semua barang di Yiwu available. Tappiiiii...... Harus beli minimal 50 biji. #Kriiikk. Wasting time bgt kan? Eehh nggak deng. Semua waktu bersamamu ku anggap berkualitas koq. #Ngiiiikkk. 

Hari ketiga kami lanjutkan penjelajahan ke district 2. Rencananya cuma mau beli koper besar lalu nanti di isi dengan barang-barang yang telah kami survey untuk dibeli di hari sebelumnya. Beli koper beres, saatnya kembali ke district 4 untuk beli baju dan sepatu. Seketika mimpi kami untuk membawa barang-barang incaran harus pupus karena ada minimal pembelian untuk setiap barang (tergantung jenis barangnya, mulai dari yg terkecil minimal 30 pcs), ditambah lagi stock barang tidak tersedia saat itu juga, harus menunggu diambil dulu ke gudangnya. Padahal esok harinya kami sudah harus kembali pulang. #KriiikKrriikkkk.

Untuk mengobati kekecewaan hati saya karena ga berhasil membeli barang yang saya inginkan, si doi memperkenalkan saya ke situs belanja online termurah sejagat, yaitu 1688.com dan taobao.com. "Udah ga usah ngambek, nanti ku kasih tau barang yang lebih murah dari Yiwu ini dan bisa tinggal klik-klik tanpa perlu capek-capek. Ga pake minimal order lagi" Dan benar saja, ternyata barang-barang disitus online tersebut tidak jauh berbeda dari barang yang ada di Yiwu bahkan beberapa barang malah lebih murah. Eeehh jadi ngapain kita jauh-jauh kesini, bang??????? -______-

Tips menikmati wisata belanja di Yiwu:
  1. Transportasi di Yiwu jauh lebih murah dari Beijing atau kota-kota di China lainnya. Misalnya tarif taksi di Beijing untuk sekali buka pintu 14 Yuan, di Yiwu hanya 6 Yuan setelah itu 0,5 yuan per km. Kalau pengen lebih murah lagi silahkan naik bus atau kereta, tarifnya mulai dari 1,5 Yuan. 
  2. Siapkan alas kaki yang enak dipakai karena butuh kaki yang kuat dan alas kaki yang nyaman untuk menjelajahi seluruh sudut district.
  3. Butuh waktu semingguan untuk menjelajah semua toko-toko yang ada disana. Jika anda hanya melakukan kunjungan singkat, sebaiknya langsung fokus ke district sasaran (jenis barang di masing-masing district bisa dilihat pada gambar diatas)
  4. Harga yang ditawarkan penjual sebenarnya sudah sangat murah, tetapi kita masih berkesempatan untuk menawar barang. Pinter-pinterlah nawar
  5. Belanja di Yiwu ini memang dikhususkan untuk orang-orang yang akan menjual kembali barang-barang yang dibeli. Oleh sebab itu penjual membuat syarat minimal pembelian untuk setiap item barang. Ada baiknya sebelum membeli kalian sudah harus tau terlebih dahulu barang apa yang ingin kalian beli dan berapa jumlahnya agar waktu yang kalian habiskan juga tidak terbuang sia-sia.
  6. Barang-barang yang terpampang di toko tersebut hanyalah sample/barang contoh. Mereka harus mengambil barangnya dulu ke gudang saat kalian ingin membeli. Bisa jadi anda bisa mendapatkan barang tersebut hari itu juga, atau anda disuruh kembali lagi keesokan harinya.
Sekian cerita dari saya. Semoga bermanfaat. Selamat berlibur ke Yiwu ^_^
 

All about Me Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates