Sabtu, 15 Juli 2017

Tentang Nilai

,
Saya terlahir dengan kondisi orang tua khususnya bapak saya yang berorientasi pada nilai atau angka. Sejak kecil kami semua di intimidasi dengan ucapan "kalian harus bisa juara di sekolah, kalau ga bisa juara satu, yaa minimal tiga besar lah. Garis keturunan oppung kita ga ada yang bego!" Untuk memenuhi ambisi tersebut biasanya menjelang ujian bapak saya selalu mengiming-imingi kami dengan hadiah. Misalnya kalau nilai rapornya ada angka 8 atau 9 bisa ditebus dengan memberi sejumlah uang, atau membelikan mainan yang kami inginkan, atau hal lain yang telah disepakati bersama. Ditambah lagi biasanya kami selalu di pudding saat ujian (sarapan harus minum susu, makan rebusan telur ayam kampung setengah mateng padahal kan makan telur setengah mateng cuma waktu mau ujian doang mana mempan bikin orang mendadak pinter, dan uang jajan dilebihin - padahal kalau ujian kan pulangnya cepat banget dan ga sempat jajan) Hahhaha. Karena masih anak-anak dan belum ngerti apa-apa, iming-iming yang ditawarkan bapak saya jelas sangat menggoda. Bayangkan 1 angka 8 bisa ditebus 1 mainan atau duit yang setaranya, kalau angka 8 nya ada 5 biji? Ohh mungkin saya bisa bangun candi, begitu pikiran saya waktu itu. Sebaliknya kalau ada nilai merah yaitu angka 5 atau 6 biasanya kami akan di hukum. (Jaman dulu istilahnya nilai merah, kalau jaman sekarang istilahnya diganti jadi tuntas/tidak tuntas, terlampaui/tidak terlampaui dan sejenisnya).

Kebetulan saya terlahir nggak terlalu pintar tapi ngga bodoh-bodoh amat juga. Hahaha. Yang pintar abang saya. Padahal ga pernah belajar, tapi bisa selalu diurutan 3 besar. Sementara saya harus berjuang habis-habisan dulu baru bisa 3 besar. Itu juga ga pernah dapet. Jangankan 3 besar, bisa masuk 10 besar aja rasanya terharu banget. Saya masih ingat banget waktu SMP saya dan abang saya pernah dikurung dikamar karena ada 2 angka merah di rapor saya. Abang saya yang saat itu ranking 3 besar juga ikut-ikutan di kurung. Alasan bapak saya "abang saya membawa pengaruh buruh untuk saya karena ngajak main terus dan ga bisa mendidik saya menjadi adik yang pintar". Masih untung lah yaaa saya cuma dikurung, abang saya malah disebat dulu pake sapu lidi sampe kakinya baret-baret lalu dikurung. Mbuhlah pokoknya sakarep bapak saya tentang hukumannya -___-

*Kejadian ini udah puluhan tahun yang lalu, tapi saya masih ingat jelas sampe sekarang. Geli juga kalau di ingat. Hahhahaha.

Bersyukur saat SMA saya LDR dengan bapak saya. Ntah apa penyebabnya waktu itu saya dipindahkan ke Medan. Meski sudah jauh dari bapak, namun nilai-nilai yang beliau tanamkan ke saya tetap nancep. Saya selalu dibayang-bayangi nasehat menakutkan dari bapak tentang pencapaian nilai. Saya harus berubah, saya ga boleh ngecewain bapak. Saya harus dapat nilai bagus. Minimal 10 besar lah, begitu janji saya dalam hati. Hidup di Medan keras, kawan! Meski saya udah berjuang dan belajar sunggu-sungguh yaa tetap saja saya belum bisa memenuhi standard nilainya bapak. Untung saat SMA saya sudah mulai picik. Demi mempertahankan nilai-nilai saya agar sesuai standard bapak, saya meminta bala bantuan dari teman-teman sekelas. Kebetulan teman sebangku saya pintar, saya manfaatkan beliau. Waktu ujian juga saya selalu memanfaatkan kepintaran akademik teman-teman saya untuk membantu saya (baca : memberikan contekan). Akhirnya saya lulus dengan predikat dibantu teman. 

Menjelang memasuki dunia kuliah, bapak saya kembali berulah. 
"Pokoknya kalian harus kuliah! Tuntut ilmu setinggi-tingginya! Kalau bisa S3, kenapa hanya sekedar S2? Mungkin bapak ga bisa menyekolahkan kalian tinggi-tinggi, tapi kalau kalian berusaha, bapak yakin pasti ada jalan"
Yaa nasehat ini beliau sampaikan atas nama 'ketidaksanggupan beliau untuk menguliahkan saya'. Saat itu kondisi ekonomi keluarga sangat memprihatinkan. 3 orang abang saya yang sempat menunda kuliah beberapa tahun sebelumnya, mendadak minta kuliah ditahun tersebut. Sehingga saya yang dianggap masih muda harus mengalah dulu demi abang-abang saya. Meski saya ga pinter-pinter banget, tapi saya punya niat untuk sekolah. Demi apa?? Yaa demi ambisi bapak saya terwujudlah. Menurut ngana? Hahhahaha. Singkat cerita saya bisa melanjutkan pendidikan. Saya kuliah atas biaya saya sendiri dengan dibantu 200rb untuk membeli formulir pendaftaran pake uang bapak. Sisanya saya berjuang sendiri. Saya mendapat beasiswa hingga lulus. Di titik ini saya merasa sedikit bangga dengan diri saya. Hahahhaha.

Meski lulus Sarjana dengan nilai memuaskan, hal ini tak lantas membuat bapak saya puas. Beliau masih terus saja mendorong saya untuk melanjutkan S2. Saya sih ga pinter, tapi saya berani! Atas nama gengsi dan tertantang dengan ambisi bapak, akhirnya saya mulai survey-survey biaya S2 di beberapa kampus di Batam. Rata-rata biaya S2 itu kisaran 40 - 60 jutaan (biaya masuk hingga lulus). Saya ceritakan ke Bapak saya tentang biaya tersebut, alih-alih mau membantu dana, bapak saya malah cuma ngomong "kamu pasti bisa" Yaaa kali pak tapi duitnya dari mana? 😒😒

Salah seorang mantan dosen saya mendorong saya untuk melanjutkan kuliah, beliau menawarkan solusi yang sebetulnya bukan solusi sih. "Kamu gadaikan aja motor kamu, Han. Nah itu kan bisa buat uang pangkal untuk masuk S2, nanti sisanya bisa cicil-cicil lah. Bapak yakin kamu pasti mampu" kata dosen saya ini. Akhirnya saya turutin saran sang dosen. Saya gadaikan motor saya dan pembayarannya dengan sistem cicilan, sambil saya melanjutkan hidup dan ambisi-ambisi bapak saya. Singkat cerita saya bisa lulus S2 dengan mulus dan tepat waktu serta nilai yang nyaris sempurna. Beberapa kali malah saya mendapat IPK sempurna, di titik ini saya berharap bapak saya puas dengan apa yang telah saya capai, eeh nyatanya BELUUMM, sodara-sodara!! Bapak saya masih pengen saya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Coba kalau kalian pengen iseng sms bapak saya, tanyain "Kalau bapak mau milih, bapak milih Hana ngelanjutin S3 atau Hana nikah dulu" Pasti jawabannya ngelanjutin S3. Hahhahahahah..

Lelah? Bangettt, gaes! Suatu ketika bapak saya nyeletuk "Han, ga mau langsung lanjut S3? Mumpung masih mudah dan otaknya masih bisa mikir?" Dengan enteng saya jawab "Enggak ahh, nanti dulu. Masih capek. Ijazah yang dari SMA, S1, dan S2 sekarang aja belum jelas mau dipake untuk apa". Maha benar yaa ungkapan pepatah "Yang penting kuliah, bisa lulus, nilai bagus, masalah ijazah kepake atau nggak urusan belakang! Yang penting bapak-ibu senang!"

Tipikal orang yang berorientasi nilai seperti ini saya yakin ada banyak, bukan hanya bapak saya saja. Apa yang ingin saya sampaikan dari kisah sepanjang ini adalah bahwa tidak semua anak terlahir dengan kecerdasan akademik. Seringkali orang tua memaksakan anaknya untuk mencapai nilai-nilai sesuai dengan standard orang tua, padahal si anak sudah berjuang sekeras apapun ga mungkin bisa mencapai standard tersebut. Masih banyak orang tua yang belum menyadari bahwa kesuksesan bukanlah tentang nilai/angka yang tertulis di laporan akademik, lebih dari itu, bisa jadi suatu kelak nanti anak-anak kalian adalah ahli musik, atlet, pelukis, dan lain-lain. Ahli musik ga perlu paham rumus molekul senyawa. Pelukis juga ga perlu pusing mikirin rumus integral. Apalagi untuk menjadi traveler seperti saya? 😛😛😛

Kebetulan kemren saya nemu video bagus banget, bisa ditonton disini 👇👇👇
https://www.facebook.com/781587481894458/videos/880325688687303/

Pendidikan di Indonesia yang mewajibkan anak-anak mempelajari semua hal juga sangat tidak berguna menurut saya. Buat apa coba kita capek-capek belajar Kimia, fisika, akuntansi dalam waktu berbarengan? Di satu waktu siswa diwajibkan menghapal rumus molekul, di waktu bersamaan juga harus memecahkan persoalan matematika yang complicated. Saat lulus ilmu-ilmu yang dipelajari itu ga tau mau diapakan. Untuk saya yang setelah tamat SMA nya langsung terjun ke dunia pendidikan (guru bimbel) ilmu-ilmu itu jelas berguna untuk mengajarkan adik-adik lain yang terjerat di masalah pendidikan seperti yang pernah saya alami sebelumnya, yaa tapi ga semua orangkan jadi guru bimbel? 😇😇😇😇

Saya mau berbagi pengalaman sedikit. Dulu, saya pernah mengajar anak dengan keterbelakangan mental atau autis (eeh apalah itu istilahnya). Di usia 5 tahun si anak tersebut masih belum bisa jalan, suka tiba-tiba emosi atau marah-marah dan menyerakkan semua benda yang ada disekitarnya, boro-boro bisa nulis, menggenggam pensil aja belum bisa. Pada saat orangtuanya menghubungi saya, beliau tidak menceritakan kepada saya mengenai kondisi anaknya. Beliau hanya mengatakan saya untuk datang kerumahnya, mengajari anaknya dan mengiming-imingi saya dengan bayaran mahal, dan dibayar diawal pulak. Karena sudah terjebak, mau tidak mau saya harus memenuhi tanggungjawab saya. Kesabaran saya benar-benar di uji saat itu. Dengan segala keterbatasan si anak, Orangtuanya ngotot anaknya harus bisa baca tulis di usia 6 tahun, dan bisa masuk SD di usia tersebut, ga peduli gimana caranya. 😌😌😌

Orangtuanya memberikan kepercayaan penuh kepada saya dan untungnya kami diberikan ruang belajar khusus, jadi setiap belajar ruangan tersebut saya kunci. Awalnya sangat sulit dan benar-benar harus extra sabar. Butuh waktu beberapa hari hanya untuk sekedar mengajarinya menggenggam pensil. Singkat cerita kedekatan emosional saya dengan si anak mulai terbangun. Pelan-pelan si anak mulai mau belajar. Tapi banyak hari yang kami habiskan sangat tidak berfaedah. Hahhaha. Kadang si anak tiba-tiba ngantuk dan ngajak saya tidur siang dulu baru belajar, dan malah kebablas tidurnya, kadang juga si anak merengek minta dipesenin pizza dulu ke mamanya baru mau belajar, eh padahal setelah pizza datang kami hanya makan sambil ngobrol-ngobrol dan ga belajar sama sekali. Satu hal yang paling membuat saya senang adalah inisiatif dari si anak yang mengharuskan kondisi kulkas di ruang belajar senantiasa penuh dengan cemilan. Good Job, nak!! Hahahahah.

Anaknya suka makan dan cerita, dan ga bodoh juga menurut saya. Daya khayalnya tinggi sampe ke langit. Saya selalu merasa terhibur dengan cerita khayalannya. Kalau lagi waras, dalam durasi 1jam les tersebut, 20 menit kami gunakan untuk belajar, 40 menit kami gunakan untuk mendengarkan ceritanya sambil ngemil. Kalau lagi ga waras, sejam penuh kami tidur, atau cuma main. Sesuai target orangtuanya di usia 6 tahun si Anak sudah lancar membaca dan menulis, serta berhitung sesuai standard anak SD jaman sekarang. Saya merasa itu pencapaian terbaik saya selama ini. Sekarang saya ga tau gimana keadaan si anak. Semoga saja dia sudah menjadi story teller yang handal. Amin.

Yuk para mamah tua, mamah muda dan mamah wannabe, jangan paksakan anak anda untuk meraih standard nilai seperti maunya anda. Biarkan mereka bahagia di usianya. Tugas kalian adalah menerima mereka sebagaimana adanya mereka. Anak yang tumbuh dengan kasih sayang melimpah dari orang tua saya yakin bakal tumbuh menjadi anak-anak yang sukses. Eeh tapi saya belum berumah tangga, saya belum pantas ngomongin dunia parenting , saya cuma pengen berbagi apa yang pernah saya alami 💟💟💟

Minggu, 11 Juni 2017

Traveling & Menghasilkan Duit

,
Saat ini traveling bukan lagi sekedar hobi. Bahkan sudah banyak orang yang menjadikan traveling sebagai sumber penghasilan atau sumber nafkah, meski ga sedikit juga orang yang kembali bokek dan berhutang kesana-kemari pasca traveling. Nah kali ini saya pengen sharing apa saja yang bisa kalian lakukan saat traveling agar pundi-pundi keuangan tetap terjaga Semoga info ini berguna. Cekidot!

1. Jasa Titip/Pre Order/Bistip
Jasa titip ini adalah cara menghasilkan duit yang paling sering digunakan oleh para traveler. Selain mudah, untungnya juga lumayan. Metodenya adalaah : umumin ke orang-orang kalau kalian akan mengunjungi negara-negara A,B,C,D, dll dan bersedia dititipin barang sesuai request customer. Tarif untuk jasa titip ini ada 2 macam: Yang pertama tarif buka-bukaan : kalian kirimkan foto bill/struk dari harga barang tersebut dan tarik fee untuk setiap item barang. Normalnya sih 25% s/d 30% dari harga barang. Jadi misalkan ada yang nitip dibelikan Iphone seharga 10 juta, kalian bisa menarik biaya pembeliannya 2,5 juta - 3 juta. Yang kedua tarif fixed : dalam hal ini orang-orang ga perlu tahu harga asli barang tersebut karena kalian sudah mematok harga tiap item barang. By the way jika setelah kalian umumin ke orang-orang dan ternyata ga ada yang minat nitip, kalian bisa pakai jasa titip online. Ada banyak yang nawarin jasa titip salah satunya bistip.com 

Tips : 
- Pertimbangkan barang bawaan kalian, apakah akan kena bea masuk atau tidak. Amannya sih jangan mau dititipin barang-barang besar, berat, dan branded. Selain karena susah dibawah, boros bagasi, juga rentan diinterogasi petugas bea cukai di imigrasi dan disuruh bayar pajak yang lumayan.
- Jangan habiskan waktu hanya untuk mencari barang-barang titipan sehingga mengabaikan jadwal liburan anda. Ingat esensi yang paling utama dari liburan adalah menikmatinya bukan rempong dengan titipan belanjaan orang lain.
- Jangan belikan barang kalau orangnya belum transfer, untuk menghindari penipuan atau pembatalan sepihak dari orang tersebut. Ga lucu kan kalau kita udah susah-susah bawa barang tersebut dari luar benua terus tiba-tiba orangnya cancel dan menghilang. 
Contoh jasa titip online : bistip.com

2. Jasa Tulis Ucapan
Jasa tulis ucapan ini adalah metode cari duit yang paling gampang. Selain mudah juga tidak butuh modal sama sekali.. Metodenya adalah : tulis ucapan sesuai request, serapi mungkin dan fotoin di icon negara yang kalian kunjungi. Tarif untuk satu ucapan berkisar antara Rp 50.000 s/d Rp 150.000. Tips : Karena ini adalah pekerjaan, tolong tetap profesional, jangan nulis asal, pake kertas bekas, dan tulisan amburadul. Berikan hasil foto terbaik agar customer puas dengan hasil kerja anda. Liburan anda pastinya akan lebih berwarna, tidak hanya dipenuhi oleh foto-foto selfie yang ga jelas 😆
Gambar Nyomot di Google 

3. Buat Video Liputan dan Kirimkan ke Net Tv
Netcj.co.id ini menjadikan setiap orang punya kesempatan yang sama untuk jadi junarlis. Nah kalian bisa meliput hal-hal menarik disekitar kita, bisa tentang kuliner khas, keindahan alam, berita perampokan, dan lain-lain. Tarif untuk setiap tayangan yang tampil di Net mulai dari Rp 250.000 s.d Rp 1.000.000. Tips untuk nampang di NetTv (sumber: www.emakmbolang.com)

  • Shoot video dengan perlahan. Hindari goyangan. Shoot keseluruhan tempat dan juga shoot detail obyek atau tempat secara detail
  • Tulisan atau deskripsi tempat mengandung unsur 5W + 1 H. Tulisan sesuai dengan kaidah jurnalistik sistem pyramid. Tuliskan informasi penting dan menarik di paragraf pertama, paragraf kedua penjelasan lebih lanjut. Panjang video yang dikirim sekitar 2 - 3 menitan. Nanti yang dittayangkan sekitar 1 - 2 menitan. 
  • Pendaftaran anggota net melalui netcj.co.id. Gunakan nama lengkap sesuai KTP dan email beneran, jangan yang alay. Nomor handphone jangan gonta-ganti, nantinya akan ada proses verifikasi.
  • Video yang dipilih adalah video dengan shoot yang bagus dan deskripsi yang kece pula. Kalau moment seperti festival, kejadian seperti pembunuhan harus dikirim segera. Biasanya kirim malam paginya langsung tayang. Kalau tentang traveling biasanya menunggu beberapa hari
  • Narasi nantinya dibacakan oleh team dari NetTv, kita hanya perlu menulis deskripsi.
  • Judul karangan harus menarik 
Contoh tayangan di NetTV

4. Jadi Dosen di Universitas Terbuka
Jadi dosen (tutor) di Universitas Terbuka ini asyik banget. Kita ga perlu hadir di kelas untuk memberikan materi kuliah, karena semuanya dilakukan secara online. Materi sudah tersedia dan tinggal diposting sesuai tanggalnya. Kita hanya perlu ngasih pertanyaan untuk didiskusikan oleh mahasiswa-mahasiswa. Yang agak repot mungkin saat memberikan nilai karen jumlah siswa perkelas sekitar 150 orang. Ga terlalu repot sih sebenarnya karena sudah tersedia sistem untuk input nilai. Penilaian berdasarkan keaktifan mahasiswa berdiskusi di forum, pengerjaan tugas, nilai mid semester, dan nilai akhir. Nanti lagi asyik-asyik main sama komodo tiba-tiba transferan masuk. Hahaha. 

Untuk kualifikasi dan pendaftaran menjadi tutor di UT silahkan langsung ke website resminya 😚
Komunikasi dengan sesama dosen juga hanya via whatsapp :)
Naah mungkin ini dulu beberapa tips nyari duit dari traveling, kalau ada tips yang lain jangan sungkan untuk berbagi di comment box 😬😬😣😢😘

Minggu, 21 Mei 2017

Tips Sebelum Traveling ke India

,
Saya ga pernah kepikiran dan membayangkan sebelumnya akan berada di India hampir sebulan, mengingat India bukan negara yang ada di bucket list saya. Belum lagi dengar-dengar cerita tidak mengenakkan dari para traveller yang pernah ke India. Jadi saya ga punya ekspektasi macam-macam tentang India dan ga punya bekal (itinerary) sama sekali. Kejadian ini berawal saat saya mendapatkan tiket promo dengan rute Singapore - Amritsar seharga beberapa ratus ribu saja (lupa tepatnya berapa), disusul kasus error Kiwi yang membuat saya khilaf untuk issued tiket dari Delhi ke Dubai, disusul lagi promo Airasia yang buka rute baru dari Muscat ke Bangkok, dll.

Rencana awal perjalanan adalah saya akan menghabiskan waktu sekitar 4 hari di Kashmir, lalu berlanjut ke Delhi untuk transit menuju Dubai, dan tiket akhir (kembalinya) dari Muscat (Oman) ke Bangkok, terus ke Indonesia. Untuk semua rute ini tiket pesawat sudah ditangan. Namun karena sesuatu hal, akhirnya rencana ini BERANTAKAN TOTAL!!

Karena ini adalah perjalanan kurang lebih sebulan dan mustahil saya bisa nyeritain semua detailnya hanya dalam satu postingan, saya akan singkat cerita pengalaman ini dengan berbagi tips dan sedikit hal-hal yang perlu kalian ketahui sebelum traveling ke India. Mengutip quote nya teman saya "There is two things about India. Either you like it or you hate it! There is nowhere in between" Naah saya di posisi yang "BENCI" dengan India (kecuali Kashmir) Hahahahah.

1. Visa
Sebelum ke India, pastikan kalian sudah mengantongi visa. Visa India bisa didapatkan dengan mengisi formulir online yang ada di sini https://indianvisaonline.gov.in/evisa/tvoa.html. Ga susah koq ngisi formulirnya. Biaya pengurusan visa India sering gonta-ganti. Dijamannya saya biaya pengurusan visa sebesar 60 USD + 2USD utk processing fee. Dua bulan lalu biaya visa turun menjadi 49 USD, dan di bulan Mei ini naik kembali menjadi 50 USD (untuk info lengkap mengenai biaya pengurusan visa, silahkan langsung ke website resminya).

2. Tujuan yang jelas 
India itu luuuuuaaaaasssss bangett. Jadi sebelum kalian memutuskan ke India, kalian sudah harus tau jelas interest-nya, pengen ngeliat apa, kemana, jarak tempuh untuk berpindah kota, dll. Jangan sampai kalian yang punya cuti hanya 5 hari, pengen ke Kashmir, tapi tiket yang kalian beli turun di Kochi dengan alasan tiketnya murah. Itu sama dengan BUNUH DIRI! Dari Kochi ke Kashmir itu jaraknya puluhan ribu kilometer, dari ujung ke ujung. Jangan naif anak muda!!

3. Biaya hidup di India murah 
Traveling ke India sangat cocok untuk traveller budget pas-pasan seperti kalian. Selain karena segalanya disana murah banget, juga daerahnya komplit. Pengen udara yang segar-segar? Silahkan ke Kashmir. Pengen belajar sejarah? Silahkan ke Agra atau Delhi. Pengen mampir ke rumah artis-artis Bollywood? Silahkan ke Mumbai, dll. Yang harus kalian tahu adalah di India ada jurang pemisah yang sangat kentara antara si Kaya dan si Miskin. Kalau kalian tajir banget, yaa tinggal naik pesawat yang harganya mahal banget dari satu kota ke kota lainnya. Kalau kalian BPJS (backpacker pas-pasan jiwa sosialita) yaa tinggal siapkan pengganjal pantat anti tepos untuk naik kereta berpuluh-puluh jam. Harganya tersedia dari yang termurah sampai yang termahal. Semua bisa diatur!

4. Waspada Scam
Kata orang, India terkenal dengan scam atau tipu-tipunya. Hal ini ga sepenuhnya benar! Hampir sebulan di India. saya tidak mengalami scam sama sekali. Nah seandainya kalian berpotensi untuk terkena scam, ada jurus ampuh untuk menghindarinya. Yang pertama bisa dengan mengancam "I Call Police!" Sambil nunjuk-nunjuk mukanya dan dengan nada suara harus lebih tinggi dari suara si Penipu. Kalau cara yang pertama ini ga mempan, pakai cara kedua. Yaitu "lari atau tinggalkan orang tersebut" Cara ini bisa diimprovisasi dengan teriak agar didengarkan oleh orang-orang sekitar seolah-olah kita sedang dizolimi. Cara ini terbukti sangat ampuh.

5. Awas Rabies!
Di India, khususnya Delhi dan Goa Banyaaaaakkkk sekali anjing liar. Anjing-anjing ini biasanya menumpuk di kolong mobil. Biasanya bisa sampai 10 anjing dalam 1 kolong mobil. Anjing sebenarnya hewan yang sangat lucu dan menggemaskan, bukan? Benar! Tapi kalau mereka sudah bergerombolan sambil julur-julurin lidahnya dan ngejar-ngejar, sudah ga ada lucunya sama sekali! Sereeemmm 😔😔
Suatu subuh sekitar pukul 2 atau 3 dini hari, rekan saya keluar sendirian untuk nyari makan sahur. Saat jalan tiba-tiba puluhan ekor anjing menyerbu doi. Kaki rekan saya digigit dengan brutalnya sampai celananya sobek. Warga sekitar yang melihat berusaha menolong dan panik karena takut rekan saya ini kena rabies. Dimana saya saat kejadian tersebut? Jelas lagi tidurlah 😂😂
Saya baru tahu pagi harinya. Paginya, kami segera bergerak ke Rumah Sakit terdekat untuk vaksin. Di India, penyakit rabies ternyata adalah masalah yang serius. Di dinding-dinding rumah sakit tertulis jelas "25.000 warga India meninggal setiap tahunnya karena rabies, segera vaksin jika anda digigit anjing" kira-kira gitulah, yang membuat saya makin parno. Kelakuan anjing-anjing brutal ini membuat rencana perjalanan kami menjadi berantakan. Rekan saya harus menjalani vaksin secara berkala, hari pertama, ketiga, ketujuh, ke-14. dan seterusnya. Kami mencoba untuk kembali ke Indonesia, namun setelah mencoba telpon kesana-kemari, sebagian besar rumah sakit di Surabaya tidak memilik vaksin rabies. Akhirnya kami harus tinggal di Delhi sampai jadwal vaksin tuntas. (by the way vaksin rabies di India Gratis. Anda hanya perlu membayar biaya registrasi sebesar 30 rupee atau sekitar Rp 6.000).

6. Melihat kemanusiaan yang sesungguhnya
Di India saya bisa belajar tentang kemanusiaan yang sesungguhnya. Pernah nonton film Slumdog Millionaire? Persis begitu kerasnya kehidupan disana. Terutama di Rumah Sakitnya yang sangat memprihatinkan. Banyak manusia bertubuh kering kerontang tergeletak dikasur-kasur busuk rumah sakit sambil meringis kesakitan, mungkin busung lapar. Belum lagi kehidupan di stasiun kereta yang susah diungkapkan dengan kata-kata. Yaa Tuhaan ampuni hamba yang masih sering mengeluh 

7. Makanan ga enak
Di India, susah sekali menemukan makanan yang lezat. Selama hampir sebulan disana, saya hampir ga menemukan makanan enak sama sekali. Dalam perjalanan darat dari Amritsar ke Kashmir, kami menemui banyak sekali restoran/rumah makan bertuliskan "Breakfast - Lunch - Dinner" Tapi yaa gitulah. Menunya cuma sejenis. Nasi yang disendok terus diaduk-adik pakai tangan si pelayan restoran terus dituang kuah kari 
Selain ga enak, juga kotor alias tidak higienis. Yaa gitulah pokoknya. Pengen nangis kalau diingat-ingat lagi. Hahahha. Suatu kali saya pengen banget makan pisang goreng. Akhirnya saya beli pisang, minyak goreng, telur, dan tepung. Terus saya goreng pakai mini rice cooker andalan saya. Hampir sejam saya bolak balik pisangnya, ga mateng-mateng. Saya sedih ga karuan. Hahhahaha
Satu-satunya makanan yang sedikit masuk akal adalah sate domba. Selain itu wassalam.
(Catatan penting: Sebelum ke India persiapan logistik harus mumpuni, biar kalian ga kurus)

8. Kashmir Surga Dunia
Cerita sedikit tentang Kashmir. Kashmir adalah perbatasan antara India dan Pakistan yang masing sering konflik hingga hari ini. Wajar sih India dan Pakistan sering ribut, wong daerahnya baggguuuuussss bangeeeettt 😍😍
Untuk menempuh Kashmir yang terdekat adalah terbang dari Amritsar ke Srinagar (hanya 50 menit perjalanan). Bisa juga ditempuh dengan jalur darat (24 jam). Dengan alasan kenyamanan dan ingin menikmati pemandangan, saya memilih jalur darat dari Amritsar ke Kashmir. Sebelum ke Kashmir terlebih dahulu harus transit di Jammu. Dari Amritsar ke Jammu saya memilih bus dengan harga termahal (sleeper bus) agar bisa istirahat dengan tenang. Meski busnya sudah agak reyot, tapi lumayan nyaman. Dari Jammu masih harus melanjutkan perjalanan lagi sekitar 8 jam menuju Kashmir. Kami naik taksi (mobil Avanza) yang dipaksa diisi 10 orang sesak-sesakan. Bagian ini paling menyebalkan. Supir bisa sesuka hatinya berhenti. Tengah malam yang sangat gelap si supir tiba-tiba berhenti, kirain mau kencing ternyata dia berhenti untuk tidur. Kapan perjalanan dilanjutkan lagi? Sampai dia kebangun dan seger kembali. 6 jam yang sangat mencekam dengan bau keringat remaja-remaja india yang aduhai. Ppfffttt 🤕🤕🤕

9. Perhatikan Musim & Cuaca
Sebelum memutuskan ke India, ada baiknya anda memperhatikan unsur musim juga. Musim panas di India itu pannnaaassss banget. Kalau lagi panas-panasnya suhu bisa mencapai 55 derajat celcius, ga heran banyak orang yang meninggal di India karena kepanasan. Puncak suhu terpanas itu bulan Juni & Juli. Mungkin bulan yang pas untuk ke India adalah Maret - April atau September - November. Kecuali Kashmir loh yaa. Kalau Kashmir keindahannya bermetamorfosis sesuai musimnya. Musim apapun di Kashmir itu bagus.

Panorama Kashmir ^_^
Demikian yang bisa saya bagikan, silahkan isi comment box jika ada pertanyaan. Semoga tulisan ini berguna 👌👌


Sabtu, 29 April 2017

TIPS LIBURAN MURAH KE EROPA TANPA HARUS NUNGGU TIKET PROMO

,
Eropa. Siapa sih yang ga pengen ke Benua Biru tersebut? Bagi sebagian orang malah berlibur ke Eropa masuk dalam rukun iman ke-7 bunyinya: "Percaya bisa ke Eropa suatu saat nanti" Bukankah manusia adalah tentang apa yang diimaninya? #Eaaak *direkrut mama dedeh

Seperti yang kita ketahui bersama, berlibur ke Eropa butuh biaya yang mahal. Biasanya biaya termurah untuk keliling beberapa negara di Eropa berkisar antara 20jt - 40jutaan. Setara biaya pernikahan sederhana di Indonesia. Ogah banget kan ngabisin duit segitu kalau belum nikah? :'(  

Nah untuk mengobati kegundahan kalian yang pengen banget ke Eropa, kali ini saya pengen sharing cara murah liburan ke Eropa. Cara ini bisa digunakan kapan saja alias bisa berangkat kapan aja, tanpa harus nunggu tiket promo, tanpa harus jadi Sispai juga. 

Tau Sispai kan? Itu loh cewe yang belagak sosialita, keliling dunia dengan modal ngutang sana-sini, nonton konser coldplay ke Bangkok, lalu kemudian digerebek di Soeta pasca balik dari konser Coldplay. (Baca beritanya disini) #OjoDitiru

Ide ini muncul saat transit 12 jam di Iran beberapa hari yang lalu. Ingat kata pepatah "Banyak Jalan ke Roma". Ungkapan pepatah ini ternyata tepat sekali. Salah satu cara murah untuk mencapai Eropa adalah melalui Iran/Teheran. Dari Kuala Lumpur ke Teheran kalau lagi promo hanya 1,5juta PP. Kalau tidak sedang promo harganya hanya 2,5jt PP. Dengan catatan kalian harus punya 1.000 point big Airasia. 

Lalu kalau tidak punya point Airasia, gimana?? Tenang, kalian bisa join di group facebook tiket murah yang saya kelola (klik disini). Untuk reservasi kalian bisa kontak salah satu admin di grup tersebut. #Trusted

Harga tiket Kuala Lumpur - Iran saat promo hanya 453 ringgit atau setara 1,5jt PP
Harga tiket Kuala Lumpur - Iran saat tidak promo hanya 753 Ringgit atau setara 2,5jt PP
Iran kita jadikan sebagai batu loncatan saja untuk menuju Eropa, jadi kita ga perlu mengurus visa Iran. Setelah tiba di Iran, kalian langsung saja menuju ke lantai atas (posisi eskalator/tangganya sebelum antrian imigrasi) untuk melaporkan kalau kalaian adalah penumpang transit. Nanti petugas akan membantu kalian untuk check in ke pnerbangan lanjutan sekaligus memindahkan bagasi kalian. 

Nah, kalu sudah sampai di Iran kemana-mana saja sudah murah. Kalian bisa keliling ke Turki dulu, atau bisa juga menikmati indahnya Georgia (lihat Gambar)

Contoh penerbangan lanjutan dari Turki

Contoh penerbangan lanjutan dari Tehran

Contoh penerbangan lanjutan dari Georgia

Pesawat-pesawat murah untuk keliling Eropa ada banyak. Yang paling murah biasanya Ryan Air atau Wizz Air. Pegasus juga murah sih. Saya pernah dapat tiket dari Brussels ke Denmark seharga 80ribuan, pernah juga dari Stockholm ke Poland cuma 70ribuan. Tinggal pinter-pinter milih rute dan waktunya. Jangan sampai pengen ke banyak tempat tapi malah kelelahan karena sebagian waktu hanya digunakan di pesawat. Ingat esensi traveling yang haqiqi adalah menikmati setiap perjalanannya. Jadi tak perlu tamak dan tergesa-gesa yaa.

Saya mau kasihh beberapa tips untuk kalian yang pengen keliling Eropa melalui Iran : 
  1. Biasanya rute-rute yang dilewati orang-orang yang traveing melalui Iran itu begini : Iran - Azerbaijan - Armenia - Georgia (jalur darat). Belum banyak sih orang Indonesia yang mau traveling ke negara-negara ini, makanya wajib kalian coba biar antimainstream
  2. Jika kalian transit di Iran (Teheran) dan ingin melanjutkan penerbangan ke negara lainnya, pastikan connecting time nya tidak terlalu lama. Karena menunggu di bandara Teheran itu sangat membosankan (tidak ada wifi, ga boleh keluar dari ruang tunggu sampai petugas yang membantu check in tersebut memberikan boarding pass baru)
  3. Jika kalian ingin keliling-keliling Iran dulu, kalian wajib punya visa. Bagi WNI visa bisa didapatkan dengan mengurus di Kedutaan Iran di Jakarta (ini nomor whatsapp petugas visa nya 081519102804), namanya Pak Abdul. Silahkan di whatsapp dulu untuk menanyakan persyaratannya. Biaya visa 20 Euro. Jika kalian terlalu malas untuk mengurus visa di Embassy Jakarta, kalian juga bisa mengurus visa saat tiba di Airport Iran (biaya visa 45 Euro belum termasuk Asuransi). Siap-siap ngantri panjang.
  4. Jika kalian ingin keliling Eropa dengan pesawat budget, perhatikan ukuran koper/ransel kalian. Low cost carrier di Eropa itu biasanya ketat banget urusan bagasi. Koper tidak boleh lebih dari 20 inch atau berartnya ga boleh lebih dari 10kg
  5. Penghematan terbesar di Eropa adalah urusan perut. Biasanya untuk menyiasatinya saya selalu bawa rice cooker mini dan rendang kemana-mana (indomie, sambel, dll juga wajib ikut serta). Selain karena mempertahankan selera nusantara, biasanya saya kurang cocok dengan makanan-makanan disana.
  6. Untuk mencari tiket murah biasanya saya mnggunakan situs skyscanner.com. Website tersebut bisa menampilkan harga tiket selama sebulan, jadi saya bisa mengatur perjalanan sehemat-hematnya.
  7. Kalau sudah sampai di Eropa jangan SOMBONG!!! Klik like, amin dan share tips ini ke orang lain supaya mereka juga bisa ke Eropa :) 
Sekian tips-tips dari saya, kalau ada yang mau ditanyakan jangan sungkan kontak saya di whatsapp (085265558303), biasanya komen-komen di blog jarang saya buka. Hahahahha

Cuss liburan, jangan ngantor muluk, kaya juga kagak!!

Kamis, 17 November 2016

Bombardir Belanja Oleh Mr.Importir

,
Tau film Kabhi Kushi Kabhie Gham yang sempat fenomenal 6 tahunan yang lalu, ga? Pasti taulah yaa. Lagu Kabhi Kushi Kabhie Gum ini satu-satunya lagu yang ada diplaylist mobil sewaan kami selama 7 hari muterin Mauritius beberapa waktu yang lalu. Imbasnya, lagu ini masih terus berdendang di telinga hingga sekarang.

Aa aa aa aa aa aa, kabhi khushi gham
Na judaa honge hum, kabhi khushi kabhi gham
Aa aa aa, aa aa aa, aa aa aa aa


Menyebalkan 😠

Perjalanan saya keliling Amerika Timur, China dan Afrika beberapa waktu yang lalu membuat saya menyadari kalau ternyata dunia ini sudah dikuasai oleh produk China. Barang-barang yang dijual di mall-mall yang saya singgahi 90% made in china. Bahkan souvenir khas yg identik dengan negara/kota tersebut juga made in china. Gantungan kunci Newyork made in China, tempelan kulkas Mauritius made in china,  snow ball Boston made in China, bahkan kartu pos juga made in China. Hal ini membuat saya penasaran mati-matian dengan China. Kenapa mereka bisa selihai itu menciptakan apapun, lalu kemudian menjualnya dengan harga yang gak masuk akal murahnya, dan negara-negara lain berbondong-bondong mengimpor produk-produk buatan China?

Aa aa aa aa aa aa, kabhi khushi gham
Na judaa honge hum, kabhi khushi kabhi gham
Aa aa aa, aa aa aa, aa aa aa aa


Untuk mengobati rasa penasaran saya, akhirnya saya dan dia (baginda Mr.Importir) memutuskan untuk mengunjungi salah satu sentral perdagangan terbesar sedunia, yaitu Kota Yiwu di China. Kisah perjalanan saya ke Yiwu bisa dibaca disini. Untuk saya yang masih awam dengan dunia impor-imporan fokus utama saya adalah mencari barang-barang yang saya anggap lucu, sementara untuk si Doi yang sudah malang melintang di dunia impor-imporan fokus utamanya mencari forwarder yang bisa menjembatani pengiriman barang dari China ke Indonesia. Oiya sebelum saya lanjutkan, saya ceritakan dulu profil singkat Sang Baginda Mr.importir ini.

Rendy Bharata Putra namanya, dia adalah penggagas http://mrimportir.com/ yang pernah mengenyam pendidikan selama kurang lebih 3 tahun di Beihang University, Beijing, China. Saat ini beliau hidup nomaden. Pekerjaan utamanya saat ini adalah traveling keliling dunia, belanja, dan mentoring (cara mudah menjadi importir produk-produk dari China) baik melalui kelas online maupun kelas private yang rencananya akan diadakan di 34 provinsi dan 60 kota di Indonesia. Saat ini beliau sudah melahirkan lebih dari 300 importir aktif. Apa yang membedakannya dari mentor importir lainnya?? Dia berani memberikan garansi "Uang Kembali" jika peserta yang dibimbingnya tidak bisa impor barang sendiri setelah mengikuti kelas online maupun private dr Mr.Importir. Simak apa kata mereka-mereka yang telah bergabung di mrimportir.com berikut ini:  

Testimony Member Mrimportir.com

Testimony Member Mrimportir.com

Testimony Member Mrimportir.com
Aa aa aa aa aa aa, kabhi khushi gham
Na judaa honge hum, kabhi khushi kabhi gham
Aa aa aa, aa aa aa, aa aa aa aa


Kembali ke cerita saya tentang Yiwu diatas, mengunjungi langsung sentral perdagangan terbesar di China tak lantas membuat si baginda Mr.importir puas, pasalnya harga yang ditawarkan oleh pedagang disana tidak lebih murah dari berbelanja online melalui website market place China. Alih-alih ingin memborong belanjaan, malah kami pulang tanpa membawa barang-barang berarti yang bisa dijual. Namun kunjungan tersebut tidak sia-sia. Setidaknya sang baginda Mr.Importir mendapatkan mangsanya yaitu para forwarder ^_^

Penasaran dan pengen jadi importir juga?? :p 
 

All about Me Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates