Sabtu, 29 April 2017

TIPS LIBURAN MURAH KE EROPA TANPA HARUS NUNGGU TIKET PROMO

,
Eropa. Siapa sih yang ga pengen ke Benua Biru tersebut? Bagi sebagian orang malah berlibur ke Eropa masuk dalam rukun iman ke-7 bunyinya: "Percaya bisa ke Eropa suatu saat nanti" Bukankah manusia adalah tentang apa yang diimaninya? #Eaaak *direkrut mama dedeh

Seperti yang kita ketahui bersama, berlibur ke Eropa butuh biaya yang mahal. Biasanya biaya termurah untuk keliling beberapa negara di Eropa berkisar antara 20jt - 40jutaan. Setara biaya pernikahan sederhana di Indonesia. Ogah banget kan ngabisin duit segitu kalau belum nikah? :'(  

Nah untuk mengobati kegundahan kalian yang pengen banget ke Eropa, kali ini saya pengen sharing cara murah liburan ke Eropa. Cara ini bisa digunakan kapan saja alias bisa berangkat kapan aja, tanpa harus nunggu tiket promo, tanpa harus jadi Sispai juga. 

Tau Sispai kan? Itu loh cewe yang belagak sosialita, keliling dunia dengan modal ngutang sana-sini, nonton konser coldplay ke Bangkok, lalu kemudian digerebek di Soeta pasca balik dari konser Coldplay. (Baca beritanya disini) #OjoDitiru

Ide ini muncul saat transit 12 jam di Iran beberapa hari yang lalu. Ingat kata pepatah "Banyak Jalan ke Roma". Ungkapan pepatah ini ternyata tepat sekali. Salah satu cara murah untuk mencapai Eropa adalah melalui Iran/Teheran. Dari Kuala Lumpur ke Teheran kalau lagi promo hanya 1,5juta PP. Kalau tidak sedang promo harganya hanya 2,5jt PP. Dengan catatan kalian harus punya 1.000 point big Airasia. 

Lalu kalau tidak punya point Airasia, gimana?? Tenang, kalian bisa join di group facebook tiket murah yang saya kelola (klik disini). Untuk reservasi kalian bisa kontak salah satu admin di grup tersebut. #Trusted

Harga tiket Kuala Lumpur - Iran saat promo hanya 453 ringgit atau setara 1,5jt PP
Harga tiket Kuala Lumpur - Iran saat tidak promo hanya 753 Ringgit atau setara 2,5jt PP
Iran kita jadikan sebagai batu loncatan saja untuk menuju Eropa, jadi kita ga perlu mengurus visa Iran. Setelah tiba di Iran, kalian langsung saja menuju ke lantai atas (posisi eskalator/tangganya sebelum antrian imigrasi) untuk melaporkan kalau kalaian adalah penumpang transit. Nanti petugas akan membantu kalian untuk check in ke pnerbangan lanjutan sekaligus memindahkan bagasi kalian. 

Nah, kalu sudah sampai di Iran kemana-mana saja sudah murah. Kalian bisa keliling ke Turki dulu, atau bisa juga menikmati indahnya Georgia (lihat Gambar)

Contoh penerbangan lanjutan dari Turki

Contoh penerbangan lanjutan dari Tehran

Contoh penerbangan lanjutan dari Georgia

Pesawat-pesawat murah untuk keliling Eropa ada banyak. Yang paling murah biasanya Ryan Air atau Wizz Air. Pegasus juga murah sih. Saya pernah dapat tiket dari Brussels ke Denmark seharga 80ribuan, pernah juga dari Stockholm ke Poland cuma 70ribuan. Tinggal pinter-pinter milih rute dan waktunya. Jangan sampai pengen ke banyak tempat tapi malah kelelahan karena sebagian waktu hanya digunakan di pesawat. Ingat esensi traveling yang haqiqi adalah menikmati setiap perjalanannya. Jadi tak perlu tamak dan tergesa-gesa yaa.

Saya mau kasihh beberapa tips untuk kalian yang pengen keliling Eropa melalui Iran : 
  1. Biasanya rute-rute yang dilewati orang-orang yang traveing melalui Iran itu begini : Iran - Azerbaijan - Armenia - Georgia (jalur darat). Belum banyak sih orang Indonesia yang mau traveling ke negara-negara ini, makanya wajib kalian coba biar antimainstream
  2. Jika kalian transit di Iran (Teheran) dan ingin melanjutkan penerbangan ke negara lainnya, pastikan connecting time nya tidak terlalu lama. Karena menunggu di bandara Teheran itu sangat membosankan (tidak ada wifi, ga boleh keluar dari ruang tunggu sampai petugas yang membantu check in tersebut memberikan boarding pass baru)
  3. Jika kalian ingin keliling-keliling Iran dulu, kalian wajib punya visa. Bagi WNI visa bisa didapatkan dengan mengurus di Kedutaan Iran di Jakarta (ini nomor whatsapp petugas visa nya 081519102804), namanya Pak Abdul. Silahkan di whatsapp dulu untuk menanyakan persyaratannya. Biaya visa 20 Euro. Jika kalian terlalu malas untuk mengurus visa di Embassy Jakarta, kalian juga bisa mengurus visa saat tiba di Airport Iran (biaya visa 45 Euro belum termasuk Asuransi). Siap-siap ngantri panjang.
  4. Jika kalian ingin keliling Eropa dengan pesawat budget, perhatikan ukuran koper/ransel kalian. Low cost carrier di Eropa itu biasanya ketat banget urusan bagasi. Koper tidak boleh lebih dari 20 inch atau berartnya ga boleh lebih dari 10kg
  5. Penghematan terbesar di Eropa adalah urusan perut. Biasanya untuk menyiasatinya saya selalu bawa rice cooker mini dan rendang kemana-mana (indomie, sambel, dll juga wajib ikut serta). Selain karena mempertahankan selera nusantara, biasanya saya kurang cocok dengan makanan-makanan disana.
  6. Untuk mencari tiket murah biasanya saya mnggunakan situs skyscanner.com. Website tersebut bisa menampilkan harga tiket selama sebulan, jadi saya bisa mengatur perjalanan sehemat-hematnya.
  7. Kalau sudah sampai di Eropa jangan SOMBONG!!! Klik like, amin dan share tips ini ke orang lain supaya mereka juga bisa ke Eropa :) 
Sekian tips-tips dari saya, kalau ada yang mau ditanyakan jangan sungkan kontak saya di whatsapp (085265558303), biasanya komen-komen di blog jarang saya buka. Hahahahha

Cuss liburan, jangan ngantor muluk, kaya juga kagak!!

Kamis, 17 November 2016

Bombardir Belanja Oleh Mr.Importir

,
Tau film Kabhi Kushi Kabhie Gham yang sempat fenomenal 6 tahunan yang lalu, ga? Pasti taulah yaa. Lagu Kabhi Kushi Kabhie Gum ini satu-satunya lagu yang ada diplaylist mobil sewaan kami selama 7 hari muterin Mauritius beberapa waktu yang lalu. Imbasnya, lagu ini masih terus berdendang di telinga hingga sekarang.

Aa aa aa aa aa aa, kabhi khushi gham
Na judaa honge hum, kabhi khushi kabhi gham
Aa aa aa, aa aa aa, aa aa aa aa


Menyebalkan 😠

Perjalanan saya keliling Amerika Timur, China dan Afrika beberapa waktu yang lalu membuat saya menyadari kalau ternyata dunia ini sudah dikuasai oleh produk China. Barang-barang yang dijual di mall-mall yang saya singgahi 90% made in china. Bahkan souvenir khas yg identik dengan negara/kota tersebut juga made in china. Gantungan kunci Newyork made in China, tempelan kulkas Mauritius made in china,  snow ball Boston made in China, bahkan kartu pos juga made in China. Hal ini membuat saya penasaran mati-matian dengan China. Kenapa mereka bisa selihai itu menciptakan apapun, lalu kemudian menjualnya dengan harga yang gak masuk akal murahnya, dan negara-negara lain berbondong-bondong mengimpor produk-produk buatan China?

Aa aa aa aa aa aa, kabhi khushi gham
Na judaa honge hum, kabhi khushi kabhi gham
Aa aa aa, aa aa aa, aa aa aa aa


Untuk mengobati rasa penasaran saya, akhirnya saya dan dia (baginda Mr.Importir) memutuskan untuk mengunjungi salah satu sentral perdagangan terbesar sedunia, yaitu Kota Yiwu di China. Kisah perjalanan saya ke Yiwu bisa dibaca disini. Untuk saya yang masih awam dengan dunia impor-imporan fokus utama saya adalah mencari barang-barang yang saya anggap lucu, sementara untuk si Doi yang sudah malang melintang di dunia impor-imporan fokus utamanya mencari forwarder yang bisa menjembatani pengiriman barang dari China ke Indonesia. Oiya sebelum saya lanjutkan, saya ceritakan dulu profil singkat Sang Baginda Mr.importir ini.

Rendy Bharata Putra namanya, dia adalah penggagas http://mrimportir.com/ yang pernah mengenyam pendidikan selama kurang lebih 3 tahun di Beihang University, Beijing, China. Saat ini beliau hidup nomaden. Pekerjaan utamanya saat ini adalah traveling keliling dunia, belanja, dan mentoring (cara mudah menjadi importir produk-produk dari China) baik melalui kelas online maupun kelas private yang rencananya akan diadakan di 34 provinsi dan 60 kota di Indonesia. Saat ini beliau sudah melahirkan lebih dari 300 importir aktif. Apa yang membedakannya dari mentor importir lainnya?? Dia berani memberikan garansi "Uang Kembali" jika peserta yang dibimbingnya tidak bisa impor barang sendiri setelah mengikuti kelas online maupun private dr Mr.Importir. Simak apa kata mereka-mereka yang telah bergabung di mrimportir.com berikut ini:  

Testimony Member Mrimportir.com

Testimony Member Mrimportir.com

Testimony Member Mrimportir.com
Aa aa aa aa aa aa, kabhi khushi gham
Na judaa honge hum, kabhi khushi kabhi gham
Aa aa aa, aa aa aa, aa aa aa aa


Kembali ke cerita saya tentang Yiwu diatas, mengunjungi langsung sentral perdagangan terbesar di China tak lantas membuat si baginda Mr.importir puas, pasalnya harga yang ditawarkan oleh pedagang disana tidak lebih murah dari berbelanja online melalui website market place China. Alih-alih ingin memborong belanjaan, malah kami pulang tanpa membawa barang-barang berarti yang bisa dijual. Namun kunjungan tersebut tidak sia-sia. Setidaknya sang baginda Mr.Importir mendapatkan mangsanya yaitu para forwarder ^_^

Penasaran dan pengen jadi importir juga?? :p 

Minggu, 23 Oktober 2016

Yiwu, Surga Belanja Yang (Tak) Dirindukan

,
Saya Hanna Ester, gadis yang tak terlalu suka dengan gemerlapnya dunia mall. Jika gadis-gadis lain seperti kesurupan ketika masuk mall, melihat sale 80% + 20%, atau rela bangun pagi-pagi buta demi tenggelam dalam jubelan manusia Morning Sale, atau  merasa seperti 'hidup baru' pasca keluar dari mall dengan tentengan penuh ditangan kanan dan kiri, saya malah sebaliknya. Hal-hal yang seperti itu tidak terlalu menarik bagi saya. Beruntungnya calon suami saya kelak. #Eehhm. Ditambah lagi zaman sekarang ini semua serba gampang. Mau belanja? Tinggal klik. Sambil masak-masak dan baca-baca komen di fanspage Jonru, barang pesanan tiba-tiba saja sudah dianter ke depan rumah. Aaah indahnya. 

Kunjungan saya ke Amerika Timur dua minggu yang lalu menyisakan banyak penyesalan di hati teman-teman saya. Iya, yang menyesal teman-teman saya, bukan saya. Mereka menyayangkan mengapa saya ga mau dititipin barang-barang branded khas Amerika? Harusnya bistip (bisnis titipan) seperti itu bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengisi pundi-pundi kas saya, ujar mereka sambil menghela nafas panjang. Hmm. Satu-satunya alasannya yaa itu, barang di Amerika mahal saya males ke mall!! Tapi waktu di Amerika kemaren bukan berarti saya tidak masuk mall sama sekali, loh ya. Masuk juga, tapi pas keluar sama seperti pas masuk - Membawa nama baik. #Eaakk. 

Satu-satunya yang saya beli di mall Amerika kemaren adalah sepatu. Eehh ralat, bukan saya beli sih, tapi dibeliin. Hahhahaha. Sepatu ini adalah sepatu termahal saya sejauh ini. Dengan sepatu baru ini kadar percaya diri saya meningkat sekian persen. Sepatu ini juga berhasil membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi, Tidak lagi terlalu sering selfie dengan muka sepenuh layar handpone. Objek foto saya sekarang berpindah ke sepatu. Siapapun yang saya minta untuk motoin selalu saya bilang "Fotonya sampe kebawah, nampak'in sepatunya yaa!" See??
Difoto dengan gaya pura-pura ga ngeliat kamera masih menjadi trend hingga saat ini. Tolong fokus ke sepatunya :)
Setelah balik dari Amerika, perjalan saya selanjutnya adalah china. Kali ini kota yang ingin saya kunjungi adalah Yiwu. Mungkin untuk kalian yang hobinya ngomongin dan ngurusin hidup orang lain, Kota Yiwu ini tidak terlalu familiar. Namun bagi pebisnis, pelaku expor-impor, dan pedagang-pedagang besar, kota Yiwu ini sudah tidak asing lagi. Yiwu adalah kota perdagangan internasional terbesar di China. Berasa dejavu, saat mau check in di Bandara JFK (John F Kenedy, New York), saya melihat baliho besar tentang Yiwu.

Pantes sebagian besar barang yang dijual di mall-mall besar Amerika made in China, belanjanya di Yiwu sih :)
Untuk sampai ke Yiwu bandara terdekatnya adalah melalui Hangzhou. Dari bandara Hangzhou anda bisa naik bus langsung ke Yiwu dengan waktu tempuh sekitar 2 - 3 jam (tergantung macet tidaknya jalan). Bus terakhir beroperasi jam 10.30 malam. Jika anda mendarat tengah malam dan tidak keburu naik bus, anda juga bisa menuju Yiwu dengan kereta. Caranya: dari Bandara naik bus menuju stasiun kereta (sekitar 30 menit), dari stasiun ke Yiwu hanya 30 menit dengan kereta cepat atau 2 jam dengan kereta biasa. Stasiun kereta buka 24 jam dan keberangkatan terakhir ada di jam 2.30 subuh. (Maaf saya lupa nama stasiunnya, akan saya edit secepatnya kalo sudah ingat lagi).

By the way, sebelum saya lanjutkan cerita, saya ingin jelaskan dulu situasi Yiwu. Jadi Yiwu ini benar-benar dikhususkan sebagai kota belanja, ga ada wisata lain selain wisata belanja. Luas pusat perbelanjaannya sekitar 4juta m2, terdiri atas 5 distrik, lebih kurang 62.000 toko, 100.000 penjual dan 400.000 jenis produk yang diperjual-belikan. Yiwu Market beroperasi dari pukul 9 pagi sampai 5 sore. Karena luasnya, untuk berpindah dari satu distrik ke distrik lainnya harus naik mobil, kalau jalan kaki dipastikan betis membengkak. Tapi jangan khawatir! Pengelola atau pemerintah sudah menyediakan shuttle bus gratis yang beroperasi hingga pukul 4 sore. Masing-masing distrik mempunyai spesialisasi barang, bisa dilihat digambar berikut: 
Barang-barang di district 1 
Barang-barang di district 2
Barang-barang di district 3
Barang-barang di district 4
Barang-barang di district 5
Hari pertama di Yiwu, tujuan pertama kami adalah distrik 3 yang letaknya persis didepan penginapan. Saya masih sangat excited mengenakan sepatu baru saya ini. Seolah ingin menunjukkan kepada seluruh warga Yiwu bahwa sepatu saya ini belinya di Amerika. Gaya jalan juga sengaja saya atur sedemikian rupa demi eksistensi sepatu baru saya. District 3 tidak terlalu menarik buat saya karena barang-barang yang dijual berbagai kosmetik dan stationary gitu. Lalu kami bergerak menuju district 4. Di district 4 saya mulai tercengang-cengang sambil tak henti-hentinya mengucapkan "wuiih murah, wuiih murah, wuiih murah". Rasanya semua pengen dibeli. Di district 4 ini pusatnya perlengkapan winter yg lucu-lucu, mulai dari longjohn, scarf, sarung tangan yang lucu-lucu, kaos kaki, jaket bulu angsa, sepatu segala rupa, dll. Kami berkeliling menyusuri toko demi toko. Kemudian langkah saya terhenti disebuah toko yang menjual sepatu yang sama persis dengan sepatu kebanggan yang sedang saya kenakan saat itu. Kerongkongan saya tercekat saat tahu harganya hanya 19 Yuan atau senilai 38ribu rupiah. Sakit sekali rasanya. Ingin teriak sekuat-kuatnya. Tuhan ini ga adil :'( 

Setelah mengalami peristiwa tragis tersebut, saya langsung lemas dan ingin pulang saja. Ditambah lagi keadaan tubuh yang masih jetlag parah. Akhirnya kami kembali ke penginapan, padahal berangkatnya jam 11 dan saat itu baru jam 2 siang. Kejadian itu membuat saya tidur pulas hingga 16 jam. #terus apa hubungannya, han? Gaa tauukk -___-

Hari kedua dalam kondisi yang sudah lumayan segar kami kembali melakukan penjelajahan. Tujuan kami kali ini adalah district 5. District 5 ini gudangnya onderdil kendaraan. Ada motor listrik yang lucu dan belum ada di Indonesia juga disini. Pengen beli tapi bawanya susah, ongkirnya mayan. Hehhe. Saya sih ga betah ditempat beginian, ga tau kalo Mas Anang. Berbeda dengan saya, si doi semangat bener di district 5 ini. Hampir 5 jam kami menghabiskan waktu hanya untuk nyari angel eyes mobilnya doi. Dapat angel eyes nya? Yaa dapetlah, wong semua barang di Yiwu available. Tappiiiii...... Harus beli minimal 50 biji. #Kriiikk. Wasting time bgt kan? Eehh nggak deng. Semua waktu bersamamu ku anggap berkualitas koq. #Ngiiiikkk. 

Hari ketiga kami lanjutkan penjelajahan ke district 2. Rencananya cuma mau beli koper besar lalu nanti di isi dengan barang-barang yang telah kami survey untuk dibeli di hari sebelumnya. Beli koper beres, saatnya kembali ke district 4 untuk beli baju dan sepatu. Seketika mimpi kami untuk membawa barang-barang incaran harus pupus karena ada minimal pembelian untuk setiap barang (tergantung jenis barangnya, mulai dari yg terkecil minimal 30 pcs), ditambah lagi stock barang tidak tersedia saat itu juga, harus menunggu diambil dulu ke gudangnya. Padahal esok harinya kami sudah harus kembali pulang. #KriiikKrriikkkk.

Untuk mengobati kekecewaan hati saya karena ga berhasil membeli barang yang saya inginkan, si doi memperkenalkan saya ke situs belanja online termurah sejagat, yaitu 1688.com dan taobao.com. "Udah ga usah ngambek, nanti ku kasih tau barang yang lebih murah dari Yiwu ini dan bisa tinggal klik-klik tanpa perlu capek-capek. Ga pake minimal order lagi" Dan benar saja, ternyata barang-barang disitus online tersebut tidak jauh berbeda dari barang yang ada di Yiwu bahkan beberapa barang malah lebih murah. Eeehh jadi ngapain kita jauh-jauh kesini, bang??????? -______-

Tips menikmati wisata belanja di Yiwu:
  1. Transportasi di Yiwu jauh lebih murah dari Beijing atau kota-kota di China lainnya. Misalnya tarif taksi di Beijing untuk sekali buka pintu 14 Yuan, di Yiwu hanya 6 Yuan setelah itu 0,5 yuan per km. Kalau pengen lebih murah lagi silahkan naik bus atau kereta, tarifnya mulai dari 1,5 Yuan. 
  2. Siapkan alas kaki yang enak dipakai karena butuh kaki yang kuat dan alas kaki yang nyaman untuk menjelajahi seluruh sudut district.
  3. Butuh waktu semingguan untuk menjelajah semua toko-toko yang ada disana. Jika anda hanya melakukan kunjungan singkat, sebaiknya langsung fokus ke district sasaran (jenis barang di masing-masing district bisa dilihat pada gambar diatas)
  4. Harga yang ditawarkan penjual sebenarnya sudah sangat murah, tetapi kita masih berkesempatan untuk menawar barang. Pinter-pinterlah nawar
  5. Belanja di Yiwu ini memang dikhususkan untuk orang-orang yang akan menjual kembali barang-barang yang dibeli. Oleh sebab itu penjual membuat syarat minimal pembelian untuk setiap item barang. Ada baiknya sebelum membeli kalian sudah harus tau terlebih dahulu barang apa yang ingin kalian beli dan berapa jumlahnya agar waktu yang kalian habiskan juga tidak terbuang sia-sia.
  6. Barang-barang yang terpampang di toko tersebut hanyalah sample/barang contoh. Mereka harus mengambil barangnya dulu ke gudang saat kalian ingin membeli. Bisa jadi anda bisa mendapatkan barang tersebut hari itu juga, atau anda disuruh kembali lagi keesokan harinya.
Sekian cerita dari saya. Semoga bermanfaat. Selamat berlibur ke Yiwu ^_^

Jumat, 21 Oktober 2016

Lika-Liku Mengurus Visa Mauritius

,
Mauritius adalah nama sebuah negara kepulauan yang terletak di Samudera Hindia, sebelah tenggara Benua Afrika atau sekitar 900 KM sebelah timur Madagaskar (kata Wikipedia) atau 560 km (kata link berikut). Ntah informasi mana yang benar. Aah sudahlah. Itu ga penting. Keisengan saya untuk ke Mauritius berawal dari dibukanya rute baru oleh Airasia untuk penerbangan dari Kuala Lumpur ke Mauritius seharga Rp 600ribuan saja sekali jalan. Whaattt, Modal 600ribu bisa ke Afrika??? Siapa yg kuat dengan cobaan seperti ini? Singkat cerita, di suatu malam yang gelap tanpa bayang-bayang bintang dan mantan, dalam kondisi susah tidur, tangan lihai saya bekerja cepat mengissued tiket tersebut. 

Peristiwa ini terjadi tanggal 3 September yang lalu
Sebelum issued tiket tersebut saya kira ke Mauritius ga butuh visa karena setahu saya sebagian besar negara di bagian Afrika sana bebas visa untuk kita pemegang paspor hijau. Ternyata saya salah. Lagi-lagi sifat ga terlalu peduli apa-apa dan males kroscek terlebih dahulu membuat saya harus menerima kenyataan pahit ini. Setelah  googling sana-sini sedikit sekali informasi yang bisa saya temukan tentang pengurusan visa Mauritius. Ditambah lagi alamat kedutaan Mauritius di Indonesia yang tercantum di Google telah berubah fungsi menjadi salon kecantikan. Dalam keadaan hampir putus asa saya kembali mencari. Saya menemukan 2 blog orang indonesia yang pernah menceritakan tentang perjalanannya ke Mauritius, yang pertama blognya mba Yelnawati Aslim dan yang kedua blognya om Cecep Em-Ha. Saya yakin bukan cuma mereka berdua yang pernah ke Mauritius. Mungkin banyak orang Indonesia yang sudah pernah kesana tapi tidak menuliskan kisah perjalanan mereka. Itu sebabnya saya merasa terpanggil untuk menuliskan ini. 

Dari blognya Mba Yelnawati saya tidak menemukan sedikitpun informasi bagaimana cara pengurusan visa Mauritius. Saya berusaha mencari kontak beliau melalui beberapa jejaring media sosial seperti facebook, twitter, google plus, dan akhirnya menemukannya di Instagram. Yang membuat saya senang ternyata doi warga Batam (info ini saya dapat dari blognya), Seolah merasa menemukan teman sekampung saya langsung mengirimkan pesan ke beliau. Yang membuat saya sedih, ternyata pesan saya sampai saat ini belum juga di bales -____- Hidup bisa sekejam ini, kawan :( 

Kembali berusaha, saya mencari informasi melalui blog om Cecep Em-Ha. Saya senang karena berhasil mengontak beliau di Facebook dan di respon. Tapi saat tahu bahwa pengurusan visa beliau dulunya semua dilakukan oleh kantor yang artinya dia ga tau sama sekali bagaimana prosedur pengurusan visanya, saya kembali sedih. Koq gini-gini amat -___-

Akhirnya saya mencari kembali. Saya bertanya ke orang-orang yang saya anggap jam terbangnya lebih tinggi dari saya. Ada yang bilang ngurus visa Mauritius bisa melalui embassy UK. Lalu saya telpon embassy UK untuk memastikan, ternyata mereka tidak menerima pengurusan visa Mauritius. Lalu saya bertanya lagi ke teman yang lain, mereka bilang visa Mauritius bisa diurus di Singapore, mereka punya kedutaan disana. Tapi saya pikir-pikir "Aahh paling juga nanti kalo saya ke Singapore dan ngurus disana mereka bakal minta Permanent Resident seperti syarat lumrah pengurusan visa manapun di luar negeri". Akhirnya saya batalkan niat mengurus visa ke Singapore. 

Website resmi Mauritius juga tidak memberikan banyak informsi. Mereka hanya mencantumkan alamat email dari kedutaan mereka di berbagai negara. 
Website kedutaan Mauritius klik disini
Saya mencoba mengirimkan email ke beberapa alamat email yang ada diatas, namun baru mendapat respon 3 hari kemudian. Karena gemes dengan embassy Mauritius yang slow respon banget dan waktu pengurusan visa yang sudah mepet akhirnya saya telpon embassy Mauritius (nomernya ada difoto atas, jangan lupa cantumkan kode 01017 + No telp, biar hemat). Dari hasil percakapan, mereka berjanji akan mengirimkan persyaratan pengurusan visa segera. Menunggu email dari mereka serasa menunggu jodoh - lamaa, melelahkan, dan jauh! Keesokan harinya saya menerima email dari visa section. Di email tersebut mereka menjelaskan dokumen-dokumen yang wajib dilampirkan untuk pengurusan visa Mauritius.


Butuh waktu 2 hari untuk saya mempersiapkan semua dokumen yang dibutuhkan. Setelah semuanya dirasa komplit, dengan rasa percaya diri saya mengirimkan berkas visa saya melalui email. Sehari menunggu, tak kunjung dijawab. 3 hari kemudian saya coba ganti alamat email lain dan ngemail kembali, tak juga di balas. 6 hari kemudian saya email lagi, masih tak juga di balas. Hari ke 12, karena alamat email yg saya punya sudah habis, saya kembali mengirim email lagi dengan alamat email yang pertama sembari dibubuhi curhatan-curhatan panjang. Karena saya curhatnya pake bahasa inggris, saya tuliskan curhatan saya dengan subtitle indonesia. #Hoeekk

"Yang terhormat kedutaan Mauritius di tempat. Ini adalah email ke empat yang saya kirimkan pada anda sejak dua minggu lalu. Penerbangan saya ke Mauritius tinggal 4 hari lagi. Semuanya sudah saya persiapkan mulai dari tiket pesawat, bookingan hotel, print'an tempat-tempat wisata yang nantinya akan saya kunjungi disana. Tegakah kalian menghancurkan semua mimpi saya tentang Mauritius?? Sekejam itukah kalian?? TOLONGLAH! Balas email saya sekali saja"

*email ini disertai emot nangis. #IniSerius. Beberapa jam setelah curhatan tersebut akhirnya email saya dibalas hanya dengan 1 kalimat. #Jleb


Masalah selesai??? BELUM!!! Mereka perlu di therapy shock. Karena waktunya yg sudah sangat mepet akhirnya setiap hari saya telpon mereka untuk menanyakan perkembangan visa saya.

Tgl 18 Okt : Application already received and visa under still process
Tgl 19 Okt : Membantu rendy mengirimakan visanya yang selalu gagal
Sampe 30kali kirim gagal terus. Sudah diemail ke beberapa email embassy yg lain juga gagal terus. Akhirnya file pdfnya dipisah-pisah dan berhasil

Tgl 19 Okt : Menelpon kembali dan menanyakan status visa. Jawabannya masih tetap sama "Visa lagi di proses"
Tgl 20 Okt : Menelpon lagi. Sampai dia hapal suara saya tanpa saya perkenalkan diri. "Oohh madam hanna, don't worry!! I will send your visa tomorrow! Don't worry, don't worry!
Tgl 21 Okt : Menelpon lagi. Baru juga ngomong hallo, dia udah nyeletuk : "Madam, I already sent your visa. Welcome to Mauritius. Hahaha. You look so happy, hahhahah", katanya sambil ketawa-ketawa sendiri. Ntah dari mana dia tau kalo saya senang" -_____-

"Thankyou sir, I Got it. But my friend not yet"

Ohh you mean Mr Putra?? Oke oke oke. Don't worry. Don't worry. Wait wait!! I will send his visa now. You can check your email 5 minutes later. Hahahhaa.. You look so happy, Hahhahah", Katanya lagi -____-

5 menit kemudian akhirnya urusan visa beres. Ppfffttttt..

Baiklah, akhir kata saya akan menjelaskan semua prosedur pengurusan visa Mauritius:

  1. Formulir aplikasi visa bisa di download disini!!
  2. Dokumen yang dibutuhkan : Form/aplikasi visa yg sudah ditempel foto dan ditandatangani, Scan paspor yg berisi biodata, bookingan tiket pesawat (keluar dan masuk indonesia) dan bookingan hotel terkonfirmasi, rekening tabungan dengan saldo minimal 100 usd perhari x jumlah hari tinggal di Mauritius. Semua dokumen dijadikan dalam 1 file pdf dengan ukuran tidak lebih dari 15 MB. 
  3. Alamat email pengiriman visa : piovisa@govmu.org, No telpon pengurusan visa 010172302109312 (01017 itu kode nomer keluar negeri dengan biaya hemat). 
  4. Embassy Mauritius itu pelit banget. Mereka memberikan izin tinggal sesuai jumlah hari yang kita tuliskan di aplikasi. Saya kmaren nulis cuma 5 hari, terus dikasih 7 hari dan single entry.
  5. Enaknya, visa Mauritius GRATIS!!! Uwoowooo 
  6. Setelah ngirimkan email jangan lupa untuk rajin-rajin nanyain lewat email atau telpon, karena mereka bener-bener slow respon

Sekian yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat. Sampai jumpa di Mauritius :)

Senin, 14 Maret 2016

Tentang Mimpi

,
Tepat setahun yang lalu, saya punya impian yang bagi saya sangat besar. Impian tersebut pernah saya tulis disini, Beberapa hari setelah tulisan itu saya publish di blog pribadi, saya berlibur ke Sumbawa dan Flores. Di Sumbawa kami berkemah di Pulau Kenawa. Pulau kenawa ini letaknya ga jauh dari pelabuhan Poto Tano. Kalau dari lombok nyebrang ke Poto Tano sekitar 1,5 jam, terus nyebrang lagi ke Kenawa sekitar 15 menit dengan kapal kecil. Malam harinya di Kenawa kami ga tidur sama sekali demi ekspedisi bintang. Foto dibawah bintang ala-ala gitu, lohMilkyway
Hotel Bintang Sejuta
Ini bukan pengalaman pertama saya melihat jutaan bintang. Sebelumnya saya juga sudah pernah mengalami pengalaman magic ini saat camping di Gunung Rinjani. Mitosnya sih kalau ada bintang jatuh, sebutkan salah satu permintaanmu dan biasanya permintaan itu bakal terwujud. 
"Wooyyy, ada bintang jatuh, buruan berdoa!" Teriak salah seorang teman saya.
Dengan khusuk kami yang ada disana menengadah keatas, sambil menutup mata dan memohon sesuatu, 3x berturut-turut seperti itu. Saya tanya salah satu teman saya:
"Tadi ko minta apa?" 
"Aku sudah terlalu lama menjomblo, aku pengen punya pasangan lagi. Doaku itu-itu aja dari tadi" Jawab doi.

Terus saya tanya teman saya yang lainnya:
"Tadi ko minta apa?"
"Aku pengen biar Allah memudahkan semuanya" Jawab teman saya lainnya yang saat itu lagi sibuk urusan skripsi. 

Teman saya balik nanya:
"Ko minta apa? Minta pacar ya? Ko sih uda karatan, kelamaan ngejomblo" 
Saya diam, ga menjawab sepatah katapun. (Sesungguhnya saat itu satu-satunya yang saya inginkan adalah bisa keliling Eropa). 
Bintang jatuh pertama "Tuhan bisa ke Eropa asik kali yaa. Amin" 
Bintang jatuh kedua "Tuhan, serius pengen banget ke Eropa"
Bintang jatuh ketiga "Tuhan terimakasih karena Engkau jawab doaku untuk ke Eropa, Amin!"

Setelah dari Kenawa kami melipir ke Labuan Bajo (Flores). 3 harian kami hoping island dan menginap di Kampung Flores. Disana sinyal masih sangat susah. Ntah kenapa saat itu saya yakin sekali bakal menang kompetisi blog yang hadiahnya keliling UK & Eropa. Saat hari pengumuman pemenang tiba, saya deg-degan ga karu-karuan. Ga bisa ngapa-ngapain karena ga ada sinyal untuk ngecek siapa yang menang. Pokoknya ngarep maksimal bisa menang. Meski kenyataannya saya ga menang. Hahahahahahahha.

3 bulan setelahnya, terpampang nyata di time line path teman saya yang ngarep ga jomblo lagi ini statusnya mesra-mesraan. Pertanda doi sudah ga jomblo lagi. Sementara 5 bulan kemudian, teman saya yang lainnya terlihat sumringah selfie dengan toganya. Tinggal permintaan saya yang sepertinya belum terjawab. 6 bulan, belum juga terjawab. 7 bulan, 8 bulan, 9 bulan masih belum ada juga tanda-tanda saya bisa ke Eropa. Di suatu pagi, tepatnya di bulan ke 10 penantian panjang saya menemukan sebuah titik terang. Saya menerima email yang subjectnya "Sampai Ketemu di Santorini" disertai attachment tiket PP. Betapa saya sangat terharu dan meneteskan air mata saat itu. Tuhan Maha Asiik. Dia menjawab doa saya dengan cara yang ga pernah saya pikirkan sebelumnya.
Brussels 
Dan tepat setahun, yaitu saat ini, doa-doa saya terkabul. Saya sedang keliling Eropa hingga Amerika negara super power yang membayangkan kesini sebelumnya saja saya masih ga berani. Dan ini adalah rute terpanjang yang pernah saya lewati.
Volendam 
Kuala Lumpur - Doha - Amsterdam - Brussels - Copenhagen (Denmark) - Stockholm (Swedia) - Poland - Dresden (Jerman) - Budaphest (Hungaria) - Praha (Czech Republic) - Roma - Athena - Santorini - Milan - Guangzhou - Los Angeles - San Fransisco - Las Vegas - Utah - San Fransisco - Singapore

Denmark
Saya selalu sumringah setiap kali mendapati doa-doa saya dijawab, karena biasanya jawaban doa dari Tuhan itu banyak bonusnya. hehehhe. Bonusnya saya keliling Eropa tidak sendirian, bonusnya lagi saya bisa jadi full timer jobless tanpa harus bohong-bohong saat mau bolos kerja, Bonusnya lagi saya juga bisa ke Amerika sambil liburan, sambil kerja, 

Terimakasih untuk Tuhan Sang penjawab doa, terimakasih buat kamu perantara Tuhan untuk mewujudkan mimpi-mimpi. Terimakasih untuk semesta yang membawa kita kesini. Buat kamu semua sang pemimpi, kejar terus mimpinya sampai menjadi kenyataan. Tuhan ga sebercanda itu koq menguji kesabaran kita. Tenang saja, saatnya pasti datang, Tuhan akan menjawab semua doa-doa bahkan doa yang mungkin sudah anda lupakan. *Kultum

Salam sukses :D 
Udahh ga usah dinyinyirin macem-macem lagi. Mau ke Eropa ga?? Saya bantu wujudkan. Keliling eropa dengan biaya hemat bisa klik dsini
 

All about Me Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates